![]() |
| FirQotun Najiyah |
Senin, 16 April 2012
MENGENAL SEKTE-SEKTE DISEKELILING KITA
Bid’ah bid’ah di Masjidil Haram? [tanda Tanya]
![]() |
| Masjidil Harom |
By Kaheel Baba Naheel
Bid’ah bid’ah di Masjidil Haram? [tanda Tanya]
الســـــــــــــــــــــــ
Bismillahirrahmanirrahim…
Dulu saya disini posting sebuah pembahasan yang menyangkut dengan Masjidil Haram Makkah Al Mukarromah yang telah menjadi barometer banyak orang.
YANG PERTAMA yaitu gaya shalat tarawih disana yang menggunakan komposisi 10 salaman, yakni 20 rakaat dengan formasi 2-2-2 dst…. Kemudian ditambah witir 3 rakaat dengan komposisi 2 salaman, formasi 2-1.
Ternyata gaya shalat tarawih diatas ada yang mengatakan kurang shohih dasar hadits nya, berikut pembahasannya:
http://www.facebook.com/
YANG KEDUA yaitu formasi barisan shalat yang dilakukan di Masjidil Haram itu melingkar, yakni melingkar mengitari Baitullah atau Ka’bah. Benarkah gaya formasi tersebut dilakukan oleh nabi dulu disaat Fathul Makkah atau Haji Wada’?, berikut pembahasannya:
http://www.facebook.com/
YANG KETIGA yaitu adzan 2x di hari jum’at yang dilakukan di Masjidil Haram itu ternyata ada yang mengatakan terang terangan bahwa itu “BID’AH” dan juga ada yang mengatakan dengan halus, yakni sudah tidak relevan lagi untuk saat ini. Berikut pembahasannya:
http://www.facebook.com/
YANG KE EMPAT yaitu gaya ucapan ucapan para imam shalat sebelum takbiratul ihram, benarkah mereka sesuai sunnah nabi? Atau ada modifikasi?
Berikut pembahasannya:
http://www.facebook.com/
Sekarang saya akan menambahi lagi, yaitu masalah adzan 2x yang dilakukan di Masjidil Haram ini yang dikumandangkan ditengah malam menjelang fajar subuh.
Sudah barang tentu hadis hadis kuat yang menceritakan nabi menyuruh sahabat untuk adzan 2x banyak sekali. Yakni adzan pertama itu untuk membangunkan orang orang atau tanda qiyamul lail atau waktu sahur bagi yang berpuasa dll, sedangkan adzan yang ke-2 ini adalah tanda masuk nya waktu shalat subuh.
Prakteknya di Masjidil Haram ini adalah;
Adzan pertama dikumandangkan 1 jam sebelum masuk waktu shalat subuh.
Adzan ke-2 dikumandangkan pas masuk waktu shalat subuh.
Dengan komposisi:
Lafadz
الصـــــــــــــــلاة خير من النــــــــــــــــــــــو
Ini di letakkan di adzan ke-2.
Jadi adzan yang pertama tidak ada lafadz teresebut.
Nah pertanyaannya, bagaimana di daerah lain atau di Negara lain yang mempraktikkan adzan 2x ini?
Lalu yang benar bagaimana komposisi/redaksi adzannya?
Bagaimanakah pendapat ulama ulama terdahulu dan ulama masa kini?
Wabil khusus Syeikh Muhammad Nashiruddin Al Albani selaku pakar hadis dan sekaligus Sang Pembaharu masa kini….?
Mari temen temen disini Aswaja maupun Wahabi kita sharing ilmu tanpa ada caci maki dan merendahkan satu sama lain.
Semoga bermanfaat
Salam Aswaja !!
