كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Jumat, 04 Juli 2014

Ketua PBNU Anggap Jokowi Hanya Akan Menyempitkan Makna 1 Muharram Jika Dijadikan Hari Santri Nasional


Capres Joko Widodo atau Jokowi yang mau menjadikan 1 Muharram sebagai hari Hari Santri Nasional justru mengalami penyempitan.

"Wong sudah menjadi Tahun Baru Islam kok malah disempitkan," kata Ketua PBNU, Slamet Effendi Yusuf, Rabu (2/7) sebagaimana dikutip detik.com.

Mantan Ketua Umum GP Ansor ini menegaskan 1 Muharam sudah hari besar. “Tahun Baru Islam. Apa masih kurang besar tanggal itu dihargai sebagai hari libur nasional?” ujar Slamet.

Kata Slamet, orang NU diajarkan untuk mendahulukan kepentingan yang lebih besar dari kepentingan khusus atau eksklusif. Jadi, kalau mau meningkatkan santri jangan simbolik. "Bantu santri tumbuh kembang melalui visi belajar mengajar yang zamani," jelas Slamet.

Selain itu, dengan memberi anggaran di APBN/APBD serta apresiasi atas alumninya.

"Jadi tolong akhiri keriuhan yang pada akhirnya tidak membawa manfaat apa-apa buat santri khususnya, umat Islam dan bangsa Indonesia padaa umumnya,” urai Slamet. "Sekali lagi, santri jangan mau diadu."

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)