كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah
Tampilkan postingan dengan label Hikmah ISRA' MI'RAJ RASULULLAH SAW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah ISRA' MI'RAJ RASULULLAH SAW. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2012

ISRA' MI'RAJ RASULULLAH SAW (part.II)



>Suatu ketika Nabi berjalan, tiba-tiba ada orang yang memanggil dari arah kanan beliau,
"wahai Muhammad, lihatlah aku, aku memintamu".
Namun beliau tidak menjawabnya. Nabi bertanya:
"apa ini wahai Jibril?",
"ini adalah panggilan orang Yahudi, ingatlah bila engkau tadi menjawab panggilannya maka umatmu akan (banyak) masuk agama Yahudi".

>Disuatu waktu lain, Nabi dipanggil dari arah kiri,
"wahai Muhammda, lihatlah diriku, aku memintamu".
Namun Nabi juga tidak menjawabnya. Lalu bertanya:
"apa ini wahai Jibril?",
"ini adalah panggilan kaum nasrani, ingatlah sungguh engkau bila menjawabnya niscaya umatmu akan (banyak) masuk agama nasrani".

>Diwaktu lain, Nabi berjalan tiba-tiba bertemu seorang wanita yang membuka kedua lengannya, dihiasi perhiasan yang Allah telah menciptakannya. Wanita itu berkata:
"wahai Muhammad, lihatlah diriku aku memintamu".
Namun Nabi tak menoleh dari panggilan perempuan itu. Beliau bertanya:
"siapa ini wahai Jibril?",
"itu adalah dunia, ingatlah sungguh bila kamu menjawabnya maka umatmu akan (banyak) memilih dunia daripada akhirat".

>Diwaktu yang lain, Nabi berjalan tiba-tiba bertemu orang tua yang memanggil disisi jalan seraya berkata:
"kesinilah wahai Muhammad".
Jibril berkata: "teruslah berjalan wahai Muhammad".
Nabi bertanya: "siapa ini wahai Jibril?",
"ini adalah musuh Allah, Iblis. Ia mengharapkan kamu condong padanya".

>Lalu Nabi berjalan lagi, tiba-tiba bertemu perempuan tua renta disisi jalan lalu berkata:
"wahai muhammad, lihatlah aku, aku memintamu".
Nabi tidak menoleh padanya kemudian bertanya pada Jibril:
"siapa ini wahai Jibril?",
"(ini gambaran) umur dunia tak akan lebih, kecuali lebih dari perempuan tua ini".

Beliau berjalan lagi sampai tiba dikota Baitul muqaddas dan masuk dari pintu al-yamani. Kemudian turun dari buraq dan mengikatnya, di pintu masjid ada gerombolan yang mana para Nabi alaihis shalatu was salam juga mengikat buraqnya.

Dalam riwayat lain: Sungguh jibril mendatangi batu besar dan meletakkan jarinya, lalu nampaklah lubang dan mengikatkannya pada buraq. Lalu Nabi masuk masjid dari pintu yang dimana matahari dan bulan (nampak) miring di pintu itu.

Kemudian Nabi dan Jibril melakukan shalat dua rakaat (sendiri-sendiri). Beliau tidak berhenti kecuali sesaat hingga orang-orang banyak berkumpul, beliau mengenali para Nabi diantaranya ada yang berdiri, rukuk, dan sujud. Muadzin adzan dan didirikanlah shalat lalu orang-orang berbaris (shof) menunggu orang yang meng-imam-i nya. Lalu Jibril memegang tangan Nabi saw dan memajukannya (agar menjadi imam). Kemudian Nabi shalat bersama mereka dua rakaat.

-------------------------------

Diriwayatkan dari ka'ab: Jibril memanggil para malaikat dan turunlah dari langit. Dan Allah mengumpulkan golongan para Rasul, Nabi karna bertujuan memulyakan Muhammad saw. Lalu Nabi saw shalat dengan para malaikat dan Rasul. Setelah selesai Jibril berkata:
"wahai muhammad, tahukah kamu siapa yg shalat dibelakangmu?",
"tidak",
"(mereka adalah) para Nabi yg diutus Allah swt".
Setelah itu para nabi memuji pada Tuhannya dengan pujianyang baik. Nabi saw berkata:
"kalian telah memuji pada Tuhannya, dan aku juga adalah orang yang memuji pada Tuhanku".