©Scan Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s
Koleksi Foto Foto Hot Banget Dari Negara Taukhid By Mbah Kaheel Baba Naheel
![]() |
| GAMBAR INI JUDUL NYA مدفع رمضان بمكة المكرمة Meriam Ramadhan Makkah Al Mukarramah Meriam ini hanya di operasikan di bulan ramadhan Fungsi nya adalah sebagai tanda - Masuk nya bulan Ramadhan - Masuk nya waktu berbuka puasa - Tanda waktu sahur - Tibanya waktu imsaak - Masuk nya tanggal 1 syawal Sehingga meriam ini senantiasa menggelegar disetiap hari nya di bulan puasa Meriam ini di taruh disebuah gunung yang posisi nya dekat sekali dengan Masjidil Haram, yaitu disebuah gunung yang akhir nya diberi nama جبل أبو مدافع Gunung Meriam Setelah selesai, dikembalikan lagi di tempat semula di daerah AZIZIYAH hingga Ramadhan lagi tiba Selengkapnya bisa anda buka disini http://forum.arab-mms.com/ -------------------------- Jadi ingat dulu tahun 2007, ketika menunggu shalat tarawih malam 30 Ramadhan di masjidil haram. Orang orang bingung pada menunggu tapi shalat tarawih tidak di gelar gelar, tiba tiba tak lama kemudian kami semua mendengar dentuman suara meriam ini yang menandakan bahwa besok adalah lebaran hahaha Namun tidak tahu jaman sekarang, apakah masih ada meriam ini? mengingat saya sudah lebih 2 tahun tidak berpuasa di tanah suci Jadi kalau BEDUK di indonesia di hukumi tasyabuh dengan orang hindu-budha atau shaolin, maka meriam ini tasyabuh dengan siapa? saya kira tidak usah diperdebatkan karena ini masalah dunia :D Hanya sarana akhi :D |
![]() |
| Dulu saya memposting sebuah MERIAM yang oleh penduduk Makkah di gunakan untuk pemberitahuan waktu adzan maghrib dibulan Ramadhan yakni waktu berbuka dan waktu sahur - imsak http://www.facebook.com/ __________ Nah adapun meriam dalam gambar yang ini adalah yang difungsikan sama, namun di KUDS palestina atau Masjidil Aqsho. lebih lengkapnya anda baca disini: http:// Jadul banget ya :D Kayaknya selebrasi penyambutan bulan ramadhan di palestina mirip kayak di indo :D Demikian baba naheel melaporkan dari hongkong |
![]() |
| Ternyata di Kota Suci Makkah juga sudah lama ada KOMPETISI menghafal Al Qur'an beserta TAJWID dan TAFSIR nya. Acara yang ke 33 ini diselenggarakan oleh "INTERNATIONAL MALIK ABDUL AZIZ" yang bekerja sama dengan Masjidil Haram. Tampak dalam foto ini adalah DR. Syeikh Abdurrahman Assudais selaku imam besar Masjidil Haram. Beliau di undang sebagai TAMU KEHORMATAN dalam acara tersebut yang nanti nya mengisi sambutan pembukaan sekaligus mendapat penghormatan untuk menyerahkan hadiah atau cindramata bagi sang juara. Namun perlombaan ini rupanya tingkat remaja internasional. Lebih lengkap nya anda baca disini: http://www.alriyadh.com/ ____________________ Al Qur'an kok di lombakan?? hehehe... khan ini syi'ar akhi :D :p Sebenarnya hal ini pernah juga di helat di indonesia tingkat nasional yang mana juga di hadiri oleh DR. Syeikh Sudais ini, yaitu diluar jawa. Namun sayang saya lupa tempat dan tanggalnya... insya allah sekitar 2 tahun yang lalu. soal nya yang meraih juara itu masih saudara saya asal kota Banyuwangi. dia masih muda usia belasan. dan salah satu hadiah nya yang disebutkan oleh Syeikh Sudais ini adalah: - Haji Gratis sebagain tamu kerajaan. - Kuliah gratis di Ummul Qura Makkah. Laporan dari Kaheel Baba Naheel |
![]() |
