كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Minggu, 26 Februari 2012

DIALOG BIN DISKUSI BIN KABUR BIN NGACIR

Konon ini adalah foto makam ibunda Nabi kita Muhammad bin Abdillah sholollohu alaihi wasallama.


Pada suatu pagi, saya duduk duduk I’tikaf lurus depan ka’bah. Tepatnya sebelah lokasi sumur zamzam dulu.

Tiba tiba ada anak muda Indonesia yang menghampiri saya dan duduk disebelah saya.
Saya tanyai dia baru selesai tawaf katanya.


Akhirnya kitapun kenalan dan saling tahu satu sama lain. Rupanya dia santri alias sekolah di Ma’had Masjidil Haram di lantai dua babul malik fahd. Saya Tanya, dia ngambil jurusan Hafidz Al Qur’an katanya.


Singkat kata singkat cerita: Tibalah diskusi sebagai berikut;


Saya bertanya:”Menurut antum, ziarah kubur itu bagaimana sih?”


Dia menjawab:”Sunnah akhi… memang dulu nabi pernah melarangnya, namun kemudian beliau justru memerintahkan kita untuk berziarah.


Saya bertanya:”Bisa antum sebutkan redaksi hadits nya yang saat nabi melarangnya?” Misalnya:”Janganlah kalian berziarah kubur…!! /dll?


Dia:”Wah, afwan,,, ana gak tahu akhi… Yang ana tahu ya hadits larangan yang bersambung kemudian dengan perintah ziarah kubur itu”.


Saya bertanya:”Apakah ada batasan dalam kandungan perintah nabi dalam ziarah kubur tersebut?”


Dia menjawab:”Ya iyalah… bahkan ada pendapat yang mengatakan, kalimat perintah nabi untuk berziarah kubur itu tidak berlaku untuk perempuan. Artinya untuk perempuan tidak di sunnahkan berziarah, bahkan Allah & Rasulullah mengutuknya.


Saya:”Masya Allah… segitu nya ya?” Maaf, antum sependapat dengan pendapat itu?”


Dia menjawab:”Iya !! ini lho akhi bunyi haditsnya:


لعن رسول الله زوارات القبور


Pernah dengar dan baca hadits ini khan akhi?”


Saya: Oh itu.. Iya… Alhamdulillah saya juga mengetahui hadits itu. Hadits itu adalah hadits nya Hasaan bin tsabit. Yang dikeluarkan oleh ibnu majjah dari jalur Faryabi. Dan juga imam Baihaqi dalam sunan kubronya, dari jalur Sufyan Atsaury. Dan dalam kitab Zawaaid dikatakan bahwa sanadnya Hasaan bin tsabit itu Shohih dan para rawinya itu terpercaya semua. Hadits ini juga dikeluarkan oleh imam Tirmidzi dan kata beliau “Hasan Shohih”. Juga ada yang senada dengan hadits tersebut yang diriwayatkan oleh imam Annasa’i dan Abi Dawud. Wallahu a’lam.


Dia:”Yaa begitulah akhi…


Saya:”Apakah anda tidak pernah baca atau mendengar, sebuah hadits yang menceritakan bahwa Aisyah berziarah ke kuburan baqi’ madinah, bahkan oleh nabi di beri tahu tata caranya berziarah?”


Dia:”Mmmm… Yang mana ya?”


Saya:”Oh.. lewat deh… Kalau misalnya saya berziarah ke kuburannya orang kafir, boleh nggak?”


Dia menjawab:”Ya jelas nggak boleh akhi…. Ini juga, termasuk pengecualian dari hadits perintah berziarah kubur tadi… Jadi maksud nabi, hanya mencakup kuburannya orang orang muslim akhi… Lagian ngapain antum berziarah ke kuburannya orang non muslim… hahaha… ada ada aja akhi ini…


Saya:”Ya endaklah… saya khan cuma tanya, misalnya… Lalu, kalau boleh tahu, maaf, apakah anda termasuk orang yang berpendapat ibunda nabi Muhammad orang kafir?”


Dia menjawab:”Iya akhi… antum kok tahu?” memang seperti itu ada nya akhi…


Saya:”Hmmm… Lantas kenapa Allah kok mengijinkan nabi menziarahi kuburan ibundanya tersebut?” Bukankah tadi antum mengatakan, kita tidak boleh berziarah ke kuburannya orang non muslim?”


