كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2013

DR. Ahmad Karimah: Lawan Paham Radikal, Al-Azhar Harus Gunakan Televisi (Wawancara Eksklusif, bagian 2)


By M N - Sun
Mosleminfo, Kairo – Ini merupakan lanjutan (bagian 2) dari wawancara eksklusif DR. Ahmad Karimah dengan harian al-Wafd. Bagi pembaca yang belum membaca bagian pertama, silakan membacanya di sini.

A: Mengapa mereka tidak mendengarkan pendapat oposisi?

B: Ikhwanul Muslimin selama 80 tahun melakukan gerakan bawah tanah. Mereka tidak dapat bekerja secara terang-terangan. Tatkala gerakan ini keluar dari tempatnya yang gelap gulita ke realitas yang terang-benderang, mereka kehilangan fokus dan menjadi buta.

A: Bagaimana Anda melihat cara rezim Ikhwan dalam membungkam insan media, kalangan liberal, dan para ulama moderat?

B: Kekuasaan yang dibungkus dengan jargon-jargon agama, baik di kalangan Yahudi, Nasrani, maupun Islam, merupakan kekuasaan yang fasisme dan diktator. Kita belum pernah mendengar dalam sejarah bahwa ada otoritas keagamaan menerima prinsip musyawarah dan keadilan kecuali di era Nabi SAW. dan Khulafaur Rasyidin.

A: Kami tahu bahwa Anda marah dengan konstitusi (UUD) yang ada, karena menurut Anda konstitusi tersebut tidak dirancang oleh seorang lulusan fakultas hukum, mengapa?

B: Konstitusi harus dirancang oleh para pakar hukum, bukan orang-orang jebolan akademi persiapan dai berijazah diploma. Ditambah lagi ada campur-aduk antara pasal-pasal konstitusi dan aturan pelaksanaan. Pasal-pasal terkait syariat Islam semuanya bertentangan dengan syariat Islam itu sendiri. Saya telah mengirimkan catatan terkait hal itu kepada Presiden dan anggota Majelis Konstituante dari Al-Azhar, namun belum mendapat jawaban.

A: Pasal-pasal apa saja yang membuat Anda marah?

B: Banyak sekali, contohnya pasal 219 yang merupakan pasal penafsir dari pasal 2 UUD yang berbunyi: “Prinsip-prinsip syariat Islam yang mencakup dalil-dalil komplit, kaidah-kaidah ushul fikih dan fikih, serta sumber-sumber rujukan terpercaya di dalam mazhab-mazhab Ahlussunnah wal Jama’ah”. Ini merupakan pasal Wahabi Salafi yang akan mereka gunakan untuk menipu dan membuat konspirasi. Dalil dalam syariat Islam adakalanya bersifat qath’i (pasti) atau zanni (dugaan), dan adakalanya bersifat ijmali (global) atau tafshili (rinci). Menyifati dalil-dalil dalam syariat Islam dengan sifat ‘komplit’ merupakan kesalahan fatal secara ilmiah. Sedangkan kalimat ” kaidah-kaidah ushul fikih dan fikih, serta sumber-sumber rujukan terpercaya” tidak perlu dicantumkan dalam UUD sebuah bangsa yang berakal. Demikian juga, di dalam mazhab Ahlussunnah wal Jamaah ada beberapa ‘ranjau’ yang berhasil diletakkan oleh kalangan Salafi Wahabi di dalam UUD. Hal ini akan menyebabkan terjadinya konflik agama dan sektarian. UUD kita saat ini menyerupai UUD Iran. Meski kita saat ini berada di Mesir yang merupakan jantung dunia Islam dan pusat Al-Azhar, namun kita kerap mengulangi kebodohan yang pernah ada. Kita hanya membatasi penafsiran syariat Islam, atau masalah-masalah fikih, atau konstitusi dengan penafsiran mazhab Ahlussunnah wal Jamaah. Fikih Islam memiliki lima cabang, yaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafii, Hambali, dan Zahiri. Salafi Wahabi sangat bertentangan dengan prinsip tersebut. Menurut mereka, Ahlussunnah wal Jamaah itu adalah Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab. Demikian juga terkait pasal 4 yang mendepak Al-Azhar untuk menjadi rujukan satu-satunya terkait masalah-masalah fikih dan fatwa. Pasal ini akan membuka peluang munculnya rujukan-rujukan alternatif. Oleh karena itu, Salafi Wahabi sekarang ini mendirikan instansi-instansi lain agar dapat menjadi alternatif lain, atau menandingi Al-Azhar itu sendiri.

A: Menurut Anda, mengapa dalam konstitusi baru perempuan terpinggirkan?

B: Perempuan dalam pola pikir Ikhwan dan Salafi Wahabi merupakan warga negara kelas dua, hanya seorang pembantu yang diperistri dan alat pemuas syahwat. Pola pikir tersebut adalah pola pikir dunia ketiga yang cocok untuk kalangan badui.

A: Akankah perempuan memiliki perwakilan di DPR dalam pemilu yang akan datang?

B: Perempuan akan memasuki DPR sebagai hiasan semata, untuk memuaskan Amerika dan Uni Eropa.

A: Bagaimana sebenarnya posisi perempuan dalam Islam?

B: Posisi perempuan dalam Islam, tidak seperti posisinya di kalangan umat Islam saat ini. Islam memuliakan dan mengangkat derajat perempuan. Sepanjang sejarah manusia, tidak pernah ada pernyataan bahwa surga ada di bawah telapak kaki seorang perempuan, kecuali di dalam Islam. Perempuan adalah partner laki-laki. Islam tidak melarang perempuan untuk menduduki jabatan tertinggi di negara. Al-Qur’an sendiri menceritakan tentang Ratu Balqis penguasa Yaman, ibu Nabi Musa ‘Alaihis Salam, Siti Maryam ibu Nabi Isa ‘Alaihis Salam, juga istri-istri Nabi SAW. Ummul Mukminin yang mengajarkan kepada umat tentang dasar-dasar agama Islam.

A: Apa pendapat Anda tentang Menteri Agama?

B: Semoga Allah mengampuninya. Di masa kepemimpinannya, banyak ulama senior Al-Azhar yang disingkirkan dari keanggotaan Majelis Tinggi Urusan Agama, seperti DR. Ahmad Umar Hasyim (Guru Besar Ilmu Hadits Universitas Al-Azhar, red). Para ulama senior Al-Azhar itu disingkirkan dan diganti dengan orang-orang yang tidak berkompeten. Tujuan semua itu adalah untuk menggerus wibawa para ulama, dan menjalankan politik “Orang yang bukan dari golongan kami, maka tidak ada jalan baginya untuk bersama kami”. Ditambah lagi adanya usaha untuk menyingkirkan para ulama Al-Azhar dari masjid-masjid besar dan menggeser mereka ke masjid-masjid kecil pinggiran kota.

A: Bagaimana Anda melihat terkait penggunaan agama dalam politik?

B: Menggunakan agama dalam politik membawa kita kembali ke abad pertengahan. Hal ini akan menyebabkan munculkan pemikiran-pemikiran ekstrem dan peperangan. Inilah yang dilakukan oleh Paus Gereja pada abad pertengahan. Ini sudah diberhangus selama berabad-abad. Karena berpolitik dengan agama dapat menyeret umat Islam ke dalam peperangan sengit. Para politisi islamiyyin saat ini menyalahgunakan agama, sesuai dengan keinginan mereka. Dalam sejarah Islam, slogan-slogan agamis digunakan oleh kaum Khawarij untuk tujuan-tujuan politik melawan Sayyidina Ali r.a. saat mereka menyatakan: “Wahai Ali, hukum hanya milik Allah, bukan milikmu.”

A: Bagaimana menurut Anda mengenai orang-orang yang mencela dan menfitnah di layar televisi atas nama Islam?

B: Mereka telah membahayakan Islam melebihi musuh-musuh Islam sendiri. Tidak ada seorang pun dari mereka yang memiliki kapabilitas keilmuan agama yang mumpuni. Oleh karenanya, amunisi mereka habis untuk berbicara mengenai tema-tema agama. Mereka hanya bisa berbicara mengenai obrolan ringan, peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi, tafsir mimpi, dan materi-materi tarbiyah ringan yang merupakan pondasi pembangun karakter mereka, yang ini semua menyebabkan syariat Islam terasa kering dan merendahkan akhlak.

A: Apakah tindakan para syekh Salafi sesuai dengan pemahaman Islam yang benar?

B: Sangat disayangkan, mereka melaksanakan agenda Wahabi yang berasal dari negara Teluk. Tujuan utamanya adalah untuk menggeser Mesir dari peran kepemimpinannya dalam menyebarkan Islam yang diwakili oleh Al-Azhar. Ada negara Teluk yang bermimpi ingin mengambil peran sentral Mesir, namun terhalang oleh keberadaan Al-Azhar. Oleh karena itu, mereka berpikir pentingnya mendirikan rujukan alternatif atau setidaknya instansi tandingan Al-Azhar. Bertolak dari hal ini, mulai ada upaya untuk menebarkan keraguan ke masyarakat akan keilmuan dan sikap moderat Al-Azhar.

A: Apa pendapat Anda tentang fatwa takfir terhadap siapa pun yang menentang Ikhwanul Muslimin dan Salafi?

B: Fatwa takfir tersebut akan terus muncul selama Ikhwan dan Salafi memimpin Mesir. Mereka melanjutkan kebijakan keamanan yang salah dari rezim sebelumnya.

A: Bagaimana cara menghadapi fatwa tersebut?

B: Caranya dengan memperkuat instansi Al-Azhar, tidak mengucilkan para ulama yang berkompeten, dan melarang berfatwa tanpa ilmu yang mumpuni.

A: Anda adalah orang pertama yang menyerukan perlunya stasiun televisi yang berbicara atas nama Al-Azhar, mengapa?

B: Saya menyerukan hal itu untuk melawan tersebarnya pemahaman-pemahaman dan pemikiran-pemikiran yang salah dari para syekh Salafi dan Ikhwan. Sayangnya, saluran televisi milik mereka telah memasuki rumah orang-orang awam. Dakwah Al-Azhar tidak cukup hanya dilakukan di masjid-masjid. Al-Azhar harus menggunakan sarana dan senjata yang sama dengan mendirikan stasiun televisi yang menyiarkan pemahaman Islam yang benar, yang jauh dari persoalan mazhab-mazhab akidah dan fikih, serta urusan politik. Stasiun ini berdiri secara independen yang diisi oleh para ulama yang ikhlas, tidak mengharapkan ketenaran dan kekayaan, serta mereka harus menjadi panutan umat bukan justru menjadi pengikut kelompok tertentu.

A: Apa hambatan untuk mewujudkan lahirnya stasiun televisi ini?

B: Saya tidak tahu.