| Saya sering ditanyai tentang BENJOLAN ANEH ini yang terdapat di kubah hijau makam baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Saya hanya menjawab:”Itu adalah candela atau semacam fentilasi atau slot atau Alrosenh yang akan di buka ketika membersihkan atap kubah. Juga ada yang bilang itu dulu terbuka, namun karena jika hujan air dipastikan masuk yang nanti tentunya bisa merusak bagian dalam makam, maka akhir nya di tutup. Berikut denah kubah makam rasul ini: http:// http:// dalam denah ini, benjolan aneh tersebut ditulis sbg: كوة (شباك Selanjutnya kita bicarakan di kolom komentar aja ya.. Demikian baba naheel melaporkan |
![]() |
| Brani brani nya anak ini mengenakan kaos sepak bola yang bertuliskan pemain kafir si messi di Masjidil Haram??? Astaghfirullah... Demikian baba naheel melaporkan dari Makkah |
![]() |
| Berpose di mobil pemadam kebakaran saudi arabia NEGARA TAUHID... TERTARIK DENGAN LOGO SEGI TIGA nya !! Laporan dari Kaheel Baba Naheel |
![]() |
Jalan dipagi hari mengolah raga di Tanah Suci Makkah, singgah sejenak berpose disebuah nama jalan di dekat PEKUBURAN SUCI MA'LAA.... ayo yang alergi SAYYIDINA.... *Demikian Baba Naheel melaporkan |
![]() |
| Salah satu pemandangan toko DI SAUDI ARABIA yang menjual ALAT IBADAH orang BUDHA Demikian Hayat Alkafi melaporkan dari negara tauhid saudi arabia |
Sabtu, 14 April 2012
KAJIAN Makam Rasulullah sholollahu alaihi wa sallam
By Kaheel Baba Naheel
EPISODE XIV
KAJIAN: Makam Rasulullah sholollahu ‘alaihi wa sallam
Bismillahirrahmannirrahim.
Postingan saya kali ini sangat berat bagi saya.
Bagi anda yang ingin jelas dan puas maka anda membutuhkan sarana computer duduk atau laptop, karena jika menggunakan handphone atau perangkat sejenisnya maka bisa dipastikan anda tidak akan bisa melihatnya dengan jelas.
YANG PERTAMA:
Coba perhatikan dalam foto ini jeruji kuningan yang bertuliskan dengan jelas:
يا اللـــــــــــه
يا مجـــــــيد
Yang artinya:
“Wahai Allah”
“Wahai Dzat yang Maha Mulia”
Ini adalah foto hasil jepretan saya kemarin lalu. Dulu yang tidak bisa saya ketahui kapan itu, tulisan ini berbunyi begini:
يا اللـــــــــــه
يا محــــــــمد
Yang artinya:
“Wahai Allah”
“Wahai Muhammad”
Ini aku sertakan gambar lama, perhatikan dengan jeli dan seksama:
http://www.sunna.info/
http://
http://www.3orod.com.sa/
http://i28.servimg.com/u/
http://www.kw.ae/uploads/
bahkan kalender saya yang beli disana, tetap masih memakai foto yang lama di atas ini.
Dan perlu diketahui bahwa, di balik pagar jeruji kuning inilah 3 jasad mulia di kebumikan.
Jadi perubahan terjadi pada lafad
محــــــــمد
Menjadi
مجـــــــيد
Teknis nya, huruf “ha’”diganti dengan huruf “jim” dan kemudian huruf “mim” diganti dengan huruf “ya’”.
Luar biasa, sangat soft sekali.
Alasannya kenapa oleh pihak terkait diganti atau dirubah seperti itu?
Saya hanya bisa berAsumi..
Saya hanya bisa berSpekulasi…
Bahwa, nabi Muhammad sudah meninggal, sehingga tidak perlu lagi di panggil panggil atau dalam grammar Arabic istilahnya tidak perlu di bubuhi huruf atau kalimat “nidaa’ “ (panggilan atau memanggil).
Apakah ini yang dimaksud dengan salah satu satu dari distorsi??
Kemudian YANG KEDUA:
Coba perhatikan dengan jeli (zoom) tulisan kuning berbackground hijau di tiang putih sebelah kiri jeruji ini…
Apa yang anda lihat?
Apa yang and baca?
Yaitu kaligrafi yang mudah kita kenali dan kita baca, yakni sebuah tulisan yang berbunyi:
يا خير من دفنت بالقاع أعظمه
Nah !! anda tau syair ini?
Anda pernah mendengar atau membaca bait syair ini?