Dia:”Masak seperti itu akhi?” Setahu saya, nabi tidak di ijinkan oleh Allah untuk memohon ampunan atas ibunya itu, bagaimana menurut antum ini akhi?”


Saya:”Ya benar, itu adalah bunyi hadits alenia pertamanya… Nabi memang tidak di ijinkan oleh Allah untuk memohonkan ampunanNya atas ibunya.. Namun bunyi alenia kedua hadits tersebut menjelaskan bahwa nabi cukup di ijinkan menziarahinya saja.


Dia:”Lantas apa artinya semua itu?” Nabi tidak boleh memohonkan ampunanNya atasnya?”


Saya:”Ya jelaslah… Allah tidak mengijinkannya…
Itu maskudnya tidak perlu !!
tidak usah !!
artinya, ibundanya nabi tidak perlu di mohonkan ampunan, karena beliau tidak punya dosa dan telah menjadi penghuni surga yang abadi. Lantas bagaimana dengan pertanyaan saya tadi?” mohon di jawab akhi !!


Dia:”Ada haditsnya nggak?”


Saya:”Ada akhi… begini bunyinya kalau nggak salah:


كنت نهيتكم عن زيارة القبور, فزوروها فقد اذن لمحمد فى زيارة قبر امه.


Hadits riwayat imam Muslim dan imam Tirmidzi.
Bagimana tanggapan akhi?”


Dia:”Wah… maaf, kayaknya saya tidak bisa meneruskan dialog kita ini akhi… saya harus pamit dulu… Assalamu’alaikum…


Saya:”Wa ‘alaikumus salaam warohmatullahi wabarokatuh…




*twing


Makkah, 2 mei 2009
Baca Selanjutnya

AQIDAH ULAMA' EMPAT MADZHAB (ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN ARAH)


1. Imam Abu Hanifah ra. mengatakan bahwa kata Istiwa sudah dipahami. Bahkan Imam Abu Hanifah menolak mereka yang berpahaman Tajsim dan Tasybih sebagaimana tertuang dalam kitab beliau Fiqh al Akbar:

Berkata Imam Abu Hanifah: “Dan kami ( ulama Islam ) mengakui bahawa Allah ta’ala ber-istawa atas Arasy tanpa Dia memerlukan kepada Arasy dan Dia tidak metetap di atas Arasy, Dialah menjaga Arasy dan selain Arasy tanpa memerlukan Arasy, sekiranya dikatakan Allah memerlukan kepada yang lain sudah pasti Dia tidak mampu mencipta Allah ini dan tidak mampu mentadbirnya sepeti juga makhluk-makhluk, kalaulah Allah memerlukan sifat duduk dan bertempat maka sebelum diciptakan Arasy dimanakah Dia? Maha suci Allah dari yang demikian”
Amat jelas di atas bahwa akidah ulama Salaf sebenarnya yang telah dinyatakan oleh Imam Abu Hanifah adalah menafikan sifat bersemayam(duduk) Allah di atas Arasy.
Semoga Mujassimah diberi hidayah sebelum mati dengan mengucap dua kalimah syahadah kembali kepada Islam.