A: Apakah Anda pernah menggalang dana untuk mendirikan stasiun televisi Al-Azhar?

B: Saya tidak pernah melakukan hal itu. Saya seorang ulama dan dai. Tugas dan misi saya adalah berdakwah, bukan urusan uang.

A: Mengapa Anda dituduh demikian?

B: Tuduhan ini merupakan rangkaian tuduhan yang dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin dan Salafi yang menuduh saya sebagai orang Syiah dan Sufi, serta saya membela para artis. Entah tuduhan apa lagi selanjutnya.

A: Apakah benar Anda membela artis Ilham Shaheen?

B: Merupakan sebuah kehormatan jika saya membela seorang warga negara Mesir yang dituduh telah berbuat zina. Saya melakukan itu untuk membela reputasi dakwah Islam. Pijakan saya dalam melakukan pembelaan tersebut adalah prinsip dasar Islam, dan saya tidak tahu detail prilaku artis tersebut. Saya senantiasa berbaik sangka kepada seluruh warga Mesir. Itu saya lakukan bukan untuk membela seseorang (artis tersebut, red), namun saya membela dakwah Islam yang terlepas dari tuduhan zina kepada orang lain dengan cara seperti itu.

A: Apa alasan Salafi menyerang Anda?

B: Salafi telah meletakkan saya di kepala mereka. Mereka akan terus menyerang saya sampai saat ini. Itu karena saya terus menjalankan misi untuk mengoreksi pemahaman-pemahaman yang salah tentang ajaran Islam. Hal inilah yang membuat kalangan ekstrimis tidak nyaman. Saya menjalankan misi ini sejak 50 tahun lalu, saat gerakan terorisme mulai merebak yang sekarang ini menjadi satu bagian aneh di tengah-tengah kehidupan kita. Saya mengritik mereka dalam buku-buku yang saya tulis. Saya telah membongkar kedok mereka saat saya menulis buku berjudul “Ahdaaf al-Fikr al-Wahabi wa as-Salafiyah bainan al-Ashil wa ad-Dafiin” (Tujuan Sekte Wahabi Salafi Antara Prinsip Murni dan Agenda Tersembunyi). Saya juga telah menulis buku tentang pemahaman Islam yang benar untuk dikonsumsi kalangan muslim luar negeri, melalui perantara Kementerian Luar Negeri. Semua itu saya perjuangkan sendiri.

A: Bagaimana mereka menyerang Anda?

B: Mereka menyerang saya di mana-mana. Itu dimulai ketika saya mengajar di masjid-masjid, mereka mempersulit keberadaan saya di masjid-masjid tersebut. Demikian juga saat saya mengajar secara khusus kepada para pemuda dan kalangan perempuan. Ditambah lagi, mereka melakukan berbagai ancaman hingga sampai pada pelecehan fisik, menebar tuduhan bohong, dan memalsukan potongan-potongan video dari media demi menggiring opini publik untuk memusuhi saya.

A: Mengapa berbagai ancaman tersebut muncul?

B: Karena saya satu-satunya yang secara nyaring menyuarakan kebenaran menentang pemikiran radikal dan kekerasan bersenjata yang dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin dan Salafi.

A: Apa pendapat Anda tentang Mursyid Ikhwanul Muslimin?

B: Apa yang Anda maksud dengan mursyid? Saya ingin tahu arti spesifik dari kata “mursyid”. Apakah yang Anda maksud mursyid politik atau mursyid agama? Saya tidak tahun, sebenarnya dia mursyid di ranah yang mana.

A: Siapa sebenarnya yang memimpin Mesir?

B: Sangat ruwet dan kacau.

A: Bagaimana menurut Anda terkait Jamaah Amar Ma’ruf Nahi Munkar?

B: Itu adalah kelompok para remaja dari kalangan Salafi yang ingin terkenal di dunia dengan memakai nama Islam.

A: Anda pernah menyatakan bahwa jika jamaah tersebut benar-benar ada, maka perlu dipertanyakan keberadaan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kehakiman, kenapa?

B: Saya tidak bermaksud meremehkan keberadaan kedua menteri tersebut. Akan tetapi, jika organisasi Amar Makruf Nahi Munkar berdiri, maka apa manfaat dan tugas dari Menteri Dalam Negeri dalam menjaga stabilitas keamanan dan Menteri Kehakiman sebagai badan peradilan?

A: Menurut Anda, siapa yang berhak melakukan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar?

B: Sudah tentu para ulama Al-Azhar.

A: Apakah mahasiswa Universitas Al-Azhar terpengaruh dengan pemikiran mereka?

B: Universitas Al-Azhar, dengan manhajnya yang moderat berisi kader-kader salafi dalam jumlah besar. Juga ada upaya untuk meracuni pikiran para mahasiswa Al-Azhar di asrama-asrama Al-Azhar. Hal itu Ikhwan lakukan dengan cara membelikan sebagian buku untuk para mahasiswa. Demikian juga, setiap hari Jumat ada mobil menjemput para mahasiswa dari asrama untuk diantar ke pengajian para syekh Salafi yang tidak henti-hentinya menghina Al-Azhar, hingga para mahasiswa tersebut mendengarkan ceramah yang menyatakan Al-Azhar kafir dan syirik menurut keyakinan mereka. Orang-orang Salafi Wahabi mengafirkan para ulama Al-Azhar. Mereka menuduh Al-Azhar telah mencampurkan bid’ah dan kemusyrikan. Mereka berusaha keras untuk mengubah akidah dan manhaj (metodologi) Al-Azhar dan diganti dengan metodologi badui, hingga Al-Azhar berubah menjadi instansi Wahabi dan sekte Wahabi tegak di bumi Mesir.

A: Apakah menurut Anda ada perbedaan antara sekulerisme, liberalisme, dan kalangan kiri?

B: Tidak ada perbedaan. Semua itu merupakan ideologi politik dan ekonomi yang tidak akan mempengaruhi keberagamaan seseorang selagi dia mengucapkan dua kalimat syahadat. Seorang liberal dan sekuler yang muslim jauh lebih baik daripada orang yang mengaku menegakkan agama Islam. Mereka memiliki pemikiran yang bersih jauh lebih baik daripada para penjual agama. Kata liberal dan sekuler tidak bermakna agama, namun itu hanya ideologi politik semata.

A: Bagaimana Anda melihat tragedi kota Khosus baru-baru ini?

B: Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Al-Azhar dengan para ulamanya dan Gereja dengan para pastornya bekerjasama melawan agresi Ikhwanul Muslimin dan Salafi. Beberapa hari setelah Al-Azhar dilecehkan dengan berdemo di Kantor Grand Shaikh Al-Azhar, terjadi penyerangan terhadap Gereja Katredal. Apa yang bisa kita harapkan dari para pemuda yang terdoktrin oleh Yasir Buhami, Ya’kub, dan Abu Islam?!

A: Meski rezim Mubarak buruk, namun sebagian rakyat Mesir beranggapan bahwa itu masih lebih baik daripada rezim saat ini?

B: Rezim Mubarak tidak semuanya buruk. Mubarak telah berkontribusi dalam membangun militer, perang istinzaf (the war of attrition) dengan Israel, kemenangan Oktober, dan membangun pondasi-pondasi negara seperti jalanan, alat transportasi, dan kota-kota baru. Ya, memang dia melakukan banyak kesalahan, akan tetapi dia merupakan bagian dari sejarah militer Mesir. Adapun sekarang ini, saya sendiri tidak tahu apa yang harus saya katakana tentang Presiden sekarang. (habis)

Sumber: http://www.mosleminfo.com/dr-ahmad-karimah-lawan-paham-radikal-al-azhar-harus-gunakan-televisi-wawancara-eksklusif-bagian-2/
Baca Selanjutnya

DR. Ahmad Karimah: Ikhwan dan Salafi Berusaha Tutup Al-Azhar (Wawancara Eksklusif, bagian 1)


By M N - Sun

Mosleminfo, Kairo - Kemenangan ‘Islamiyyin’ dalam panggung politik Mesir tidak serta merta menggoreskan cerita indah yang enak dilihat. Banyak kalangan Islam sendiri yang gusar dengan ‘politik Islam’ yang coba ditampilkan oleh sebagian politisi yang mengusung jargon ‘Syariat Islam’. Al-Azhar sebagai institusi Islam terbesar di Mesir dan simbol Islam moderat, sering merasa terganggu dengan tindak-tanduk dan pemahaman dangkal kalangan ‘Islamiyyin’ yang terjun ke panggung politik, terhadap Islam itu sendiri.

DR. Ahmad Karimah, Guru Besar Syariah Islam Universitas Al-Azhar Kairo, adalah salah satu pioner kontemporer dalam menangkis gerakan Islam radikal di Mesir. Harian al-Wafd berhasil mewancarai beliau secara eksklusif.

A: Bagaimana Anda membaca panggung politik saat ini?

B: Politik Mesir saat ini serba tidak pasti dan tidak jelas visinya karena kurangnya kejujuran dan transparansi serta tidak ada program dan rencana riil yang dapat memberi nilai plus untuk agama dan tanah air.

A: Apa penilaian Anda terhadap kinerja Presiden Morsi?

B: Saya bukan politisi dan saya tidak dekat dengan para pengambil kebijakan. Penilaian kinerja ini seharusnya ditanyakan kepada lembaga-lembaga negara yang memiliki landasan dan laporan sehingga dapat digunakan untuk menilai secara faktual, bukan hanya sekedar formalitas. Terkait masalah ini, penilaian seseorang secara personal merupakan sebuah kesalahan. Dia bisa berbuat zalim terhadap obyek penilaiannya, atau malah bersikap basa-basi dengan melontarkan pujian kosong. Sebuah bangsa dan negara yang kuat tidak mungkin dibangun dengan kedua sikap salah seperti ini.

A: Bagaimana kinerja pemerintah pimpinan DR. Hisham Qandil?

B: Tidak begitu baik. Mereka dituduh tunduk pada kelompok tertentu yang tidak memiliki keahlian yang cukup untuk kemajuan negeri ini. Ini bukan hanya sekedar omong kosong, namun realitasnya memang demikian. Krisis merajalela, bencana terjadi silih berganti, dan sikap utamanya adalah keras kepala.

A: Apa maksud Anda dengan keras kepala?

B: Sikap politiknya sama persis dengan sikap rezim sebelumnya (era Hosni Mubarak, red) tidak berubah sama sekali. Tidak ada seorang pun dari mereka yang ingin mendengarkan pendapat orang lain. Dia hanya mendengarkan pendapat dirinya sendiri. Sikap inilah yang dipegang oleh Partai yang berkuasa saat ini. Tidak ada perbedaan antara partai penguasa tersebut dengan Partai Nasional pimpinan Hosni Mubarak dalam sikap politiknya. Ada orang-orang di pemerintahan yang tidak cocok untuk mengemban amanah di masa transisi yang memerlukan sosok-sosok berkualitas dan berpengalaman, bukan orang-orang yang hanya sekedar jujur dan mampu membagi-bagikan harta rampasan perang. Beberapa tragedi yang terjadi sudah sangat jelas menegaskan bahwa saat ini Mesir telah menjadi ‘harta rampasan perang’ yang dapat dibagi-bagikan sebagai hadiah.