Ini adalah penggalan dari sebuah syair fenomenal, yaitu:
يا خير من دفنت بالقاع أعظمه
يا خير من دفنت في الترب أعظمـه *** فطاب من طيبهـن القـاع والأكـم
نفسي الفـداء لقبـر أنـت ساكنـه *** فيه العفاف وفيـه الجـود والكـرم
أنت الحبيب الذي ترجـى شفاعتـه *** عند الصراط إذا مـا زلـت القـدم
لولاك ما خلقـت شمـس ولا قمـر *** ولا سمـاء ولا لــوح ولا قـلـم
فكن شفيعا متى ما ثرت من جدثـي ** فإنني ضيفكـم والضيـف محتـرم
صلى عليك إله العرش مـا طلعـت *** شمس وحن إليـك الضـال والسلـم
وصاحبـاك فـلا ننساهمـا أبــدا *** منا السلام عليهم مـا جـرى القلـم
يا سيدي يا رسـول الله خـذ بيـدي *** فقد تحملــت عبئـا فيـه لـم أقـم
أستغفر الله مما قـد جنيـت علـى *** نفسي ويا خجلي منـه ويـا ندمـي
إن لم تكن لي شفيعا في المعاد فمـن * يجير لـي مـن عـذاب الله والنقـم
مـولاي دعـوة محتـاج لنصرتكـم *** يشكـو إليكـم أذى الأيــام والأزم
إنـي أعـوذ بكـم دنيـا وآخــرة *** مما يسوء وما يفضـي إلـى التهـم
تبلي عظامي وفيهـا مـن مودتكـم ** هوى مقيم وشـوق غيـر منصـرم
مـا مـر ذكركـم إلا وألزمـنـي *** نثر الدموع ونظم المـدح فـي كلـم
عليكـم صلـوات الله مـا سكـرت *** أرواح أهل التقى في راح ذكرهم
Lalu siapakah yang melantunkan syair ini?
Siapakah yang mengungkapkan syair rindu ini?
Siapakah yang mengarang kidung cinta ini?
Pastinya salah satu diantara kalian tahu cerita dibalik syair mistikus ini…
Lalu dimanakah terusannya penggalan syair di tiang makam nabi ini?
Jika anda termasuk orang yang suka
TREASURE…
ADVANTURE…
INVESTIGATION…
ARKEOLOG….
Anda pasti akan menemukan terusan dari bait bait syair ini di tiang tiang sekitar makam nabi.
Namun katanya cerita syair tawasul ini adalah dhoif?
Syubhat?
Tapi kok ditulis ditiang tiang makam nabi?
Saya hanya bisa berAsumi..
Saya hanya bisa berSpekulasi…
Bahwa, mungkin itu peninggalan dinasti utsmani dulu…
Tapi kok nggak di hapus aja ya? Atau dirubah seperti kaligrafi jeruji itu?
Ah… fokus !! aku harus tetep fokus menghadap baginda nabi….!!
Assalamu’alaika ya Rasulallah…
Assalamu’alaika ya Aba Bakr…
Assalamu’alaika Umar bin Khattab…
Semoga bermanfaat
Salam Aswaja !!
©Scan Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s
Jumat, 13 April 2012
FADHILAT MEMBACA ALQUR-AN
FADHILAT MEMBACA ALQUR-AN
Dalam kitab tafsir ruhul bayan,yg kata ulama mekah pengarangnya ini bergelar KHATIMATUL MUFASSIR,
Beliau adalah SYAIKH ISMAIL HAQQI BIN MUSHTOFA ALBARUSI,pengikut toriqat khalwatiyah,beliau wafat tahun 1127 hijriah,
Dalam tafsir nya pada ayat 92 di surah al an'am halaman 64 jilid 3,terdapat riwayat yang tdk ada dalam tafsir lain,qaul ini juga ada dalam ktb ihya ulumiddin halaman 274 jilid 1 cetakan darul ma'rifat berut,oleh imam gozali,
Dalam syarah ihya yg dinamakan ittihaf saadatil muttaqin oleh imam murtadho zabidi di halaman 499 jilid 4:
Beliau mengatakan bhw qaul dbwh ini nuqilan dari manaqib imam ahmad yg dkarang ibnul jauzi,
قال أحمد بن حنبل
Imam ahmad bin hanbal berkata
رأيت رب العزة في المنام
Aku melihat Allah ta'ala dalam mimpi
فقلت يا رب ما أفضل ما تقرب به المتقربون إليك
Lalu aku tanya : wahai tuhanku,amalan apa yg paling afdhol yg di amalkan oleh orang orang yang hendak mendekati engkau dgn cepat
قال كلامي يا أحمد
Lalu djawab oleh Allah,: wahai ahmad,amalan itu adalah kalam ku (alquran)
قلت يا رب بفهم أم بغير فهم
Aku tanya lg : wahai tuhanku,apakah harus dgn faham isix atau tanpa faham?