2. Imam Syafi’i
انه تعالى كان ولا مكان فخلق المكان وهو على صفته الأزلية كما كان قبل خلقه المكان لايجوز عليه التغيير
Artinya: Sesungguhnya Dia Ta’ala ada (dari azali) sementara tempat belum diciptakan, kemudian Allah mencipta tempat dan Dia tetap dengan sifatnya yang azali itu sebagaimana sebelum terciptanya tempat, tidak harus ke atas Allah perubahan. Dinuqilkan oleh Imam Al-Zabidi dalam kitabnya Ithaf al-Sadatil Muttaqin jilid 2 halaman 23
3-Imam Ahmad bin Hanbal :
-استوى كما اخبر لا كما يخطر للبشر
Artinya: Dia (Allah) istawa sebagaimana Dia khabarkan (di dalam al Quran), bukannya seperti yang terlintas di pikiran manusia. Dinuqilkan oleh Imam al-Rifa'i dalam kitabnya al-Burhan al-Muayyad, dan juga al-Husoni dalam kitabnya Dafu’ syubh man syabbaha Wa Tamarrad.
وما اشتهر بين جهلة المنسوبين الى هذا الامام المجتهد من أنه -قائل بشىء من الجهة أو نحوها فكذب وبهتان وافتراء عليه
Artinya: dan apa yang telah masyhur di kalangan orang-orang jahil yang menisbahkan diri mereka pada Imam Mujtahid ini (Ahmad bin Hanbal) bahwa dia ada mengatakan tentang (Allah) berada di arah atau seumpamanya, maka itu adalah pendustaan dan kepalsuan atas namanya (Imam Ahmad) – Kitab Fatawa Hadisiah karya Ibn Hajar al- Haitami
4- Imam Malik :
الاستواء غير المجهول والكيف غير المعقول والايمان به واجب و السؤال عنه بدعة
Artinya: Kalimah istiwa’ tidak majhul (diketahui dalam al quran) dan kaif (bentuk) tidak diterima aqal, dan iman dengannya wajib, dan bertanya tentangnya bid’ah
Perhatikan : Imam Malik hanya menulis kata istiwa (لاستواء) bukan memberikan makna dhahir jalasa atau duduk atau bersemayam atau bertempat (istiqrar)
Baca Selanjutnya

Minggu, 19 Februari 2012

Dalil-dalil ancaman untuk pemimpin yang tak amanah

Riwayat ini sangat amat shohih, jika shohih, pasti perkataan Rasulullah SAW ini akan terjadi nantinya di hari kiamat
وبسندي المتصل إلى الإمام البخاري قال
حدثنا إسحاق بن منصور
Tsiqoh dan hafizh
أخبرنا حسين الجعفي
Tsiqoh dan ahli ibadah
قال زائدة
Tsiqoh,hafizh,hujjah
ذكره عن هشام
Tsiqoh, hafizh,
عن الحسن البصري
Imam, hujjah, faqih
قال
Berkata beliau
أتينا معقل بن يسار نعوده
Kami mendatangi ma'qil bin yasar untk kami jenguk,( bubuhan kami ni handak menengok ma'qil nang lagi sakit )
فدخل علينا عبيد الله فقال له معقل
Maka masuklah ubaidullah bin ziyad atas kami, lalu ma'qil berkata kepada Ubaidullah ( limbah to masuk ai kewadah kami juwa ubaidullah, laluai ma'qil bepandir lawan ubaidullah )
: أحدثك حديثا سمعته من رسول الله صلى الله عليه وسلم
Aku mau membicarakan kepada mu satu hadist yang aku dengar dari Rasullah,( aku handak bekesah sebuting hadist nah lawan qm, hadist ni aku dangar dari Rasulullah )
فقال : ما من وال يلي رعية من المسلمين فيموت وهو غاش لهم إلا حرم الله عليه الجنة
Maka Rasulullah bersabda : Tidak ada dari seorang pemimpin ( pemerintah yang mengurus rakyat ) ia memimpin rakyat muslimin, lalu ia mati pada waktu ia jadi pemerintah, dalam keadaan ia menipu rakyatnya ( koropsi, tidak melaksanakan haq haq rakyat, dan menyalah gunakan jabatan ) melainkan Allah haramkan atasnya surga.

( Kadada lagi balasan lain pada di haramkan masuk surga gasan pemerintah nang mati inya waktu jadi masih menjabat, tapi inya sambil menipu rakyatnya )

Jadi wahai rakyat indonesia, sabar saja kalian melihat pemerintah menipu kita, zholimi kita, gak usah didemo, toh pada akhirnya Allah akan memasukkan mereka ke neraka selamanya tidak akan keluar lagi, walaupun mereka didunia beragama islam, tapi pada akhir umur mereka, mereka akan digoda iblis, sehingga waktu sakratul maut saat itu sangat haus, dan iblis datang membwakan air untuk mereka, dan langsung mereka terima akhirnya mereka bertuhankan iblis di akhir umur mereka, dan menjadi menyekutukan Allah, dan tidak ada lagi ampunan Allah untuk mereka, dan mereka bertempat di neraka selamanya.
Baca Selanjutnya

Sabtu, 18 Februari 2012

TIKET SURGA ADA PADA DIRI NABI MUHAMMAD SAW BUKAN PADA MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB

TIKET SURGA ADA PADA DIRI NABI MUHAMMAD SAW BUKAN PADA MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB

DIALOG ASWAJA DENGAN SALAFI-WAHABI (KAUM SAWAH)

ASWAJA : “Sejak Kapan Anda menjadi muslim yang paling benar….?”