>Lalu Nabi memuji pada Allah ta'ala (lihat hal.13). Tatkala Nabi teramat sangat haus, maka Jibril membawakan wadah berisi arak dan wadah berisi susu dan beliau mengambil wadah yg berisi susu. Jibril berkata:
"engkau telah memilih budipakerti islam (fathrah), andai engkau meminum arak niscaya umatmu akan sembrono (jw:lacut) dan tak mengikutimu kecuali hanya sedikit".
#)riwayat lain ada 3 wadah, salah satunya air atau madu yg jadi pengganti air.

>Dan Nabi melihat disisi sebelah kiri batu besar ada para bidadari lalu berucap salam dan dijawab oleh mereka, dan juga bertanya tentang mereka dan dijawab pula. Kemudian Nabi mendatangi tangga (mi'raj) yang dimana dibuat naik oleh arwah bani adam (mu'min). Sedang tangga itu termasuk dari surga firdaus.

>Lalu Nabi ditemani dikiri-kanannya malaikat dan juga Jibril, lalu naik hingga sampai pintu dari pintu langit dunia namanya pintu Al-hafadzah yang dijaga oleh malaikat bernama Ismail, yaitu penjaga hawa yang tak pernah naik ke langit dan turun ke bumi kecuali waktu wafatnya Nabi saw. Dikiri-kanan malaikat penjaga ini ada 70.000 malaikat,di tiap satu malaikat mempunyai punggawa 70.000 malaikat.

Kemudian Jibril mau membuka pintu, ia ditanya:
"siapa ini?",
"(aku) Jibril",
"siapa yang bersamamu?",
"(dia) Muhammad",
"apakah dia diutus (kesini)?",
"iya",
maka dikatakan: "Marhaban (dg Muhammad) wa Ahlan, semoga Allah memulyakan dan mengagungkan padanya, dari saudara, dari khalifah. Sebaik-baiknya saudara, khalifah, dan orang yang datang adalah Muhammad".

Maka dibukalah pintu baginya, tiba-tiba Adam as berada disitu. Nabi saw mengucap salam dan dijawab Adam as. Adam as berkata:
"marhaban bertemu dg anak yg shalih, dan nabi yg shalih".
"siapa ini wahai jibril?" tanya Nabi,
"ini adalah bapakmu, Adam. Dan yang hitam ini adalah anak cucunya. Ahlul yamin adalah penghuni surga dan Ahlus syimal adalah penghuni neraka. Ketika Ia (Adam) melihat sisi kanannya maka ia tersenyum dan gembira, dan ketika melihat sisi kirinya maka ia nangis dan susah. Dan pintu disebelah kanan ini adalah pintu surga, ketika ia (Adam) melihat orang yang masuk dari anak cucunya maka tersenyum dan gembira. Dan pintu disebelah kiri adalah pintu jahanam, ketika ia melihat orang yang masuk dari anak cucunya maka menangis dan susah".

>Lalu beliau meneruskan perjalanan naik sampai langit ke dua. Jibril mau membuka dan dikatakan:
"siapa ini?",
"(aku) Jibril",
"siapa yg bersamamu?",
"(dia) Muhammad",
"apakah dia diutus (kesini)?",
"iya",
"Marhaban wa ahlan dengannya, semoga Allah memulyakan dan mengagungkannya dari saudara, khalifah. Sebaik-baiknya saudara, khalifah, dan orang yg datang adalah Muhammad".
Lalu dibukanya pintu bagi ke duanya, tiba-tiba bertemu dg dua orang laki-laki bibinya Nabi, yaitu Isa bin maryam dan Yahya bin Zakariya dan juga kaum bagi keduanya.