A: Bagaimana Anda melihat kinerja Jamaah Ikhwanul Muslimin dan Mursyidnya?

B: Saya tidak tahu, apakah yang Anda maksud kinerja dakwah atau kepentingan publik. Terkait urusan Islam, ada sikap yang kontradiktif dan inkonsisten, dengan bukti adanya pinjaman ribawi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, serta kurangnya penghormatan kepada Al-Azhar. Adapun terkait kepentingan publik, tidak ada dampak positif yang dirasakan oleh rakyat jelata. Di era rezim Ikhwanul Muslimin, Mesir berada di bawah dua kekuatan, pedagang agama dan pedagang negara. Keduanya saling berlomba-lomba.

A: Bagaimana Anda melihat kejadian yang menimpa Al-Azhar saat ini?

B: Al-Azhar mengalami hinaan yang belum pernah terjadi dalam sejarahnya, kecuali pada masa Napoleon Bonaparte ketika dia menyerbu Al-Azhar dengan pasukannya. Dan di masa rezim Ikhwanul Muslimin saat ini, para kader mereka menyerbu kantor Grand Shaikh Al-Azhar dengan membawa spanduk penghinaan terhadap Grand Shaikh Al-Azhar DR. Ahmad Tayeb, dan mengepung kantor DR. Osama al-Abd Rektor Universitas Al-Azhar. Ditambah lagi fakta yang terjadi beberapa waktu lalu saat ada acara kenegaraan di Universitas Kairo, salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimin tidak meletakkan kursi khusus yang biasa digunakan pemerintah untuk menyambut Grand Shaikh Al-Azhar.  Itu belum lagi, berbagai pernyataan pedas DR. Oryan (anggota dewan dari partai bentukan IM, red) di MPR yang terus mendiskreditkan Al-Azhar.

A: Apa tujuan Ikhwan terus menerus menyerang Al-Azhar?

B: Tujuannya untuk memperkuat basis politiknya. Sekarang ini, Al-Azhar sudah menjadi target untuk dikuasai agar tunduk kepada Ikhwanul Muslimin, dan menduduki pos-pos tertinggi di instansi Al-Azhar.

A: Bagaimana menurut Anda terkait kejadian keracunan mahasiswa di asrama Al-Azhar?

B: Insiden keracunan tersebut telah dimanfaatkan untuk kepentingan politik, demi mengkriminalisasi Grand Shaikh Al-Azhar, Rektor Universitas Al-Azhar, dan para petinggi Al-Azhar lainnya.

A: Apa bukti semua itu?

B: Buktinya adalah adanya upaya melibatkan langsung Grand Shaikh Al-Azhar dan Rektor Universitas dalam insiden keracunan tersebut. Padahal seharusnya yang dilibatkan adalah DR. Hosam Qandil (Perdana Menteri). Dimana pemerintah saat terjadi insiden keracunan mahasiswa Universitas Alexandria? Dimana mereka ketika terjadi masalah di Misr International University (MIU)? Mengapa yang terdengar santer hanya insiden keracunan mahasiswa Al-Azhar saja?!!

A: Anda pernah mengatakan bahwa ada kesepakatan rahasia antara Salafi dan Ikhwan untuk melengserkan Grand Shaikh Al-Azhar?

B: Sekarang justru hal itu bukan rahasia lagi. Dulu kesepakatan tersebut memang rahasia pada pertemuan Jamaah Salafi yang dipimpin oleh Yasir Burhami. Akan tetapi karena rekamannya bocor ke publik, maka hal itu sudah menjadi konsumsi publik. Namun sayang sekali, belum ada tindakan hukum untuk mengadili orang-orang yang merendahkan institusi Al-Azhar dan Grand Shaikh Al-Azhar.

A: Bagaimana Anda melihat perbedaan antara Ikhwanul Muslimin dan Salafi akhir-akhir ini?

B: Tidak ada perbedaan antara mereka, karena asas dasar mereka sama. Keduanya telah merampas revolusi Januari. Demikian juga keduanya telah bersikap ekstrim melebihi ajaran Islam. Lebih dari itu, Ikhwan Quthbiyyin (pengagum Sayyid Qutub, red) dan Salafi Wahabi kerap mengafirkan orang-orang yang menentang pendapat mereka.

A: Anda mengatakan bahwa Salafi adalah Khawarij zaman ini, kenapa?

B: Menurut sebuah hadis dari Nabi SAW.: “Akan datang pada akhir zaman suatu kaum yang berumur masih muda dan berpikiran sempit. Mereka senantiasa berkata baik. Mereka keluar dari agama Islam, sebagaimana anak panah lepas dari busurnya. Mereka mengajak manusia untuk kembali kepada Al-Quran, padahal mereka sama sekali tidak mengamalkannya. Mereka membaca Al-Quran, namun tidak melebihi kerongkongan mereka. Mereka berasal dari bangsa kita (Arab). Mereka berbicara dengan bahasa kita (bahasa Arab). Kalian akan merasa shalat kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan shalat mereka, dan puasa kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan puasa mereka.”

A: Menurut Anda, yang membahayakan Al-Azhar itu Ikhwanul Muslimin atau Salafi?

B: Kedua-duanya..karena Ikhwanul Muslimin Quthbiyyin dan Salafi Wahabi adalah Khawarij (keluar) dari barisan golongan mayoritas (sawazul a’zam) umat Islam.

A: Apa yang menyebabkan Anda menangis di salah satu acara televisi?

B: Saya memang hanya bisa menangis..saya menangis demi pemahaman Islam yang benar, serta kondisi Mesir saat ini dan masa depannya. Ikhwanul Muslimin dan Salafi telah berhasil membawa kita semua menjadi bagaikan ‘ghutsa’ sail’, dan sebentar lagi Islam ini akan dianggap asing.

A: Apa yang Anda maksud dengan ghutsa’ sail?

B: Maksudnya adalah buih lautan yang tidak berharga dan diperhitungkan sama sekali oleh musuh, apalagi oleh teman sendiri. Para pemuda yang mengikuti Ikhwan dan Salafi mengetahui Islam hanya jenggot lebat tidak perlu dirapikan, celana cingkrang,  dan terompah. Mereka mengetahui pemikiran Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab, sebagai ganti dari belajar ajaran Rasulullah, para sahabat, dan ahli bait. Demikian juga mereka mempelajari ‘Ushul Isyriin’ (20 Asas Dasar) Hasan al-Banna sebagai ganti dari prinsip-prinsip dasar Islam itu sendiri. Sedangkan maksud dari keterasingan Islam adalah semakin redupnya ajaran Islam yang benar. Kesalahan terbesar Ikhwanul Muslimin dan Salafi adalah mengubah ajaran Islam yang benar.

A: Apakah Anda mengkhawatirkan institusi Al-Azhar?

B: Percayalah kepada saya….saya tidak tidur…. saya tahu bahwa Al-Azhar berada di antara dua konspirasi Ikhwanul Muslimin dan keinginan Salafi untuk menutup Al-Azhar. Institusi Al-Azhar ini sudah berumur seribu tahun. Di tangan mereka, Al-Azhar akan dijadikan museum wisata seperti Piramida dan Sphinx, tanpa ada kegiatan ilmiah dan kosong dari ajaran Islam yang benar dan pengetahuan Islam.

A: Sejak kapan Al-Azhar menjadi sasaran?

B: Al-Azhar menjadi sasaran sudah sejak 40 tahun yang lalu, yaitu sejak akhir masa rezim Anwar Sadat. Upaya ini mulai tampak di akhir masa rezim Hosni Mubarak. Tidak perlu diragukan lagi bahwa mereka akan terus menyempurnakan rencana tersebut dengan cara melemahkan peran Al-Azhar. Dan kami tidak akan pernah lupa bahwa para kader Ikhwanul Muslimin mencemarkan nama baik kampus dengan menyimpan milisi-milisi Khairat Syathir pada tahun 2006 untuk kepentingan militer Ikhwanul Muslimin demi meneror semua kalangan dan menunjukkan akan eksistensi militer mereka. Pada saat itu, DR. Ahmad Thayeb menjabat sebagai Rektor Universitas Al-Azhar menegakkan hukum yang berlaku terhadap milisi-milisi Ikhwanul Muslimin tersebut. Mereka tidak akan pernah lupa kejadian tersebut. Sekarang ini, mereka berusaha untuk membuat perhitungan dan membalas dendam terhadap Grand Shaikh Al-Azhar.

A: Apa sebenarnya tujuan di balik pencemaran nama baik kampus pada waktu itu?

B: Itu hanya salah satu rangkaian untuk meruntuhkan Al-Azhar dan menghilangkan kepercayaan terhadap Al-Azhar baik di dalam negeri maupun luar negeri. Juga untuk menghancurkan nama Al-Azhar dan membentuk opini bahwa Al-Azhar asy-Syarif adalah markas pelatihan militer Ikhwanul Muslimin.

A: Apa pendapat Anda mengenai undang-undang obligasi?

B: Undang-undang obligasi hanyalah analgesik (obat penenang) seperti aspirin yang tidak akan memecahkan persoalan ekonomi negara, terlebih transaksi tersebut terlarang. Karena obligasi tersebut akan membahayakan kedaulatan Mesir. Obligasi tersebut juga akan mengancam penjualan dan penggadaian fasilitas-fasilitas umum milik negara, sehingga generasi yang akan datang tidak akan dapat menikmatinya lagi. Hal itu ditambah lagi pasal-pasal terkait undang-undang obligasi ini tidak begitu jelas.

A: Menurut Anda, apakah undang-undang obligasi tersebut tetap akan dijalankan meski ditentang oleh Dewan Ulama Senior?

B: Undang-undang tersebut akan tetap mereka jalankan, baik Dewan Ulama Senior menyetujui maupuan menolaknya.

A: Apa yang melandasi pernyataan Anda bahwa undang-undang tersebut pasti akan dijalankan?

B: Karena Ikhwanul Muslimin hanya mendengarkan dirinya sendiri. Dan hendaknya orang yang merasa menjadi korban sikap mereka ini, menyesali akan hal itu. Mereka sendiriah yang pertama melanggar konstitusi yang mereka buat.

A: Bagaimana maksudnya?