SAWAH : “Sejak saya ikut Daouroh Mingguan bersama dengan ustadz-ustadz Wahabi”

ASWAJA: “Kenapa begitu….. ?“

SAWAH : “Mereka mengajak kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits, dan menjauhi BID’AH…?"

ASWAJA : “Emang yang namanya BID’AH itu apa…?”

SAWAH : “BID’AH melakukan sesuatu yang tidak dilakukan Nabi”

ASWAJA : “Emang kalau Daouroh Mingguan itu dilakukan Nabi apa tidak… (atau ada apa tidak ada)….?

SAWAH (kagak bisa njawab karena dia tidak tahu betul sejarah Nabi…. Ia lebih tahu sejarah Muhammad bin Abdul Wahab dari pada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Lha wong, mengadakan MAULID NABI saja mereka KATAKAN BID’AH…. PADAHAL MAULID NABI itu ya menceritakan SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW…..

BUAT WAHABI YANG NGAKU PALING ISLAMI…..!

KENALILAH NABI MUHAMMAD SEBELUM ANDA MENGENAL MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB.

BIAR PEMAHAMAN ISLAM ANDA TIDAK AROGAN DAN DIKIT-DIKIT BID’AH, KAFIR, SYIRIK, AHLI NERAKA…… EMANG SURGA PUNYANYA MBAH MUHAMMAD ABDUL WAHAB APA?......

TIKET SUARGA ITU ADA PADA KANJENG NABI MUHAMMAD SAW….. SHOLLU ‘ALANNABI…
Baca Selanjutnya

Kamis, 16 Februari 2012

DALIL SAHIH DAN ISTIDLAL TENTANG SUNNAH NYA TAWASSUL

DALIL SAHIH DAN ISTIDLAL TENTANG SUNNAH NYA TAWASSUL

Jika tulisanku ini bagus, maka yang bagus-bagus itu semuanya dari Allah,tapi jika tidak bagus, maka mohon di maklumi, karena aku bukan santri lulusan luar negri seperti yaman, mekah, madinah, mesir bahkan bukan lulusan luar daerah, seperti di daerah jawa, madura, maupun yang lain nya.
Aku cuma anak santri di madrasah kampung di martapura banjarmasin, jadi wajar aja kalo banyak salahnya, hehehe...

Hadist ini dkeluarkan oleh Turmudzi dan ibnu majah.

Sebelumnya aku mau menerangkan tentang jarh wata'dilnya dulu, agar tidak ada keraguan lagi dalam memakai hadist ini.

حدثنا محمود بن غيلان
Mahmud bin gailan, jarh wata'dilnya, dikatakan oleh
Imam ahmad bin hanbal : beliau shohibul hadist
Imam nasa-i dan ibnu hajar: beliau tsiqoh
Imam zahabi : beliau hafizh
و أحمد بن منصور بن سيار
Ahmad bin manshur, jarh wata'dilnya
Imam daru qutni, ibnu abi hatim, maslamah, khalili, ibnu hibban semuanya mentsiqohkan beliau, Imam zahabi mengatakan: hafizh.
قالا حدثنا عثمان بن عمر
Usman bin umar, jarh wata'dilnya dari Ahmad bin hanbal: seorang yang sholeh Yahya, Darimi, Ibnu hibban, semuanya mentsiqohkan
حدثنا شعبة
Semua ulama muhadditsin ittifaq bahwa syu'bah bin hajjaj adalah amirul mu'minin dalam ilmu hadist
عن أبي جعفر المدني
Abu ja'far umair bin yazid,
Yahya bin mu'in,nasa-i, thobrani, ibnu hibban mengatakan bahwa beliau tsiqoh dan dipercaya
عن عمارة بن خزيمة بن ثابت
Umarah bin khuzaimah , Nasa-i, ibnu hibban mentsiqohkan beliau, dan beliau cuma sedikit meriwayatkan hadist,
عن عثمان بن حنيف
Beliau adalah seorang sahabat, dan semua sahabat udul, dan tidak ada jarh sedikitpun, oke..
أن رجلا ضرير البصر أتى النبي صلى الله عليه وسلم
Bahwa seorang laki-laki ( dhoriral bashar ini imam mubarakfuri memaknakan ) yang buta atau lemah penglihatan matanya, mendatangi Rasulullah,
فقال : ادع الله لي أن يعافيني
Ia meminta kepada Rasulullah agar mendoakan nya kepada Allah untuk disembuhkan matanya tadi,
فقال : إن شئت دعوت ،وإن شئت صبرت فهو خير لك
Rasulullah menjawab, jika kamu memilih aku doakan, maka aku doakan, tapi jika kamu mau sabar dan ridho apa adanya, maka itu lebih baik,
Imam mubarakfuri menambahkan ( bhw Allah berfirman, apabila aku memberi bala kepada hambaku, lalu ia sabar, maka Allah gantikan itu dengan surga )
قال : فادعه
Lalu laki-laki tadi menjawab : doakan aja, agar aku dsembuhkan,