قال بفهم وبغير فهم
Lalu Allah menjwb : dgn faham atau tdk faham sama sj
والنظر إلى المصحف عبادة برأسه وله أجر على حدته ما عدا أجر القراءة
Dan memandang ke mushaf itu itu adalah satu ibadah tambahan lg,dan mendapat pahala atas itu pandangan,terpisah dgn pahala membca nya,jd mafhum nya,membaca alquran sambl melihat ke mushaf dapat 2 pahala,pahala membc dan pahala memandang mushaf,
وعن حميد بن الأعرج
Dr humaid bin al a'roj
قال من قرأ القرآن وختمه ثم دعا أمن على دعائه أربعة آلاف ملك
Beliau berkata : barangsiapa membaca alquran dan sdh mengkhatamkan nya,lalu berdoa ia,maka 4rb malaikat meng aminkan doanya itu
ثم لا يزالون يدعون له ويستغفرون ويصلون عليه إلى المساء أو إلى الصبح
Dan terus menerus malaikat itu mendoakan nya,memintakan ampun dan merahmati atasnya smpy sore jika ia mengkhatamkan wkt pagi,atau smpy pagi jika ia mengkhatamkan wkt sore
Kalau dalam tuhfatul murid syarah jauharatut tauhid,hikayat tentang imam ahmad bermimpi mlht Allah ini lbh jelas,
وحكى أن الإمام أحمد رأى المولى سبحانه وتعالى في المنام تسعا وتسعين مرة
Dceritakan bhw imam ahmad bermimpi Allah dalam tidurnya 99 kali
وقال وعزته إن رأيته تمام المائة لأسئلنه فرآه
Dan beliau berkata : Demi kemuliaan nya,jika aku bs lg melihat nya yang ke 100, akan aku tanya kepada nya, lalu beliau tidur dan melihat Allah lg.
فقال سيدي ومولاي ما أقرب ما يتقرب به المتقربون إليك ؟
Maka beliau tanya : ya tuhan ku,amalan apa yg pling mencepatkan dekat kpd mu yg di amalkan oleh orang2 yg hendak mendekat kpd mu?
قال تلاوة كلامي
Allah menjawab : Membaca alquran
فقال بفهم أو بغير فهم
Imam ahmad bertanya lg: Apakah syaratnya dgn harus bisa memaham,atau tanpa memaham nya
فقال يا أحمد بفهم وبغير فهم
Allah menjwb : Wahai ahmad, faham tidak faham sama saja, tetap bisa mendekatkan kepadaKu.
Minggu, 08 April 2012
Bila NU ke kandang Wahabi
Bila NU ke kandang Wahabi SantunNI kunjungan yang sangat bersejarah. Untuk pertama kalinya, ulama Arab Saudi mengundang ulama NU untuk menjelaskan beberapa pertanyaan.
Misalnya, benarkah NU suka menyembah kubur serta memelihara bid’ah? Berbagai pertanyaan itu tampaknya sudah lama mengganjal benak kalangan ulama Saudi di Darul Ifta.