B: MPR tidak mengalihkan pembuatan rancangan undang-undang obligasi ke Dewan Ulama Senior setelah hal itu dibahas oleh Dewan Ulama Senior. Hal ini merupakan pelanggaran Pasal IV UUD, yang menyatakan kewajiban menyampaikan pasal-pasal terkait syariah kepada Dewan Ulama Senior untuk meminta pertimbangannya. Pelanggaran ini merupakan kesempatan emas bagi Partai an-Nuur (partai salafi, red) untuk menegaskan perlawanannya  terhadap Partai Kebebasan dan Keadilan (partai ikhwan, red). Oleh karenanya, Presiden akhirnya menerima usulan Dewan Ulama Senior. Ikhwan dan Salafi telah gagal dalam tes pertama mereka. Permasalahan mereka sebenarnya adalah sikap ekstrim (menambah) dari ajaran Islam, serta tidak menghormati syariah Islam dan Al-Azhar.

Bersambung…
Baca Selanjutnya

Jumat, 29 Juni 2012

[HANYA MAKRUH]



By Kaheel Baba Naheel

س: أنا رجل سعودي أبلغ من العمر حوالي 27 سنة، دخلت السجن وقد لجأت إلى الله في العبادة وإنني أصوم ما يلي: أصوم + الاثنين والخميس من كل أسبوع، وأصوم ثلاثة أيام من كل شهر، وأصوم شهر رجب كاملاً من كل سنة، وأصوم عشر أيام ذي الحجة أي تسعة أيام في عرفة، وأصوم عاشوراء قبله يوم وبعده يوم، وأصوم ستًّا من شوال، وأصوم نصف شعبان

وإن السؤال هو ما يلي

يقال: إن الصيام رمضان فقط والباقي بدعة، وليس يوجد حديث صحيح، علمًا بأنني وجدت حديثًا صحيحًا في كتاب تنبيه الغافلين للشيخ أبي الليث السمرقندي أرجو رد الجواب، هل صيام هذه الأيام صحيح أم بدعة، علمًا بأن زملائي في السجن يقولون: إن هذا بدعة ولا يجوز الصيام فيه


ج: صوم الاثنين والخميس من كل أسبوع وصيام ثلاثة أيام من كل شهر وصوم تسع ذي الحجة وصيام اليوم العاشر من محرم وتصوم يومًا قبله أو يومًا بعده، وصيام ستة أيام من شوال، كل ذلك سنة قد صحت به الأحاديث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، وهكذا صيام النصف الأول من شعبان، وصيامه كله أو أكثره، كله سنة، أما تخصيص اليوم الموافق النصف من شعبان بالصوم فمكروه لا دليل عليه

نسأل الله لك المزيد من التوفيق،

وأما صوم رجب مفردًا فمكروه، وإذا صام بعضه وأفطر بعضه زالت الكراهة. ونسأل الله أن يضاعف مثوبتك ويقبل توبتك

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو / عضو / نائب رئيس اللجنة / الرئيس
عبد الله بن قعود /عبد الله بن غديان / عبد الرزاق عفيفي /عبد العزيز بن عبد الله بن باز

المصدر: فتاوى اللجنة الدائمة


Sumber: http://www.muslmh.com/vb/t256187.html


DISKRIPSI:

”Saya adalah seorang lelaki Saudi yang telah sampai usia kurang lebih 27 tahun. Saya masuk penjara sehingga memaksa saya untuk giat beribadah kepada Allah.

Saya berpuasa sbb:

1. Senin – Kamis disetiap minggu
2. Tiga hari disetiap bulan
3. Full bulan Rajab disetiap tahun
4. 10 hari dibulan Dzulhijjah, maksudnya 9 hari di Arofah
5. Asyuroo’, yaitu sehari sebelum Asyuroo’ dan sehari sesudah Asyuroo’
6. Enam hari dibulan syawal
7. Nisfu Sya’ban

PERTANYAAN ADALAH SBB:

“Dikatakan katanya, sesungguhnya puasa itu hanya dibulan Ramadhan, selainnya itu adalah BID’AH karena tidak ditemukannya hadits yang shohih. Padahal sepengetahuan saya, saya telah menemukan hadits shohih di dalam kitab “TANBIHUL GHOFILIN” milik Syaikh Abi Laits Assamarkand.

Saya mengharap sebuah jawaban, apakah puasa puasa dihari hari ini SHOHIH atau BID’AH?
Karena setahu saya teman teman di penjara pada mengatakan bahwa “SESUNGGUHNYA INI ADALAH BID’AH, TIDAK DIPERBOLEHKAN BERPUASA !!

JAWAB:

Berpuasa hari senin dan kamis disetiap minggu, dan berpuasa 3 hari disetiap bulan, dan berpuasa 9 Dzulhijjah dan berpuasa hari Asyuroo’ dibulan Muharram dan kamu berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya dan berpuasa 6 hari dari bulan Syawal itu semua adalah SUNNAH. Telah ada hadits hadits shohih dari Rasulullah mengenai puasa ini semua.

Begitu juga puasa puasa yang dilakukan diseparuh pertama bulan Sya’ban, berpuasa diseluruh separuh pertama bulan Sya’ban atau lebih ini semua adalah SUNNAH.

Adapun jika mengkhususkan puasa di HARI YANG DITEPATKAN DI SEPARUH BULAN SYA’BAN (nisfu sya’ban) maka hukumnya MAKRUH, karena tidak ada dalil atasnya.

Kami memohon semoga Allah senantiasa melimpahkan Taufiq-Nya kepadamu.
Adapun puasa Rajab yang sendirian itu MAKRUH. Jika itu dilakukan dengan cara sebagian hari puasa dan sebagian hari lainnya tidak, maka hilang hukum MAKRUH nya.

Kami memohon kepada Allah agar melipat gandakan pahalamu dan menerima taubatmu.

Dengan Allah segala Taufiq dan semoga shalawat serta salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

TIM FATWA SAUDI ARABIA

Anggota : Abdullah bin Qu’uud
Anggota : Abdullah bin Gadiyaan
Wakil Ketua: Abdurrazaaq ‘Afifiy
Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Semoga bermanfaat
Salam Aswaja !!

█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s

Baca Selanjutnya

Kamis, 28 Juni 2012

Ini adalah kuburannya Ibrahim bin Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam



By Kaheel Baba Naheel
Ini adalah kuburannya Ibrahim bin Muhammad shalallahu alaihi wa sallam. yang berada di pemakaman BAQI' AL GHORQOD Madinah Al Munawaroh.

Ia dilahirkan dari seorang ibu yang bernama Mariyah Al Qibtiyah.
Ia meninggal dunia dalam usia 16/17/18 bulan.

Seandainya ia hidup hingga dewasa dan berumah tangga hingga mempunyai keturunan, apa kiranya yang terjadi ya?

Atau seandainya Nabi Muhammad sendiri mempunyai saudara kandung laki laki maupun perempuan, bagaimana kira kira ceritanya?

Allah Maha Bijaksana lagi Maha Adil.

Dalam sebuah hadits shohih maupun dhoif, seusai proses penguburan putranya ini, beliau saw menyiramkan air diatas kuburannya.

Berikut petikan kedua hadits tsb:

أخبرنا إبراهيم بن محمد عن جعفر بن محمد عن أبيه قال : " أن النبي صلى الله عليه وسلم رش على قبر ابراهيم ابنه ووضع عليه حصباء
رواه الشافعى

ضعفه الالبانى فى ارواء الغليل 755

Sesungguhnya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam menyiramkan air di atas kuburan Ibrahim putra beliau dan beliau meletakkan kerikil kerikil diatas kuburannya. HR. Imam Syafi’i.

عن عبدالعزيز بن محمد عن عبدالله بن محمد عن أبيه قال: أن النبي صلى الله عليه وسلم رش على قبر ابراهيم ابنه الماء
رواه ابو داود والبيهقى

صححه الالبانى فى سلسلة الصحيحه 3045

Sesungguhnya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam menyiramkan air di atas kuburan putra beliau, Ibrahim. HR. Abu Dawud & Al Baihaqiy.

http://www2.irib.ir/worldservice/arabicradio/Gifs/Gallery/Holy-place/Madineh/madineh-08.jpg

http://i256.photobucket.com/albums/hh196/alsudani_2000/e9a45827.jpg

http://www.alshirazi.net/maqalat/2/015.jpg

http://www.mediafire.com/imgbnc.php/0ad965674101d29b7c2943dfcb65c6b84g.jpg

http://i256.photobucket.com/albums/hh196/alsudani_2000/e9a45827.jpg

masalah keturunan nabi, ini akhi haditsnya:

وروى الطبراني والخطيب عن ابن عباس قال ، قال رسول الله صلى الله صلى الله عليه وسلم ، لم يبعث الله نبيا قط ، الا جعل ذريته من صلبه غيري فان الله جعل ذريتي من ضلب علي ، رضي الله عنه

وروى الإمام احمد والطبراني وأبو يعلى والمحب الطبري ان عمر بن الخطاب ، رضي الله عنه ، خطب إلى علي بن أبي طالب أم كلثوم فاعتل عليه بصغرها ، فقال إني لم أرد الباه ولكني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : كل سبب ونسب منقطع يوم القيامة ما خلا سببي ونسبي ، وكل ولد أب فان عصبتهم لأبيهم ، ما خلا ولد فاطمة ، فاني أنا أبوهم وعصبتهم

واخرج الطبراني عن عمر بن الخطاب عن النبي صلى الله عليه وسلم : ( كل بني أنثى فان عصبتهم لأبيهم ، ما خلا ولد فاطمة ، فاني أنا عصبتهم ، وأنا أبوهم
_____________

lagi haditsnya:

براهيم ابن النبي-صلى الله عليه وسلم-:

أمه مارية القبطية، أهداها له المُقوقس، وُلد بالمدينة في ذي الحجة سنة ثمانٍ، ومات بها سنة عشرٍ وهو ابن سبعة عشر شهراً، أو ثمانية عشر شهراً، وكُسفت الشمسُ يومَ مات، فقال الناس: كُسفت الشمس لموت إبراهيم، فقال -صلى الله عليه وسلم-: (إنّ الشمس والقمر آيتان من آيات الله، لا ينكسفان لموت أحدٍ ولا لحياته

REFERENSI:

رواه البخاري (1052) ( 2/ 627) كتاب الكسوف – باب صلاة الكسوف جماعة، ومسلم (907) ( 2/ 626) كتاب الكسوف- باب ما عرض على النبي في صلاة الكسوف من أمر الجنة والنار، والموطأ (1/186-187). وأبو داود (1181