قال : فأمره أن يتوضأ فيحسن وضوءه
Lalu Rasulullah menyuruh nya berwudhu dengan sesempurna wudhunya, lalu sholat hajat 2 rakaat,
ويدعوا بهذا الدعاء
Dan membaca dengan ini doa
: اللهم إني أسألك وأتوجه إليك بنبيك محمد نبي الرحمة إني توجهت بك إلى ربي في حاجتي هذه لتقضى لي اللهم فشفعه في
Ya ALLAH, aku meminta kepadaMu dan bertawassul kepadaMu, ba litta'diyah kata imam mubarakfuri, DENGAN LEWAT nabi engkau muhammad nabi yang di utus rahmatan lil alamin, aku meminta pertolongan dengan lewat engkau ya nabi muhammad, kepada tuhanku pada hajatku ini, tuqdho sigot majhul, maksudnya kata imam mubarakfuri untuk supaya hajatku ini cepat dikabulkan dengan lewat pertolongan tawassul kepada nabi Muhammad, ya Allah terimalah wasilahnya nabi Muhammad untuk kesembuhanku.
Dalam riwayat lain kata imam mubarakfuri, maka sembuhlah mata orang tadi sketika itu juga.
قال أبو إسحاق والترمذي : هذا حديث صحيح

Syarah ibnu majah oleh imam suyuthi
والحديث يدل على جواز التوسل والاستشفاع بذاته المكرم في حياته
Imam suyuthi mengatakan hadist ini menunjukkan atas bolehnya tawassul dan meminta tolong dengan lewat Rasulullah pada waktu hidupnya
-وبعد مماته كما روى الطبراني في الكبير في باب ما أسند عثمان بن حنيف بحديث طويل -
Adapun waktu wafatnya Rasulullah, maka ada riwayat la ba'sa pada sanadnya tentang cerita usman bin hanif, yang sudah masyhur di mu'jam kabir thobrani, dengan hadist yang panjang, terlalu panjang kalau dibahas lagi.

Dipandang dari hadist ini, di fikiran kita, ini cuma khabar biasa, yaitu diketahui lalu di abaikan, oo.. tidak begitu, hadist ini memang benar khabar, tapi bermakna insya, insya pada hadist ini adalah AMAR, yaitu suruhan bertawassul, lalu amar apa dsni? Yaitu amar sunnah seperti ijma ulama

JADI TAWASSUL ITU TIDAK SYIRIK, TAPI DI SUNNAHKAN KARENA RASUL MENYURUH LAKI-LAKI INI , DAN HADIST NYA PUN SAHIH LIZATIH.

Karena salah satu dalil agama islam sekarang adalah termasuk didalam nya QIYAS, maka boleh di qiyaskan tawassul kepada para wali, ulama sholihin, para syuhada, KARENA MEREKA WARATSATUL ANBIYA wewaris ilmu nya Rasulullah SAW.
Dan bolehnya tawassul ini juga di IJMA kan oleh para ulama, seperti imam Gozali, imam Suyuthi, imam Mubarakfuri, imam Ibnu hajar, imam Syaukani dll.

Naah inilah dalil hukum sunnah nya tawassul.