Nabi mengucapkan salam pada keduanya lalu dijawabnya. Keduanya berkata:
"Marhaban dg saudara yg shalih dan nabi yg shalih", dan mendoakan kebaikan.

>Lalu naik ke langit ke tiga yang kisahnya mirip diatas yang dimana Nabi Yusuf berada di langit ini.
#)dalam satu riwayat, Yusuf as diberi anugrah dg ketampanan bak rembulan malam 15 yang mengalahkan bintang-bintang. Muhammad saw berkata:
"siapa ini wahai jibril?",
"dia saudaramu, yusuf".

>Lalu naik ke langit empat yang kisahnya mirip diatas yang dimana Nabi Idris berada di langit ini.

>Naik lagi ke langit lima yang kisahnya mirip diatas yang dimana Nabi Harun berada disini, yang jenggotnya sebagian putih dan lainnya hitam (kisah kejadian tentang jenggot beliau bisa dilihat ditafsir as-showi).

>kemudian naik ke langit ke enam yang kisahnya mirip diatas. Muhammad saw bertemu dg para nabi bersama para kaum-kaumnya dan juga nabi yang tak ada pengikut satupun. Lalu meneruskan perjalanan bertemu golongan teramat banyak yang memenuhi ufuk, dikatakan bahwa mereka adalah Musa as dan kaumnya.
Nabi disuruh mengangkat kepalanya dan nampaklah golongan yg teramat banyak yang memenuhi ufuk dari berbagai arah, dikatakan bahwa mereka adalah umat Muhammad dan lainnya berjumlah 70.000 orang masuk surga tanpa dihisab. Tiba-tiba beliau bertemu dg Musa bin imran dan mengucapkan salam lalu dijawabnya dan didoakan dg kebaikan. Musa sempat menangis dan dikatakan apa yg membuatnya menangis?

Musa menjawab: "aku menangis karna ada pemuda setelahku yang umatnya masuk surga lebih banyak dari umatku. Bani israil menyangka bahwa aku adalah keturunan Adam yang paling mulya menurut Allah...".
[Qissah al-mi'raj:11-18, karya sayyid ahmad ad-dardiri].

Bersambung insylh

Baca Selanjutnya

ISRA' MI'RAJ RASULULLAH SAW (part.I)




Suatu ketika Nabi saw di hijr ismail dekat baitullah dalam keadaan tidur miring, tiba-tiba didatangi malaikat Jibril dan Mikail yang ditemani malaikat lain. Kemudian membawa Nabi mendatangi air zam-zam lalu membaringkannya dan membuka (menyigar) dari lekuk bawah leher hingga perut bagian bawah.

Kemudian Jibril berkata pada Mikail:
"datangkanlah sebokor (tempat atau wadah) air zam-zam supaya aku membersihkan hatinya dan melapangkan dadanya".
Lalu Jibril mengeluarkan hati Rasulullah kemudian membasuhnya tiga kali dan menghilangkan kotoran dihatinya. Sedangkan Mikail melayaninya dengan membawa tiga bokor air zam-zam.

Kemudian Jibril mendatangkan satu bokor dari emas yang penuh dengan ilmu hikmah dan iman lalu menuangkan di dalam dada Nabi dan memenuhkan sifat pemaaf, ilmu, yaqin, dan islam. Kemudian menutup dadanya kembali lalu mematenkan antara dua pundak (katf) dengat cap kenabian (khatam an-nubuwah).

Setelah itu Nabi didatangkan buraq yang dihiasi dengan kendali. Buraq adalah hewan berwarna putih yang lebih tinggi melebihi himar dan lebih pendek daripada bighal yang kakinya mampu meloncat dengan jarak kira-kira sampai batas mata memandang, yang selalu menggerak-gerakkan kedua kupingnya.

Buraq tatkala naik gunung kedua kaki belakangnya naik dan ketika turun maka yang naik adalah kedua kaki depannya. Ia mempunyai dua sayap dipahanya (bukan seperti seperti hewan berkaki empat atau sifat burung) yang posisinya memperkokoh kakinya.