Maklum, ulama Saudi berbeda dengan NU — dikenal sebagai pengikut Wahabi yang tidak berpegangan kepada ketentuan mazhab dalam pelaksanaan ritual agama. Darul Ifta, lengkapnya Idaratul Buhutsil Ilmiyah wal-ifta wad-da’wah wal-Irsyad, adalah sebuah lembaga kajian Islam tertingi Arab Saudi yang sangat berpengaruh dan bergerak di bidang hukum, fatwa, dakwah, dan bimbingan keagamaan.
Ini berarti rentangan tangan pertama setelah, puluhan tahun lalu, NU mengutus K.H. Wahab Hasbullah menghadap penguasa baru Saudi, untuk menghargai perbedaan-perbedaan ritual. Maka, kunjungan 13 hari akhir Februari lalu itu punya makna sangat penting, terutama untuk mempertemukan dua paham yang berbeda. K.H.M. Sahal Mahfudl (Rais Syuriah NU Ja-Teng), K.H. Mustofa Bisyri’, Fahmi Dja’far Saifuddin (Wakil Ketua PB NU), dan Abdullah Syarwani (Ketua Lajnah Kajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia) “Bagi kami, kunjungan ini memiliki nilai historis yang tinggi, dan telah banyak menghasilkan titik temu, Misalnya kalangan ulama Saudi kini telah memahami, qunut Subuh yang diamalkan warga NU bukan lagi sebagai bid’ah.
Ziarah kubur juga telah dapat dimengerti: bahwa NU bukan pemuja kuburan, bahkan NU mengarahkannya agar tidak menjadi syirik.
Menurut Abdurrahman, citra NU di Arab selama ini memang kurang baik, karena informasi mereka tidak lengkap.
Adanya pengertian ini tentu saja merupakan kabar baik buat semua, terutama dalam ihwal peruncingan khilafiyah antara NU dan Persis atau Muhammadiyah.
Apalagi jika pengertian yang mendalam itu justru muncul dari ulama tertinggi dalam Darul Ifta, yang memiliki kedudukan yang sangat menentukan dalam masalah keagamaan di Saudi. Rais Am Darul Ifta, Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, tampak gembira sekali.
Selain menemui para tokoh Darul Ifta, rombongan NU juga mengunjungi Rabithah Al-Alamil Islami (Liga Muslim se-Dunia) dan WAMY (World Assembly of Muslim Youth). Ternyata, yang paling ingin didengar mereka justru soal penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas, yang pernah mereka dengar sayup-sayup . “Ya, maklum, mereka memang tidak begitu paham soal Pancasila.
Mereka hanya tahu Islam sebagai hukum nasional negara mereka, karena 100 persen penduduknya beragama Islam,” kata Abdurrahman Wahid. Menurut Abdurrahman, delegasinya telah menjelaskan bahwa penerimaan NU terhadap Pancasila bukan karena paksaan, melainkan karena kesadaran bernegara.
Pancasila bukan bermaksud menggusur Islam, malah menyuburkan. “Hukum Islam harus menjadi tanggung jawab kaum Muslimin sendiri dalam kehidupan mereka. Bukan menjadi hukum formal, tapi hukum positif yang harus dikerjakan sehari-hari. Tanpa diundangkan.
Tanpa menunggu negara. Ini yang saya terangkan kepada mereka. Dan mereka paham,” ujarnya. Karena itulah dia menyimpulkan bahwa kunjungannya cukup berhasil. Para ulama Saudi memahami semua persoalan umat Islam di Indonesia. Hasil lain: Darul Ifta, juga Rabithah Al-Alamil Islami, dan WAMY sepakat untuk memberikan beasiswa dan membantu usaha pengembangan sumber daya manusia NU. Namun, yang bakal membahagiakan para ulama NU adalah kesediaan ulama Saudi ikut serta dalam pembahasan masalah-masalah keagamaan bersama, nanti
Misalnya, benarkah NU suka menyembah kubur serta memelihara bid’ah? Berbagai pertanyaan itu tampaknya sudah lama mengganjal benak kalangan ulama Saudi di Darul Ifta.