MALAHAN YANG MELARANG DAN TIDAK MEMBOLEHKAN TAWASSUL LAH YANG TAK ADA DALILNYA, coba aja tanya kepada para wahabi dimana aja, pasti mereka diam karena tak punya dalil untuk pelarangan tawassul, kecuali dalil-dalil dengan pahaman yang ngawur alias dangkal, hehe... kacian deh wahabi...
Baca Selanjutnya

Senin, 13 Februari 2012


Riwayat ini sangat amat shohih,jika shohih,pasti perkataan rasul ini akan terjadi nantinya di hari kiamat
وبسندي المتصل إلى الإمام البخاري قال
حدثنا إسحاق بن منصور
Tsiqoh dan hafizh
أخبرنا حسين الجعفي
Tsiqoh dan ahli ibadah
قال زائدة
Tsiqoh,hafizh,hujjah
ذكره عن هشام
Tsiqoh,hafizh,
عن الحسن البصري
Imam,hujjah,faqih
قال
Berkata beliau
أتينا معقل بن يسار نعوده
Kami mendatangi ma'qil bin yasar untk kami jenguk,(bubuhan kami ni hndk menengok ma'qil nang lg sakit)
فدخل علينا عبيد الله فقال له معقل
Maka masuklah ubaidullah bin ziyad atas kami,lalu ma'qil berkata kpd ubaidullah (lmbh to masuk ai kwdh kami jw ubaidullah,laluai ma'qil bpandir lwn ubaidullah)
: أحدثك حديثا سمعته من رسول الله صلى الله عليه وسلم
Aku mau membicarakan kpd mu satu hadist yg aku dengar dari rasullah,(aku hndk bkesah sbtng hadist nah lwn qm,hadist ni aku dangar dr rasul)
فقال : ما من وال يلي رعية من المسلمين فيموت وهو غاش لهم إلا حرم الله عليه الجنة
Maka rasul bersabda : tidak ada dari seorang pemimpin (pemerintah yg mengurus rakyat) ia memimpin rakyat muslimin,lalu ia mati pd wkt ia jd pemerintah,dalam keadaan ia menipu rakyatnya (koropsi,tdk melaksanakan haq haq rakyat,dan menyalah gunakan jabatan) melainkan Allah haramkan atasnya surga,

(Kdd lg balasan lain pd di haramkan masuk surga gasan pemerintah nang mati inya wkt jd msh menjabat,tp inya smbl menipu rakyatnya,)

Jadi wahai rakyat indonesia,sabar saja kalian mlht pemerintah menipu kita,zholimi kt,gak usah ddemo,toh pd akhirnya Allah akan memasukkan mereka ke neraka selamanya tdk akan keluar lg,walawpn mereka ddunia beragama islam,tp pd akhr umur mereka,mereka akan dgoda iblis,sehingga wkt sakratul maut wkt itu sangat haus,dan iblis dtng membwakan air untk mereka,dan lgsg mereka trm akhirnya mereka bertuhankan iblis di akhr umur mereka,dan menjadi menyekutukan Allah,dan tdk ada lg ampunan Allah untuk mereka,dan mereka brtempat di neraka selamanya
Baca Selanjutnya