Kemudian Jibril mendatangi buraq lalu meletakkan tangan dipenglihatannya lalu berujar:
"Apakah engkau tak merasa malu, wahai buraq! Demi Allah tidaklah yang menaikimu adalah mahluk yang mulya disisi Allah daripada dia (Muhammad)".
Seketika itu ia nampak bercucuran peluh dan menjadi tenang hingga Nabi menaikinya. Begitupula para Nabi sebelumnya juga pernah menaiki buraq ini.

Lalu berangkatlah mereka, Jibril disebelah kanan Nabi, sedang Mikail disebelah kirinya hingga sampai pada tempat yang didekatnya ada pohon kurma. Jibril berkata pada Nabi:
"turunlah, dan shalatlah", kemudian Nabi mengerjakannya. Kemudian Nabi menaiki buraq lagi, namun Jibril berkata:
"tahukah kamu dimana engkau sholat?"
Nabi menjawab: "tidak",
jibril meneruskan: "engkau shalat ditanah madinah yang dimana tempat hijrah".
Kemudian berangkat lagi dan shalat ditanah madyan dekat pohonnya Musa. Lalu berangkat dan berhenti sholat di gunung thursina, yang dimana Allah berfirman pada Musa.

Lalu berangkat sampai daerah yang nampak rumah penduduk syam dan shalat disitu, Yaitu daerah bait al-lahm yang dimana Isa dilahirkan oleh maryam. Ketika dalam perjalanan, Nabi melihat jin ifrit yang membawa obor. Jibril bertanya:
"apakah aku belum mengajarkan beberapa kalimat ketika kamu mengatakannya, maka padamlah api obornya dan terjungkir pada mulutnya?",
Nabi menjawab:
"iya, (sudah)", lalu berdoa (lihat hal.7). Nampak ifrit terjungkir pada mulutnya dan padamlah obornya.

KEJADIAN-KEJADIAN.
>Kemudian Nabi, Jibril, dan Mikail meneruskan perjalanan hingga sampai pada suatu kaum yang sehari menanam dan menuai (panen) besoknya, tatkala ditunai maka tanamannya kembali lagi. Nabi berkata:
"wahai jibril! Apa ini?",
Jibril menjawab:
"mereka adalah mujahidun di agama Allah swt, amal kebaikannya dilipatgandakan tujuh ratus, dan tiap sesuatu yang mereka nafkahkan maka Allah pasti menggantinya".

>Kemudian Nabi mendapati harum wangi semerbak yang dikatakan Jibril sebagai bau siti masyitah yang kerjaannya menyisir rambut putrinya Fir'aun dan anaknya.
Kisahnya: suatu ketika Masyitah menyisir rambut putrinya fir'aun, tiba-tiba sisir jatuh dan masyitah berkata:
"Bismillah, semoga fir'aun celaka".
Sang anak berkata:
"apakah kamu mempunyai Tuhan selain ayahku?",
"iya",
"apakah aku boleh memberi kabar ayahku?",
"iya",
kemudian sang anak melaporkan pada ayahnya, fir'aun. Kemudian firaun memanggil masyitah lalu berkata:
"apakah kamu punya tuhan selainku?",
"iya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah".
Lalu firaun memerintah memanggil suami masyitah dan kedua putranya agar mau kembali pada agamanya, namun masyitah dan suaminya menolaknya. Akhirnya firaun mengancam bila tak mau kembali pada agamanya maka akan membunuhnya. Didatangkan bokor besar dari tembaga yang diisi air lalu dipanaskan, kemudian memerintahkan pada punggawanya agar memasukkan masyitah, suaminya, dan juga anaknya.

Anak masyitah yang masih menyusu berkata:
"aduh ibuku, menceburlah engkau dan janganlah mundur, sungguh engkau berada pada kebenaran".
Kemudian mereka menceburkan diri pada bokor yg berisi air yang mendidih.
*sang periwayat mengatakan: ada 4 anak yang masih digendong (menyusu) mampu berbicara, yaitu anak ini (anak masyitah), anak yang menjadi saksi pada Nabi yusuf, anak yang bersaksi pada wali Juraij, dan isa bin maryam.