Wallahu a’lam


Semoga kita senantiasa ingat mati
Demikian baba naheel melaporkan


Baca Selanjutnya

Senin, 25 Juni 2012

IBNU TAIMIAH Vs MUMAMMAD BIN ABDUL WAHAB



By Sholeh Punya
IBNU TAIMIAH Vs MUMAMMAD BIN ABDUL WAHAB

وَأَمَّا أَئِمَّةُ الصُّوفِيَّةِ وَالْمَشَايِخُ الْمَشْهُورُونَ مِنْ الْقُدَمَاءِ : مِثْلُ الْجُنَيْد بْنِ مُحَمَّدٍ وَأَتْبَاعِهِ وَمِثْلُ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ وَأَمْثَالِهِ فَهَؤُلَاءِ مِنْ أَعْظَمِ النَّاسِ لُزُومًا لِلْأَمْرِ وَالنَّهْيِ وَتَوْصِيَةً بِاتِّبَاعِ ذَلِكَ

"Adapun para imam Sufi dan para Syaikh yg dulu dikenal luas, seperti Imam Junaid bin Muhammad beserta pengikutnya, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani serta lainnya. Maka, mereka adalah orang-orang yg paling teguh dlm melaksanakan perintah dan larangan Allah swt."
Majmu' Fatawa Karya Ibnu Taimiah jilid 10 ; hal. 507

____________

من أعظم الناس ضلالا، متصوفة في معكال وغيره، مثل ولد موسى بن جوعان، وسلامة بن مانع وغيرهما، يتبعون مذهب ابن عربي، وابن الفارض؛ وقد ذكر أهل العلم: أن ابن عربي من أئمة أهل مذهب الاتحادية، وهم أغلظ كفرا من اليهود والنصارى، فكل من لم يدخل في دين محمد r ويتبرأ من دين الاتحادية، فهو كافر بريء من الإسلام، ولا تصح الصلاة خلفه، ولا تقبل شهادته

Kaum shufi adalah kelompokn yang paling sesat.
Beberapa ulama shufi seperti Ibn ‘Arabi dan Ibnul Faridh lebih kafir daripada orang Yahudi dan Nashrani.
Orang yang tidak mengikuti dirinya (Muhammad Bin Abdul Wahab) dan tidak melepaskan diri dari tashawuf berarti kafir.
Al -Risalah Al Syahsiyah Karya Muhammad Bin Abdul Wahab Jilid 6
ada juga Di Kitab Al Durar Al Sunniyah Hal 13/51
__________________
* Ibnu Taimiah Bilang ulama' Sufi/tasawuf Adalah : mereka adalah orang-orang yg paling teguh dlm melaksanakan perintah dan larangan Allah swt.bahhkan Dlm jilid 2, hal. 18 Ibnu Taimiyah berkata :"Yang benar, para sufi adalah mujtahidin dlm taat kepada Allah.

*Muhammad Bin Abdul Wahab Bilang ; Kaum shufi adalah kelompokn yang paling sesat

Antara Guru Dan Murid Kok Suka Maen Semprot
Apa Kata Dunia .. .. ??

Baca Selanjutnya

KAJIAN TAWASUL Wahabi Salafiy Vs Wahabi Salafiy



By Sholeh Punya
Di antara yang sering dituduhkan kepada umat adalah syirik bertawasul, ini yang sering di lontarkan wahabi/salafi, benarkah tuduhan itu?
Mari Kita simak Fatwa-fatwa Dedengkot Wahabi Salafiy .... !!!

* Ibnu Taimiyah Ulama Panutan Wahabi Salafiy
Membolehkan Tawasul

- Ibnu Taimiyah ditanya bolehkah bertawasul dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau menjawab:

أَمَّا التَّوَسُّلُ بِالْإِيمَانِ بِهِ وَمَحَبَّتِهِ وَطَاعَتِهِ وَالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ وَبِدُعَائِهِ وَشَفَاعَتِهِ وَنَحْوِ ذَلِكَ مِمَّا هُوَ مِنْ أَفْعَالِهِ وَأَفْعَالِ الْعِبَادِ الْمَأْمُورِ بِهَا فِي حَقِّهِ . فَهُوَ مَشْرُوعٌ بِاتِّفَاقِ الْمُسْلِمِينَ وَكَانَ الصَّحَابَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ يَتَوَسَّلُونَ بِهِ فِي حَيَاتِهِ وَتَوَسَّلُوا بَعْدَ مَوْتِهِ بِالْعَبَّاسِ عَمِّهِ كَمَا كَانُوا يَتَوَسَّلُونَ بِهِ

“Ada pun bertawassul dengan beriman kepadanya (Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Salam), mencintainya, mentaatinya, bershalawat dan salam atasnya, dengan doanya dan syafa’atnya dan yang lainnya, baik bertawassul dengan perbuatannya, dan perbuatan manusia yang diperintahkan sesuai haknya. Maka, itu adalah perbuatan yang disyariatkan sesuai kesepakatan kaum muslimin, dan para sahabat bertawassul dengannya pada masa hidupnya, dan bertawassul kepada Al Abbas, pamannya, setelah kematiannya, sebagaimana dahulu mereka bertawassul dengannya).”

(Majmu’ Al Fatawa, Juz. 1, Hal. 140)

- Ibnu Taimiyah meriwayatkan kisah Abdullah bin Umar ra yg sembuh dari lumpuhnya setelah ber-istighatsah dgn memanggil nama Nabi saw. Dlm kitabnya "al-Kalimut-Thayyib", cet. Darul-Qutub Ilmiah, Beirut 1417 H ; hal. 123, ia berkata :

عن الهيثم بن حنش قال: كنا عند عبد الله بن عمر رضي الله عنهما فخدرت رجله فقال له رجل : اذكر أحب الناس إليك فقال : يا محمد فكأنما نشط من عقال

"Dari al-Haitsam bin Hanasy dia berkata :"Kami
sedang bersama Abdullah bin Umar ra, tatkala tiba-tiba kakinya mendadak lumpuh, maka seseorang menyarankan,"Sebutkan nama orang yg paling kamu cintai!" Maka Abdullah bin Umar berseru,"Ya, Muhammad." maka diapun seakan-akan terlepas dari ikatan (sembuh seketika)."

- Ibnu Taimiyah dalam sebagian kitabnya memperbolehkan tawassul kepada Nabi Muhammad SAW tanpa membedakan apakah Beliau masih hidup atau sudah meninggal. Beliau berkata : “Dengan demikian, diperbolehkan tawassul kepada Nabi Muhammad SAW dalam doa, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi:

أن النبي علم شخصا أن يقول : اللهم إنى أسألك وأتوسل إليك بنبيك محمد نبي يا محمد إنى أتوجه بك إلى ربك فيجلى حاجتى ليقضيها فشفعه فيّ (أخرجه الترميذى وصححه).

Rasulullah s.a.w. mengajari seseorang berdoa: (artinya) “Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dan bertwassul kepada-MU melalui Nabi-Mu Muhammad yang penuh kasih, wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawassul denganmu kepada Allah agar dimudahkan kebutuhanku maka berilah aku sya’faat”. Tawassul seperti ini adalah bagus

(fatawa Ibnu Taimiyah jilid 3 halaman 276)
*************************************
Vs
**************************************
* Muhammad bin Abdul Wahhab
قولهم في الاستسقاء: لا بأس بالتوسل بالصالحين، وقول أحمد: يتوسل بالنبي صلى الله عليه وسلم خاصة، مع قولهم: إنه لا يستغاث بمخلوق، فالفرق ظاهر جدًا، وليس الكلام مما نحن فيه؛ فكون بعض يرخص بالتوسل بالصالحين وبعضهم يخصه بالنبي صلى الله عليه وسلم، وأكثر العلماء ينهى عن ذلك ويكرهه، فهذه المسألة من مسائل الفقه، ولو كان الصواب عندنا: قول الجمهور: إنه مكروه، فلا ننكر على من فعله؛ ولا إنكار في مسائل الاجتهاد، لكن إنكارنا على من دعا لمخلوق أعظم مما يدعو الله تعالى، ويقصد القبر يتضرع عند ضريح الشيخ عبد القادر أو غيره، يطلب فيه تفريج الكربات، وإغاثة اللهفات، وإعطاء الرغبات

“Pendapat mereka tentang masalah Istisqa’: tidak apa-apa bertawassul dengan orang-orang shalih. Pendapat Imam Ahmad: Bertawassul hanya khusus dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bersamaan ucapan mereka: tidak dibolehkan istighatsah (meminta pertolongan) dengan makhluk, dan perbedaannya sangat jelas (antara bertawassul dengan istighatsah, pen), dan ini bukanlah perkataan yang sedang kami bahas.
Kebanyakan Ulama melarang itu dan memakruhkannya, dan masalah ini termasuk permasalahan fiqih. Pendapat yang benar menurut pandangan saya adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama, bahwa hal itu (tawassul dengan orang shalih) adalah makruh. Kami tidak mengingkari orang yang melakukannya, dan tidak ada pengingkaran dalam permasalahn ijtihad. Tetapi yang kami ingkari adalah orang-orang yang lebih mengagungkan permintaan kepada makhluk dibanding kepada Allah Ta’ala, bertadharru’ (merendahkan diri) kepada kuburan, seperti kuburan Syaikh Abdul Qadir Jaelani dan lainnya, berkeluh kesah atas kesulitan di kuburnya, meminta tolong atas rasa dukanya, dan meminta pemberian berbagai keinginannya.

(Fatawa wa Masail, Hal. 68-69, Mausu’ah Ibn Abdil Wahhab)
________________________________________
* Muhammad Nashiruddin Al-Albani

ومن هنا يتبين أن قول بعض الدعاة الإسلاميين اليوم في الأصل الخامس عشر من أصوله العشرين : ( والدعاء إذا قرن بالتوسل إلى الله بأحد من خلقه خلاف فرعي في كيفية الدعاء وليس من مسائل العقيدة ) ليس صحيحا على إطلاقه لما علمت أن في الواقع ما يشهد بأنه خلاف جوهري إذ فيه شرك صريح كما سبق. ولعل مثل هذا القول الذي يهون من أمر هذا الانحراف هو أحد الأسباب التي تدفع بالكثيرين إلى عدم البحث فيه وتحقيق الصواب في أمره مما يؤدي في نهاية المطاف إلى استمرار المبتدعين في بدعهم واستفحال خطرها بينهم

Dari sini (maka) jelaslah bahwasanya ucapan sebagian da'I islam pada hari ini yaitu (tepatnya) pada Ushul 15 dari Ushulnya yang 20: (dan do'a jika disertai dengan tawassul kepada Allah dengan salah satu makhluknya adalah (termasuk) ke dalam khilaf furu'iyah didalam cara berdo'a dan bukanlah termasuk masalah aqidah) tidaklah benar secara mutlak karena telah diketahui pada kenyataannya (hal itu dapat) disaksikan sebagai (masalah yang termasuk) khilaf yang asasi karena didalamnya terdapat syirik yang jelas.

Barangkali ucapan ucapan yang meremehkan penyimpangan inilah sebagai salah satu sebab yang mendorong banyak orang orang menghilangkan pembahasan didalam (masalah ini) dan penelitian (masalah yang benar) tentangnya yang pada akhirnya mengakibatkan ahli bid'ah meneruskan bid'ah mereka dan meneruskan akibat buruk diantara mereka.