Perbanyaklah tawasul

Perbanyaklah tawassul kepada para wali, karena lewat mereka lah kita bisa menyampaikan hajat kita kepada Allah
قال القطب الإرشاد عبد الله بن علوي الحداد
Berkata wali qutub habib abdullah alhaddad
: إن الأخيار إذا ماتوا لم تفقد منهم إلا أعباؤهم وصورهم
Sesungguhnya wali akhyar itu bila mereka wafat, hilanglah beban beban mereka, dan badan mereka
وأما حقائقهم فموجودة فهم أحياء في قبورهم
adapun hakikatnya mereka tetap ada dan hidup dalam kubur mereka
وإذا كان الولي حيا في قبره فإنه لم يفقد شيئا من علمه وعقله وقواه الروحانية
Bila wali itu hidup dalam kuburnya, maka sama sekali tidak berkurang sedikitpun ilmunya ,aqalnya dan kekuatan ruhaniahnya
بل تزداد أرواحهم بعد الموت بصيرة وعلما وحياة روحانية وتوجها إلى الله تعالى،
Bahkan arwah-arwah mereka itu bertambah kuat dalam penglihatan, ilmu dan kekuatan roh mereka setelah wafat,dan mereka selalu menghadap kepada Allah
فإذا توجهت أرواحهم إلى الله تعالى في شيء قضاه سبحانه وتعالى وأجراه إكراما لهم
Bila arwah-arwah mereka menghadap kepada Allah, untuk meminta sesuatu maka, langsung Allah qabulkan dan memberi tambahan pahala kpd mereka karena memuliakan mereka
فأهل البرزخ من الأولياء في حضرة الله
Ahlul barzah dari para wali Allah itu berada di hadrat Allah
،فمن توجه إليهم وتوسل بهم فإنهم يتوجهون إلى الله تعالى في حصول مطلوبه
Maka siapapun sama ada aswaja, wahabi, syi'ah dll yang bertawajjuh dan bertawassul kepada mereka, maka pasti mereka akan menyampaikan tawajjuhnya kepada Allah untuk menunaikan segala yang di hajatkan

وعن أبي المواهب : ومعلوم أن الأولياء أحياء في قبورهم إنما ينقلون من دار إلى دار
Dari abul mawahib : Sudah diketahui bahwa wali-wali itu hidup dalam kubur mereka, mereka cuma pindah dari satu alam ke alam lain
ومن الأولياء من ينفع مريده الصادق بعد موته أكثر مما ينفعه حال حياته
Dari sbagian wali-wali ada yang membri manfaat setelah wafatnya lebih bnyak dari waktu hidupnya kepada orang yang benar mencintainya
ومن العباد من يتولى تربيته بنفسه غير واسطة
Ada juga yang langsung menuntut muridnya yang masih hidup itu tanpa wasitah, padahal ia telah wafat
ومنهم من تولاه بواسطة بعض أوليائه ولو ميتا في قبره فيربي مريده وهو في قبره ويسمع صوته من القبر
Ada juga yang menuntun muridnya dengan lewat wasitah sbagian wali-walinya, walaupun ia sudah wafat dalam kuburnya, dan dapat mendengar suaranya lewat kuburnya
الولي في الدنيا كالسيف في غمده فإذا مات تجرد منه فيكون أقوى في التصرف
Wali itu waktu didunia seperti pedang yang masih dalam sarung atau kompangnya, apabila wafat, maka pedang itu tercabut dari sarungnya, maka jadilah lebih kuat pada makam TASHARRUFNYA
وقال الإمام فخر الرازي الأشعري وتبعه الكوثري الماتريدي والداجوي : إن تلك النفوس لما فارقت أبدانها فقد زال الغطاء والوطاء وانكشف لها عالم الغيب
Berkata imam razi dan mengikutinya imam kautsari: Bahwsanya itu jiwa-jiwa para wali, manakala terpisah dari badaannya, maka hilanglah penutup dan bebannya, dan terbukalah alam gaib

Catatan penting :
Kami para ma'asyiru ahlissunnah waljama'ah al asy'ari dan maturidi menerima dengan yakin seyakinnya semua qaul
wali qutub imam kami panutan kami, peganggan kami yaitu habib abdullah alhaddad, dan yang mengikuti beliau seperti abul mawahib, imam arrazi

Adapun ulama yang menolak mereka, dan tidak percaya dengan qaul mereka ini, walaupun itu ibnu taimiyah, muhammad bin abd wahab, atau imam manapun, walawpun alimnya bagaimanapun, maka kami tidak akan memegang imam itu

Yang kami pegang adalah qaul panutan kami, ikutan kami, bukan yang lain

Ikutilah jalan para wali Allah, jalan orang yang diberi nikmat makrifat trtinggi, jalan kebenaran hakiki, jalan orang yang dekat dengan Allah

Jangan ikuti jalan yang sesat sekalipun dia itu seorang dkatakan imam besar, terkenal ataupun dkatakan syaikhul islam, seperti ibnu taimiyah, muhammad bin abd wahab dan yang sefaham dengan mereka, jangan kita ikuti
Krn ibnu taimiyah dan muridnya, muhammad bin abd wahab dan muridnya sempai albani, bin baz dll mereka bukan ikutan kita, panutan kita, oke...
Baca Selanjutnya