Maklum, ulama Saudi berbeda dengan NU — dikenal sebagai pengikut Wahabi yang tidak berpegangan kepada ketentuan mazhab dalam pelaksanaan ritual agama. Darul Ifta, lengkapnya Idaratul Buhutsil Ilmiyah wal-ifta wad-da’wah wal-Irsyad, adalah sebuah lembaga kajian Islam tertingi Arab Saudi yang sangat berpengaruh dan bergerak di bidang hukum, fatwa, dakwah, dan bimbingan keagamaan.
Ini berarti rentangan tangan pertama setelah, puluhan tahun lalu, NU mengutus K.H. Wahab Hasbullah menghadap penguasa baru Saudi, untuk menghargai perbedaan-perbedaan ritual. Maka, kunjungan 13 hari akhir Februari lalu itu punya makna sangat penting, terutama untuk mempertemukan dua paham yang berbeda. K.H.M. Sahal Mahfudl (Rais Syuriah NU Ja-Teng), K.H. Mustofa Bisyri’, Fahmi Dja’far Saifuddin (Wakil Ketua PB NU), dan Abdullah Syarwani (Ketua Lajnah Kajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia) “Bagi kami, kunjungan ini memiliki nilai historis yang tinggi, dan telah banyak menghasilkan titik temu, Misalnya kalangan ulama Saudi kini telah memahami, qunut Subuh yang diamalkan warga NU bukan lagi sebagai bid’ah.
Ziarah kubur juga telah dapat dimengerti: bahwa NU bukan pemuja kuburan, bahkan NU mengarahkannya agar tidak menjadi syirik.
Menurut Abdurrahman, citra NU di Arab selama ini memang kurang baik, karena informasi mereka tidak lengkap.
Adanya pengertian ini tentu saja merupakan kabar baik buat semua, terutama dalam ihwal peruncingan khilafiyah antara NU dan Persis atau Muhammadiyah.
Apalagi jika pengertian yang mendalam itu justru muncul dari ulama tertinggi dalam Darul Ifta, yang memiliki kedudukan yang sangat menentukan dalam masalah keagamaan di Saudi. Rais Am Darul Ifta, Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, tampak gembira sekali.
Selain menemui para tokoh Darul Ifta, rombongan NU juga mengunjungi Rabithah Al-Alamil Islami (Liga Muslim se-Dunia) dan WAMY (World Assembly of Muslim Youth). Ternyata, yang paling ingin didengar mereka justru soal penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas, yang pernah mereka dengar sayup-sayup . “Ya, maklum, mereka memang tidak begitu paham soal Pancasila.
Mereka hanya tahu Islam sebagai hukum nasional negara mereka, karena 100 persen penduduknya beragama Islam,” kata Abdurrahman Wahid. Menurut Abdurrahman, delegasinya telah menjelaskan bahwa penerimaan NU terhadap Pancasila bukan karena paksaan, melainkan karena kesadaran bernegara.
Pancasila bukan bermaksud menggusur Islam, malah menyuburkan. “Hukum Islam harus menjadi tanggung jawab kaum Muslimin sendiri dalam kehidupan mereka. Bukan menjadi hukum formal, tapi hukum positif yang harus dikerjakan sehari-hari. Tanpa diundangkan.
Tanpa menunggu negara. Ini yang saya terangkan kepada mereka. Dan mereka paham,” ujarnya. Karena itulah dia menyimpulkan bahwa kunjungannya cukup berhasil. Para ulama Saudi memahami semua persoalan umat Islam di Indonesia. Hasil lain: Darul Ifta, juga Rabithah Al-Alamil Islami, dan WAMY sepakat untuk memberikan beasiswa dan membantu usaha pengembangan sumber daya manusia NU. Namun, yang bakal membahagiakan para ulama NU adalah kesediaan ulama Saudi ikut serta dalam pembahasan masalah-masalah keagamaan bersama, nanti
KAJIAN: Menghitung dzikir pake alat/sarana
EPISODE VIII
KAJIAN: Menghitung dzikir pake alat/sarana
Scan kitab FATAWA AL ALBANI hlm.636
Terjemah
[ BERDZIKIR MENGGUNAKAN BATU BATU KECIL ]
PERTANYAAN:”Apakah Nabi Shalallahu alaihi wasallam berdzikir menggunakan batu batu kecil?”