(At Tawassul, Anwa'uhu, wa Ahkamuhu (135). Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Maktabah Syamilah)
____________________________________________________
* Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Mengharamkan tawassul dengan para Nabi dan wali, bahkan mereka mengatakan tawassul termasuk salah satu perbuatan syirik.

(Sholeh ibn Fauzan, at Tauhid, h.70 dan Abu Bakar Al Jazairi, Aqidah al Mukmin, h.144)

Dalam kitab Al Muntaqi Min Fatawa Al Fauzan Juz 8 Hal 2 Versi Syamilah Sholeh ibn Fauzan berkata :
Tawasul Adalah MUSYRIQ AKBAR dan barang siapa shalat di belakangnya (ma’mum) maka Shalatnya Tidak Sah

فالذي يتَّخذ التوسُّل بالصَّالحين أو الأولياء أو الأموات على ما اعتاده عبَّاد القبور اليوم، ويستعمل هذا، أو يدَّعي أنَّ هذا أمر جائز؛ فهذا لا تصحُّ الصلاة خلفه؛ لأنه مختلُّ العقيدة، وإذا كان يتوسَّل بالصَّالحين؛ بمعنى أنه يطلُبُ منهم الحوائج وتفريج الكربات وينادي بأسمائهم ويستغيث بهم؛ فهذا مشركٌ الشِّرك الأكبر المخرج من الملَّة؛ فليس بمسلم، فضلاً عن أن يتَّخذ إمامًا لمسجد

*************************
Lihatlah kekejian Fatwa Dedengkot Wahabi Satu Sama lain salim semprot bahkan sampek tahap pengkafiran

* Ibnu taimiah Ulama’ panutan Wahabi “membolehkan Tawasuh” beliau mengatakan " Tawasul Adalah perbuatan yang disyariatkan sesuai kesepakatan kaum muslimin tanpa membedakan apakah apakah Tawasul Nabi Saw Atau Para Auliya' masih hidup atau sudah meninggal...!!!

* Si Wahabi (( Muhammad bin Abdul Wahab , Al Bani , Sholeh Fauzan )) berkata: "Tawasul Adalah Musyriq “

Hadeeeeeeeeeeeeeeeh ...!!!

Baca Selanjutnya

BERMULA DARI SEBUAH MIMPI



By Kahel Baba Naheel
EPISODE XVIII
Kajian: TABARRUK


BERMULA DARI SEBUAH MIMPI

حدثنا أبو بكر بن إسحاق الفقيه ، وعلي بن حمشاذ العدل قالا : ثنا بشر بن موسى ، ثنا الحميدي ، ثنا سفيان قال : سمعت يحيى بن سعيد يحدث عن سعيد بن المسيب قال

: قالت عائشة رضي الله عنها

رأيت كأن ثلاثة أقمار سقطت في حجرتي ، فسألت أبا بكر رضي الله عنه ، فقال : يا عائشة ، إن تصدق رؤياك يدفن في بيتك خير أهل الأرض ثلاثة ، فلما قبض رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم ودفن قال لي أبو بكر : يا عائشة ، هذا خير أقمارك ، وهو أحدها
رواه الحاكم فى المستدرك على الصحيحين


وقال الحاكم: هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ، ولم يخرجاه


Aisyah radhiyallahu anha menuturkan:

Pada suatu hari aku bermimpi melihat tiga bulan jatuh dikamarku.
Lalu aku bertanya kepada Abu Bakar r.a tentang mimpi itu,
beliau berkata:

Wahai putriku Aisyah, jika mimpimu itu benar maka akan dikebumikan didalam rumahmu tiga orang terbaik dari penduduk bumi ini,
Kemudian disaat Rasulullah wafat dan ternyata dikebumikan didalam kamar rumahku, Abu Bakar berkata kepadaku:

Inilah orang yang terbaik dari rembulan rembulanmu itu, dan beliau adalah salah satunya.
HR. Hakim
______________________

Seperti yang kita ketahui, bahwa akhir dari cerita mimpi Aisyah r.a, tersebut adalah 3 jasad mulia yang dikuburkan didalam kamar rumah beliau adalah:

1. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam
2. Abu Bakar Asshiddiq radhiyallahu anhu
3. Umar bin Khattab radhiyallahu anhu

Dalam buku sejarah yang pernah saya baca bahwa, Nabi secara tegas dimakamkan dikamar Aisyah adalah karena sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar
Lalu Abu Bakar menjadi berikutnya yang di makamkan dikamar itu pula aku temukan riwayat sbb

الحجرة النبوية الشريفة

هي حجرة عائشة بنت أبي بكر التي كانت تسكنه مع النبي محمد، وهي التي دُفِن فيها بعد وفاته. ثم دفن فيها بعد ذلك أبو بكر الصديق سنة 13 هـ وكان قد أوصى عائشة أن يدفن إلى جانب رفيقه رسول الإسلام محمد، فلما توفي حفر لهُ وجعل رأسه عند كتفي الرسول

كتاب طبقات ابن سعد (3/209


KAMAR NABI YANG MULIA

Adalah kamar Aisyah binti Abu Bakar yang di tempati bersama Nabi Muhammad saw
Dan dikamar itulah yang akhirnya dikuburkan didalamnya jasad Nabi Muhammad setelah meninggal. Kemudian setelah itu Abu Bakar Asshiddiq pada tahun 13 H.

Beliau telah berwasiat kepada Aisyah agar kelak di kuburkan di sisi sahabatnya, yaitu Utusan Islam Muhammad. Kemudian disaat beliau wafat, di galilah untuknya ditempat itu dengan posisi kepala beliau sejajar dengan bahu/pundak Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Ibnu Sa’d: 3/209
________________________________

Apakah gerangan yang mendorong Abu Bakar agar ia di makamkan di sisi sahabat sejatinya yakni Rasulullah saw…?
Barangkali akan berdampak positif di alam kuburnya…?
Allahu a’lam

Kemudian yang ke-3 adalah perjuangann Umar bin khattab.

Dalam banyak hadits diceritakan bahwa beliau menjelang ajal nya mengutus putranya yaitu Abdullah bin Umar untuk menghadap kepada Ummul mu’minin Aisyah r.a untuk menyampaikan salam beliau dan memohon izin nya agar nanti bisa dikuburkan dikamar itu pula yaitu bersanding dengan kedua sahabat tercintanya itu, namun meski asalnya Aisyah tidak mengizinkannya dengan alasan, bahwa tempat tersebut sudah ia kapling sendiri yang ia persiapkan untuk tempat peristirahatan terakhirnya sendiri akhirnya di izinkanlah Umar bin Khattab dikuburkan disitu, diberikanlah lokasi itu kepada Amirul Mu’minin Umar bin Khattab.

Hadits lengkapnya bisa anda lihat disini:

http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=0&ID=891&idfrom=1320&idto=1325&bookid=0&startno=5


Lalu yang menarik disini adalah penggalan dari ungkapan beliau disaat izin Aisyah r.a itu dikeluarkan, sbb

قال ما كان شيء أهم إلي من ذلك المضجع


Sayyidina Umar berkata:

Tidak ada sesuatu yang paling berharga bagiku daripada lokasi tempat peristirahatan terakhirku itu……

Kemudian akhirnya dikuburkanlah Umar bin Khattab dengan posisi, kepala beliau sejajar dengan bahu/pundak Abu Bakar Asshiddiq r.a
_______________________

Apa yang ada dalam benak beliau sehingga sangat dan sangat menginginkan dikubur bersanding dengan kedua sahabat sejatinya itu…?
Apakah bermanfaat bagi nya di alam kubur…?
Apakah ini bisa diakatakan TABARRUK…?


Wallahu a’lam

Semoga kita senantiasa bisa berkumpul bersama orang orang sholih dan selalu bisa mendapatkan doa dan ilmu-ilmu mereka. Amin


Semoga bermanfaat
Salam Aswaja

©Scan Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s


Baca Selanjutnya

Kamis, 21 Juni 2012

KAJIAN: Syekh Albani Versus Imam Nawawi


By Kaheel Baba Naheel
EPISODE VI

KAJIAN: Syekh Albani Versus Imam Nawawi

Scan kitab FATAWA AL ALBANI hlm.615


Terjemah



[PEMBACAAN BASMALAH ATAS HIDANGAN]



PERTANYAAN:”Bagaimana sifat bacaan Basmalah atas hidangan makan?”


SYEKH MENJAWAB:”Telah datang sebuah hadits dari Nabi shalallahu alaihi wasallam bahwa nabi pernah bersabda:”


“Wahai anak muda, jika kamu hendak makan, ucapkanlah “BISMILLAH”.

Kemudian makanlah dengan tangan kananmu!
Dan makanlah apa yang ada disandingmu!

Dalam hadits ini menunjukkan bahwa SUNNAH nya baca basmalah atas hidangan, yaitu (redaksinya):


“BISMILLAH” saja.


Dan juga hadits marfu’ yang senada dengan itu yang bersumber dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha yang berbunyi:


“Jika salah satu dari kalian akan makan sebuah hidangan, hendaklah mengucapkan “BISMILLAH”, namun jika lupa dari awal makan, maka ucapkanlah:

“BISMILLAH FI AWWALIHI WA AKHIRIHI”

Alhafidz (ibnu hajar?) menuturkan:


“Adapun pendapat Imam Nawawi mengenai ini yang tertuang dalam kitab AL ADZKAR- BAB ETIKA MAKAN- yaitu:


Sifat basmalah dari hal yang paling penting yang harus diketahui adalah:

LEBIH AFDHOL nya seorang itu mengucapkan:
“BISMILLAHIR ROHMANNIRROHIIM”.

Namun bila dia mengucapkan “BISMILLAH” saja, maka dia sudah cukup dan dia juga sudah mendapatkan ke SUNNAHAN. Saya (alhafidz) disini belum pernah tahu dalil khusus mengenai ”YANG PALING UTAMA” dalam mengucapkan basmalah atas hidangan.



SAYA (syekh albani) BERPENDAPAT:


“Tidak ada yang paling utama daripada ke SUNNAHAN nya nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. “SEBAIK BAIKNYA PETUNJUK ADALAH PENTUNJUKKNYA NABI MUHAMMAD saw”.


Jika tidak ada lagi ketetapan dari nabi mengenai basmalah atas hidangan kecuali dengan redaksi bacaan “BISMILLAH” ?? maka tidak boleh bagi seorang menambah-nambahi lagi, dengan alasan tambahannya itu lebih utama dari redaksi ucapan nabi (bismillah) karena hal itu menyelisihi apa yang telah saya singgung tadi, yaitu sebuah hadits yang berbunyi:”

“SEBAIK BAIKNYA PETUNJUK ADALAH PENTUNJUKKNYA NABI MUHAMMAD shalallahu alaihi wasallam”.