>Kemudian Nabi tiba pada satu kaum yang dipukul kepalanya hingga pecah lalu kembali utuh lagi begitu seterusnya tak ada henti-hentinya. Nabi bertanya:
"wahai jibril! Siapakah mereka?",
"mereka adalah orang yang keberatan melakukan shalat wajib".

>Lalu tiba lagi pada kaum yang arah depannya (wajah) ada penutupnya dan arah belakangnya begitu pula. Mereka digiring sebagaimana unta dan kambing, mereka makan berupa makanan kayu berduri (dlari'), zaqum, bara api dan batu jahanam. Nabi berkata:
"siapa mereka wahai Jibril?",
"mereka adalah golongan yang tak mau menyedekahkan hartanya (zakat), Allah tidaklah berlaku dzalim pada mereka".

>Kemudian tiba didaerah kaum yang tangan kanannya ada wadah berisi daging yang matang dan tangan kirinya ada daging mentah yang menjijikkan. Mereka malah makan daging yang mentah dan meninggalkan yang matang. Nabi bertanya:
"apa ini wahai jibril?",
"(perbuatan) ini adalah cerminan seorang lelaki dari umatmu yg telah mempunyai istri halal, namun suka mendatangi wanita lain yg nakal dan menginap disampingnya hingga masuk pagi. Dan perempuan yang mempunyai suami halal namun malah suka mendatangi lelaki hidung belang lalu menginap sampai pagi menjelang".

>Kemudian tiba pada kayu dipinggir jalan,tak ada orang yang melewatinya kecuali terbakar baik berupa pakaian atau lainnya.
"apa ini wahai jibril?",
"ini adalah gambaran kaum dari umatmu duduk di tengah jalan lalu mencegat (orang yang melewatinya)",
kemudian Nabi membaca: walaa taq'uduu bikulli shiratin tuu'aduuna wa tashudduuna 'an sabiilillah (janganlah kalian duduk dijalan lalu mengancam dan menghalang2i di jalan Allah).

>Dan Nabi melihat laki-laki berenang di sungai darah dan dilempari dengan batu. Nabi bertanya:
"apa ini wahai jibril?",
"ini adalah gambaran orang memakan riba".

>Kemudian tiba pada sosok lelaki yang telah mengumpulkan seikat kayu bakar namun tak mampu mengangkatnya, namun lelaki itu malah menambahi momotannya. Nabi bertanya:
"apa ini wahai jibril?",
"ini adalah perwujudan seorang lelaki dari umatmu yang diserahi amanat oleh manusia, namun tak mampu melaksanakannya. Dan dia selalu berkeinginan menanggung amanat tsb".

>Lalu Nabi sampai pada suatu kaum yang lidah dan mulutnya di gunting memakai gunting dari besi. Tatkala telah digunting maka lidah dan mulutnya kembali seperti sedia kala, begitu seterusnya tak henti-henti. Nabi bertanya:
"siapa mereka wahai jibril?",
"mereka adalah pengkhotbah isinya fitnah, yaitu pengkhotbah dari umatmu yang berkata sesuatu namun tak melakukannya".

>Lalu Nabi berjalan lagi bertemu suatu kaum yang kukunya dari tembaga dan menggaruk-garuk wajah dan dadanya. Nabi berkata:
"siapa mereka wahai jibril?",
"mereka adalah orang yang makan daging manusia dan senang membicarakan aibnya".

>Kemudian sampai di batu kecil yang mengeluarkan sapi jantan yang besar lalu sapi itu ingin masuk kembali namun tak mampu.
"apa ini wahai Jibril?",
"ini adalah gambaran seorang laki-laki dari umatmu yang berbicara besar lalu menyesalinya, namun tak mampu mencabutnya".
[Qishah al-mi'raj: 3-11, karya syeh ahmad ad-dardiri]

Bersambung insylh

Baca Selanjutnya