SYEKH MENJAWAB:”Hadits yang berbunyi (Nabi berdzikir menggunakan batu batu kecil) ini adalah hadits PALSU yang jelas bertentangan dengan hadits yang kuat yang bersumber dari Abdullah bin Amr. Beliau berkata:
“Saya pernah melihat Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam menghimpun dzikirnya menggunakan tangan kanannya”.
Dan telah ditetapkan pula dalam hadits Abi Dawud dan yang lain bahwa,
Nabi Shalallahu alaihi wasallam pernah menyuruh seorang wanita untuk menghimpun (menghitung-pent) bacaan dzikirnya dengan ujung jari jemarinya.
Dan beliau bersabda:
“Sesungguhnya ujung jari jemari kelak akan ditanyakan dan diajak bicara (menjadi saksi-pent). Hadits ini telah di shohihkan oleh imam Alhakim dan imam Adzahabi.
Maka inilah yang SUNNAH dalam menghitung bacaan dzikir yang di syari’atkan, yaitu HANYA dengan TANGAN dan itu dengan TANGAN YANG KANAN SAJA !!
Karena menghitung dzikir dengan tangan yang KIRI atau dengan tangan KANAN-KIRI secara BERSAMAAN atau dengan BATU-BATU KECIL, itu semuanya “MENYELISIHI SUNNAH”.
Dan tidak dibenarkan menghitung dengan batu batu kecil apapun itu jenis barangnya. Berbeda dengan keterangan yang orang pahami dari kitab ((nailul awthor)) dan kitab ((assunan wal mubtadiáat)) dan yang lainnya.
Saya benar benar telah menjabarkan sebuah pendapat dalam masalah itu di buku karya saya yang berjudul ((arroddu alat ta’qibl hatsits)) maka dari itu bagi siapa saja yang menghendaki keterangan panjang lebar mengenai ini, merujuklah ke kitabku ini.
Sebagian ulama kontemporer mencoba menarik kesimpulan dengan umumnya hadits yang menyebutkan ((ujung jari-jemari)) dan yang lain melupakannya, karena itu masih bersifat umum, maka tidak bisa berAmal dengannya. Dan ada pula yang pura-pura tidak tahu akan hadits yang berbunyi ((nabi menghimpun dzikirnya dengan tangan kanannya)), dia tidak menemui golongannya orang yang ahli ilmu, maka dari itu hati-hatilah !!Janganlah kau menjadi golongannya orang orang yang lalai…!------------------------- S E L E S A I --------------------------
Apa jadi nya jika sudah jatuh dalam vonis “MENYELISIHI SUNNAH”Bidáh ya?Haram ya?Makruh ya?Sesat ya?
O, sahabat wahabiku, adakah fatwa ulama dari golongan kalian yang minimal me”MUBAH”kan akan hal ini?
O, pengagum syekh Albaniku adakah dalam kitab fatawa ibnu taimiyah yang membahas tentang ini?
O, sahabat jamaáh tablighku, adakah dalam kitab bacaan kalian yaitu Hayatus shohabah yang mengkaji masalah ini?
O, sahabat aswajaku adakah sahabat nabi yang melakukan hal ini?
O, sahabat pakar haditsku adakah yang tidak dhoif dalam masalah ini?
O, para ahli copas, tempelkan semuanya disini !!
Apakah ini tidak bisa dikatakan alat/sarana ibadah/dzikir…..?Mohon pencerahannya….
Setahuku Nabi dan para sahabatnya untuk menentukan masuknya waktu sholat 5 waktu itu menggunakan matahari, bukan menggunakan jam tangan atau jam dinding…Jangan tanyakan kepadaku, adakah syekh syekh di makkah atau madinah yang menggunakan tasbih…Jangan tanyakan pula padaku adakah askar askar HAROMAIN yang menggunakan tasbih…Aneka macam alat penghitung dzikir, di jual bebas di sekitar masjid HAROMAIN…
Semoga bermanfaatSalam Aswaja !!
©Scan Original & Official® █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║Verified Official by Kaheel’s
Langganan:
Postingan
(
Atom
)




