Semoga bermanfaat

Salam Aswaja !!



©Scan Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║


Baca Selanjutnya

Senin, 30 April 2012

EPISODE IV KAJIAN ETIKA ZIARAH KUBUR




EPISODE IV

KAJIAN ETIKA ZIARAH KUBUR

Scan kitab FATAWA ABDULLAH BIN BAZ hlm.476

Terjemah:

Pertanyaan no.624:”Apakah dilarang ketika berdoa untuk mayit dengan menghadap ke kuburannya?”

JAWABAN:”Tidak dilarang !! bahkan mendoakan mayit dengan menghadap kiblat atau menghadap kuburnya itu terserah. Karena Nabi Muhammad saw pernah pada suatu hari setelah prosesi pemakaman beliau berdiri diatas kuburnya dan bersabda:
“Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian ini, dan mintakanlah ketetapan imannya, karena dia sekarang sedang di tanyai (oleh malaikat-pent).
Dalam kejadian ini Nabi saw tidak mengatakan:
“Menghadaplah kalian ke arah kiblat…..!! (kemudian berdoa-pent)
Oleh sebab itu, maka semuanya boleh, entah itu menghadap kiblat atau menghadap kuburan. Dan para sahabatpun telah berdoa untuk mayit dengan berkumpul disekitar kuburannya.
-------------------------S E L E S A I--------------------------------

Yang mosting berkata:
Fatwa diatas menurutku moderat sekali, karena selama ini yang pernah aku dengar dan aku baca adalah, jika berdoa (dimana saja dan untuk siapa saja) itu dianjurkan menghadap ke arah kiblat karena itu adalah sunnah nabi dan barangsiapa yang menyelisihinya maka dia bid’ah dls.

Namun praktiknya, disaat saya dan orang lain berziarah ke makam-makam besar di Makkah maupun Madinah, wabil khusus ke makam baginda nabi besar Muhammad shalallahu alaihi wa sallam baru mengucapkan salam dan hendak menengadahkan tangan guna untuk berdoa, sudah di cegah dan dihardik seraya menyuruh untuk menghadap ke kiblat. Dalam hati saya, apakah mereka para askar penjaga makam ini tidak mengetahui fatwa ulama’nya diatas ini, atau memang ada fatwa lain lagi mengenai ini?

Ataukah mereka ma’rifat billah sehingga mengetahui doa para peziarah, mana yang diperuntukkan kepada ahli kubur dan mana doa yang diperuntukkan untuk kepentingan lain, misalnya doa untuk pribadi atau mendoakan sanak famili?”

Atau mereka mengKlain bahwa orang yang berdoa dengan menghadap ke kuburannya Rasul atau yang lain disaat berziarah adalah meminta pada penghuni kubur atau bahasa lainnya adalah syirik meminta kepada selainnya Allah?”

Namun yang paling berat bagi saya adalah, disaat saya berziarah ke makam nabi melalui depan pintu makam dengan posisi pas menghadap ke arah pintu yang bertuliskan “disini Rasulullah (ke utara) seakan akan saya menghadap ke arah nabi persis, oleh askar disuruh menghadap ke kiblat (ke selatan) sehingga saya membelakangi makam, seakan akan saya membelakangi Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

Astaghfirullah hal adhiim….

Sungguh memperihatinkan…


Semoga bermanfaat
Salam Aswaja !!

©Scan Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s

Baca Selanjutnya

Sabtu, 28 April 2012

BERIKUT TAFSIR KITAB-KITAB ULAMA



BERIKUT TAFSIR KITAB-KITAB ULAMA'

Mengenai ayat tentang

MANHAJ FIR'AUN, TUHAN BERTEMPAT DI LANGIT.

Saat Fir’aun mencoba meraba apa yang telah disampaikan oleh Nabi Musa alaihis salam saat musa di tanya siapa Tuhanmu, dan musa menjawab bahwa Tuhan Nabi Musa adalah “Tuhan yang memiliki langit dan bumi”.

Fir’aun mencoba dengan ber sangka-sangka di mana keberadaan Tuhan Musa itu.

Berangkat dari pikiran sempitnya yang menyangka “setiap yang ada pasti punya tempat”. dan pilihan yang ada cuma dua yakni di langit atau di bumi, dan bila di bumi tentu Nabi Musa as telah menunjukkan keberadaan Tuhannya.

Tapi nyata nya di bumi tidak ada.

Maka Fir’aun menyangka bahwa jika Tuhan Musa tidak di bumi, barangkali ada di langit.

Fir'aun yang telah termakan dengan asumsi nya sendiri yang salah kaprah, ia mencoba membuktikan keberadaan Tuhan Musa yang ia sangka bertempat di langit, sehingga ia perintahkan Haman untuk membangun bangunan yang tinggi, agar ia bisa melihat Tuhan Nabi Musa, sebagaimana di ceritakan dalam Al-Quran Surat Ghafir ayat 36-37 :


وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ (36) أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا وَكَذَلِكَزُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُعَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِي تَبَابٍ (37)


“Dan berkatalah Fir`aun:“Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu [36] (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan nya Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”. Demikianlah dijadikan Fir`aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir`aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian [37]“.


Imam Ar-Razi [606 H] dalam mentafsirkan ayat ini menyatakan ada 4 masalah yang dipahami oleh golongan musyabbihah dari ayat ini :

وفي الآية مسائل
المسألة الأولى : احتج الجمع الكثير من المشبهة بهذه الآية في إثبات أن الله في السموات وقرروا ذلك من وجوه الأول : أن فرعون كان من المنكرين لوجود الله ، وكل ما يذكره في صفات الله تعالى فذلك إنما يذكره لأجل أنه سمع أن موسى يصف الله بذلك ، فهو أيضاً يذكرهكما سمعه ، فلولا أنه سمع موسى يصف الله بأنه موجود في السماء وإلا لما طلبه في السماء ، الوجه الثاني : أنه قال وإني لأظنه كاذباً ،ولم يبين أنه كاذب فيماذا ، والمذكور السابق متعين لصرف الكلام إليه فكأن التقدير فأطلع إلى الإله الذي يزعم موسى أنه موجود في السماء ،ثم قال : { وَإِنّى لأَظُنُّهُ كاذبا } أي وإني لأظن موسىكاذباً في إدعائه أن الإله موجود في السماء ، وذلك يدلعلى أن دين موسى هو أن الإله موجود في السماء الوجه الثالث : العلم بأنه لو وجد إله لكان موجوداً في السماء علم بديهي متقرر في كل العقول ولذلك فإن الصبيان إذا تضرعوا إلى الله رفعوا وجوههم وأيديهم إلى السماء، وإن فرعون مع نهاية كفره لما طلب الإله فقد طلبه في السماء ،وهذا يدل على أن العلم بأن الإله موجود في السماء علم متقرر في عقل الصديق والزنديق والملحد والموحد والعالم والجاهل .
فهذا جملة استدلالات المشبهة بهذه الآية


“Dan dalam ayat tersebut ada beberapa masalah.

Masalah pertama , kebanyakan golongan Musyabbihah (menyamakan Tuhan dengan makhluk) berhujjah dengan ayat ini dalam menyebutkan (Itsbat) bahwa Allah di langit, dan mereka menjelaskan nya dengan bermacam alasan :


Alasan pertama :

Sesungguhnya Fir’aun adalah dari pada pengingkar bagi ada (wujud) Allah, dan semua yang ia sebutkan tentang sifat Allah itu sungguh karena bahwa ia mendengar dari Nabi Musa as yang menyatakan bahwa sesungguhnya Allah ada di langit, seandainya bukan demikian, kenapa juga Fir’aun mencari Tuhan ke langit.


Alasan kedua :

Fir’aun berkata: “sungguh aku yakin Musa seorang pendusta” dan ia tidak menyatakan tentang apa Musa berdusta, alasan di atas (alasan pertama) memastikan maksud Fir’aun adalah Musa berdusta tentang keberadaan Tuhan di langit, seolah-olah Fir’aun berkata : “maka aku lihat Tuhan yang di anggap oleh Musa sesungguhnya Dia (Tuhan) ada di langit”, kemudian Fir’aun berkata :“sungguh saya yakin Musa seorang pendusta” yakni “sungguh aku yakin Musa berdusta tentang anggapan nya bahwa Tuhan ada di langit”, dan itu menunjukkan bahwa agama Musa adalah Allah ada di langit.


Alasan ketiga :

pengetahuan bahwa “kalau Tuhan ada, sungguh Dia ada di langit” adalah ilmu badihi (pengetahuan yang datang sendiri dan mustahil di tolak atau Fitrah) yang terdapat pada setiap akal, karena itu anak kecil saja apabila tunduk kepada Allah ia mengangkat wajah dan tangan nya ke langit, dan bahkan Fir’aun pun sedangkan ia sangat kufur, manakala ia mencari Tuhan, maka ia cari ke langit, dan ini menunjukkan sungguh mengetahui Tuhan ada dilangit adalah ilmu yang terdapat pada akal orang yang benar, dan Zindik, dan Mulhid, dan Muwahhid, dan Alim dan Jahil. Inilah kesimpulan cara berdalil kaum Musyabbihat dengan ayat ini” [Lihat Tafsir Al-Kabir Ar-Razi, surat Ghafir : ayat 36-37] .

Dan Imam Ar-Razi pun telah menjawab tiga alasan kaum Musyabbihah di atas, dalam Tafsir nya.

Imam Ar-Razi telah menjawab tiga alasan kaum Musyabbihah dalam berdalil dengan ayat tersebut, ini lanjutan dari tafsir Ar-Razi di atas :

والجواب :
أن هؤلاء الجهال يكفيهم في كمال الخزي والضلال أن جعلوا قول فرعون اللعين حجة لهم على صحة دينهم ، وأما موسى عليه السلام فإنه لم يزد في تعريف إله العالم على ذكر صفة الخلاقية فقال في سورة طه { رَبُّنَا الذى أعطى كُلَّ شَىء خَلْقَهُ ثُمَّ هدى} [ طه : 50 ] وقال في سورة الشعراء { رَبُّكُمْ وَرَبُّءابَائِكُمُ الأولين * رَبُّ المشرق والمغرب وَمَا بَيْنَهُمَا } [ الشعراء : 26 ، 28] فظهر أن تعريف ذات الله بكونه في السماء دين فرعون وتعريفه بالخلاقية والموجودية دين موسى ، فمن قال بالأول كان على دين فرعون ، ومن قال بالثاني كان على دين موسى ، ثم نقول لا نسلم أن كل ما يقوله فرعون في صفاتالله تعالى فذلك قد سمعه من موسى عليه السلام ، بل لعله كان على دين المشبهة فكان يعتقد أن الإله لو كان موجوداً لكان حاصلاً في السماء ، فهو إنما ذكر هذا الاعتقاد من قبل نفسه لا لأجل أنه قد سمعه من موسى عليه السلام .
وأما قوله { وَإِنّى لأَظُنُّهُ كاذبا } فنقول لعله لما سمع موسى عليه السلام قال : { رَبّالسموات والأرض } ظن أنه عنى به أنه رب السموات ، كما يقال للواحد منا إنهرب الدار بمعنى كونه ساكناً فيه ،فلما غلب على ظنه ذلك حكى عنه ، وهذاليس بمستبعد ،فإن فرعون كان بلغ في الجهل والحماقة إلى حيث لا يبعد نسبة هذا الخيال إليه ، فإن استبعد الخصم نسبة هذا الخيال إليه كان ذلك لائقاً بهم ، لأنهم لما كانوا على دين فرعون وجب عليهم تعظيمه . وأما قوله إن فطرة فرعون شهدت بأن الإله لوكان موجوداً لكان في السماء ، قلنا نحن لا ننكر أن فطرة أكثر الناس تخيل إليهم صحة ذلك لا سيما من بلغ في الحماقة إلى درجة فرعون فثبت أن هذا الكلام ساقط .
“Jawab :

Sesungguhnya mereka (Musyabbihah) adalah orang-orang yang jahil, yang membuat mereka semakin lengkap dalam kehinaan dan kesesatan, oleh karena mereka telah menjadikan perkataan Fir’aun yang terlaknat, sebagai dalil mereka atas kebenaran agama mereka, sementara Nabi Musa as dalam memperkenalkan Tuhan, tidak lebih dari sekedar menyebutkan sifat penciptaan, sebagaimana dalam surat Thoha :50 “Tuhan kita adalah yang memberikan tiap sesuatu bagi makhluk-Nya kemudian memberi petunjuk” dan sebagaimana dalam surat Asy-Syu’ara ayat 26, 28 “Tuhan kalian dan Tuhan bapak kalian yang terdahulu – Tuhan timur dan barat dan diantara kedua nya”

Maka nyatalah bahwa memperkenalkan Tuhan dengan keadaannya di langit adalah keyakinan i'tiqod Fir’aun, dan memperkenalkan Tuhan dengan penciptaan dan makhluk adalah agama Nabi Musa, siapa yang berpendapat dengan yang pertama, adalah ia di atas keyakinan Fir’aun, dan siapa yang berpendapat dengan yang kedua, adalah ia di atas agama Nabi Musa,

kemudian kita menjawab : kita tidak bisa menerima bahwa semua yang disebutkan Fir’aun tentang sifat Allah ta’ala karena ia pernah mendengar dari Nabi Musa as, tapi karena Fir’aun berada dalam persangkaan Musyabbihah, maka tentu ia berkeyakinan jika memang Tuhan ada, pasti Dia berada di langit, maka keyakinan Fir’aun ini sungguh datang dari diri nya, bukan karena mendengar dari Nabi Musa, adapun perkataan Fir’aun “sungguh aku yakin Musa adalah pendusta” maka kita jawab,

ketika Fir’aun mendengar Nabi Musa berkata “Tuhanku Tuhan Pencipta langit dan bumi” lalu Fir’aun menyangka maksud Nabi Musa as bahwa Tuhan nya menetap di langit, sama seperti ungkapan “dia yang punya rumah ini” maksud nya dia tinggal dirumah itu.

Ketika Fir’aun semakin yakin dengan sangkaan nya maka ia sebutkan asumsi nya, dan ini terjadi, karena Fir’aun adalah sangat jahil sehingga wajar berasumsi demikian kepada nya, bila ada yang bilang tidak mungkin Fir’aun berasumsi demikian, itu karena asumsi tersebut layak dengan mereka, ketika mereka berada di atas keyakinan Fir’aun, tentu mereka sangat menghargai apa yang jadi persangkaan Fir’aun itu, dan adapun alasan Musyabbihhah “sesungguhnya fitrah Fir’aun bersaksi bahwa Tuhan kalau Dia ada sungguh Dia berada di langit”

maka kita jawab: kita tidak mengingkari bahwa fitrah kebanyakan manusia menyangka benar demikian, apa lagi orang yang kejahilannya telah setingkat kejahilan Fir’aun, maka alasan fitrah tidak bisa menjadi alasan yang dapat di terima ” . [Lihat Tafsir Ar-Razi, surat Ghafir : ayat 36-37]

Imam Abu Mansur Al-Maturidi berkata :

للمشبهة تعلق بظاهر هذه الآية يقولون: لولا أن موسى – عليه السلام – كان ذكر وأخبر فرعون: أن الإله في السماء، وإلا لما أمر فرعون هامان أن يبني له مايصعد به إلى السماء ويطلع على إله موسى على ما قال تعالى خبراً عن اللعين.
لكنا نقول: لا حجة لهم؛ فإنه جائز أن يكون هذا من بعض التمويهات التي كانت منه على قومه في أمر موسى – عليه السلام

“Kaum Musyabbihah [menyerupakan Allah dengan makhluk] berpegang dengan dhohir ayat ini, mereka beralasan : Seandainya bukan karena Musa as telah menyebut dan memberitahu Fir’aun bahwa Tuhan di atas langit, sungguh Fir’aun tidak menyuruh Haman membangun bangunan agar ia dapat naik ke langit dan melihat Tuhan Nabi Musa, sebagaimana Firman Allah menceritakan pernyataan Fir’aun [Al-La'in].

Tetapi kita menjawab : Tidak ada dalil yang jelas bagi mereka, karena sebenarnya pernyataan Fir’aun tersebut sebagian dari kedustaan atau kepura-puraan Fir’aun kepada kaum nya tentang Musa as”.
[Lihat Tafsir Ta'wilat Ahlus Sunnah surat Ghafir ayat 37].


Imam Al-Qusyairi [465 H] berkata :

ولو لم يكن من المضاهاة بين مَنْ قال إن المعبودَ في السماء وبين الكافر إلا هذا لكفي به خِزْياً لمذهبم . وقد غَلِطَفرعونُ حين تَوَهَّمَ أنَّ المعبودَ في السماء ، ولو كان في السماء لكان فرعونُ مُصِيباً في طَلَبِه من السماء .
قوله جل ذكره : { وَكَذَالِكَ زُيِّنَلِفِرْعَوْنَ سُوءُعَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلاَّ فِى تَبَابٍ } .
أخبر أنَّ اعتقادَه بأنَّ المعبودَ فيالسماء خطأٌ ، وأنَّهبذلك مصدودٌ عن سبيل الله

“Tiada persamaan antara orang yang berkata bahwa Tuhan di langit dengan orang Kafir [yang menyembah berhala di bumi] kecuali mereka [sama-sama meyangka Tuhan bertempat], sungguh cukup dengan ini, kehinaan pendapat mereka (kaum musyabihah yang menganggap Tuhan Bertempat). Dan sungguh Fir’aun salah sangka ketika memahami bahwa Tuhan di langit, seandainya benar Tuhan di langit, sungguh Fir’aun benar pada mencari Tuhan ke langit, sementara pada Firman Allah selanjutnya, Allah Berfirman dengan pernyataan

وَكَذَالِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِوَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلاَّ فِى تَبَابٍ

Allah menyatakan bahwa i’tiqad Fir’aun (“Tuhan di langit”) itu adalah persangkaan yang salah, dan dengan demikian ia pun tertutup dari jalan Allah”.
[Lihat Tafsir Lathaif Al-Isyarat surat Ghafir ayat 37] .


TAFSIR At-Thabrani [360 H] berkata :

وَإِنِّي لأَظُنُّهُ كَاذِباً ، أي إني لأظن موسى كَاذِباً فيما يقولُ إنَّ له ربّاًفي السَّماء
“وَإِنِّي لأَظُنُّهُ كَاذِباً

Maksud nya, sungguh aku yakin Musa berdusta pada pernyataan nya bahwa bagi nya ada Tuhan di langit“.
[Lihat Tafsir At-Thabrani surat Ghafir ayat 37].


Di sini biasanya mereka yang berkeyakinan musyabihah mencoba mencari celah dengan menuliskan sebagian saja, atau memotong kutipan tafsir, untuk membenarkan pernyataan mereka pada artikel yang mereka tulis.

Padahal selanjutnya Imam At-Thabrani menjelaskan siapa yang meyakini Tuhan di langit.

ولما قالَ موسى: ربُّ السَّماواتِ، فظنَّ فرعون بجهلهِ واعتقاده الباطل أنه لَمَّا لَم يُرَ في الأرضأنه في السماء


“Dan mana kala Nabi Musa berkata : Robbu As-Samawat, Fir’aun menyangka dengan kejahilannya dan i’tiqad nya yang bathil, bahwa ketika Tuhan Nabi Musa tidak ada di bumi, pastilah Dia di langit“.
[Lihat Tafsir At-Thabrani surat Ghafir ayat 37].

KESIMPULAN

Manhaj Fir’aun adalah Manhaj nya orang-orang yang meyakini Allah bertempat di langit, karena Fir’aun orang yang menduga Allah bertempat di langit, hanya saja Fir’aun tidak percaya adanya Allah karena dirinya tidak bisa membuktikan sendiri dengan cara naik ke langit.

Ajaran Nabi Musa tidak mengajarkan keyakinan Tuhan berada di langit, tapi itu hanya salah kaprah Fir’aun dalam memahami apa yang disampaikan oleh Nabi Musa.

Subhanaka Robbi Izzati Amma Yashifun.

Wabillahi taufiq walhidayah wa ridho wal inayah

Wallahu'alam bis showab

Baca Selanjutnya

MAKAM RASULULLAH SAW

MAKAM RASULULLAH SAW

oleh Kaheel Baba Naheel pada 27 April 2012 pukul 23:28 ·
Inilah pintu depan makam Rasulullah saw, Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar radhiyallahu anhuma.



Nah jika kita mencoba mengintip dari celah jeruji atau pagar pelindung dari sisi mana saja, maka anda akan melihat bangunan lagi yang di tutup dengan kelambu penuh tulisan kaligrafi yang berwarna hijau bermotif merah.

Inilah gambar itu:




Sehingga sebenarnya dzat dari kuburan Nabi sendiri itu tidak bisa dilihat secara langsung.

dan ini gambar gambar dari sisi lain:








Semoga CATATAN saya ini bisa memberi pecerahan terhadap beredarnya gambar gambar makam Nabi yang di nilai syubhat.
Saya berani bertanggung jawab atas kebenaran gambar gambar ini.

Beruntunglah kalian yang terTandai dalam catatanku ini.
Semoga bermanfaat
Salam Aswaja !!

Limited Edition
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s
· · · Bagikan
Baca Selanjutnya