كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Kamis, 26 Juni 2014

Catatan pribadi seorang Ibu Rumah Tangga, Tasniem Fauzia 25 Juni 2014 Nijmegen, Belanda


Kalau kita setelah baca beberapa fakta ini masih berpikir "halaaaah bocar bocor bocar bocor, kayak pompa bocor!!" I must say, sepertinya ada yang salah dengan pola pikir kita kalo begitu.Pola pikir yang sudah terbiasa terjajah, sehingga hal-hal seperti ini pun tidak memberikan sedikitpun efek untuk berpikir tentang kemerdekaan kita.

1. Dari 1 juta barel minyak yang diproduksi per hari di Indonesia, hanya 70ribu barel yang diproduksi Pertamina, 75 ribu produksi Medco dan KPS Lokal, sisanya 855ribu barel per hari DI TANGAN PRODUSEN ASING.

2. 90% dari kontrak kerjasama produksi dikuasai asing.

3. Sektor pertambangan emas dan tembaga, 99% dikuasai oleh asing.
Contoh yang fenomenal yang bikin hati ini merintih : FREEPORT.
Ini adalah tambang mineral terbesar di Indonesia, yang menggerus 300ribu ton bijih per hari, sekaligus sudah menghancurkan 3 sungai besar dan laut Arafora.

Royalti yang diterima bangsa Indonesia coba tebak berapa?
HANYA 1-3.5% untuk konsentrat tembaga dan 1% fixed untuk emas dan perak.

Yang lebih gila lagi adalah iuran tetap untuk wilayah pertambangan hanya berkisar 250ribu rupiah per hektar per tahunnya. Jauh LEBIH RENDAH dibandingkan dengan harga sewa lahan sawah oleh petani penggarap termurah sekalipun.

4. Kebodohan bangsa Indonesia tidak hanya berhenti di sini saja. Menangis hati ini semakin membacanya dan membahasnya.

5. Wilayah-wilayah

migas kita yang sangat potensial telah jatuh ke asing. Contoh: Blok Cepu. Dengan cadangan minyak minimal 600 juta barel dan 2 trilyun kaki kubik gas, maka pada harga minyak 60 dolar per barel, dan gas 3 dollar per MMBTU, nilainya sekitar 387 trilyun rupiah.

6. Bayangkan jika seandainya saja Blok cepu ini tidak dikuasai oleh asing, bayangkan saja jika ini dikelola oleh Pertamina, dengan asumsi harga minyak 90 dolar per barel dan harga gas 15 dolar per MMBTU, Maka nilai Blok Cepu ini mencapai 576 trilyun rupiah. Bayangkan padahal tahun 2013 saja harga minyak sudah mencapai 105 dollar per barel. Sudah berapa ratus trilyun yang bisa kita amankan?

7. Lihat pula kontrak penjualan LNG Tangguh ke Fujian China sebesar 2,6 juta ton per tahun dengan harga 3,35 dolar per MMBTU selama 25 tahun yang sesungguhnya merugikan bangsa ini sekitar 350 trilyun rupiah.

8. Yang lebih menyayat hati kami lagi bangsa Indonesia, adalah kontrak bagi hasil Natuna Blok D-Alpha dengan porsi bagi hasil sebelum pajak: 100 PERSEN UNTUK EXXON MOBIL dan 0% untuk pemerintah Indonesia.

Ini artinya pemerintah sama sekali tidak mempunyai hak atas hasil produksi gas secara fisik, karena pemerintah hanya akan mendapatkan penerimaan dari pajak saja. Ini sangat bahaya, karna jaminan pasokan gas dalam negri dari Natuna Blok D-Aplha tidak ada sama sekali.

9. Inilah mengapa saat ini Indonesia sedang menangis. Ibu pertiwi kita sedang menangis. Inilah arti kebocoran yang dimaksud oleh Prabowo selama ini. Beliau bertahun-tahun berjuang untuk masalah ini, karna ini adalah inti masalah bangsa kita saat ini. Sudah berapa ribu trilyun rupiah bisa masuk ke cash negara, jika semua tadi bisa kita amankan. Dan uang segitu banyak adalah modal untuk menambah APBN yang defisit sekarang ini, supaya Indonesia bisa sejahtera.

10. Kita memang boleh bersedih, boleh menangis, tapi kita harus bangkit. Harus bangun dan optimis bahwa bangsa kita bisa kembali berdiri di atas kaki sendiri. Renegosiasi harus dilakukan Jakarta dengan para penguasa asing di negeri ini. Ini semua butuh kepiawaian, butuh skills, butuh kecerdasan juga dalam berkomunikasi. Dan tentunya butuh keberanian dan ketegasan.

Mari Indonesia, KITA HARUS BANGKIT!
Baca Selanjutnya

BUNG KARNO : JANGAN DENGARKAN ASING !!


BUNG KARNO : JANGAN DENGARKAN ASING !!

Saya tertegun ketika membaca catatan sejarah tentang Bung Karno yang dalam Pidatonya pada tahun 1957 saat ia melakukan aksi atas politik kedaulatan modal.

Aksi kedaulatan modal adalah sebuah bentuk politik baru yang ditawarkan Sukarno sebagai alternatif ekonomi dunia yang saling menghormati, sebuah dunia yang saling menyadari keberadaan masing-masing, sebuah dunia co-operasi,

"Elu ada, gue ada" kata Bung Karno saat berpidato dengan dialek betawi di depan para mahasiswa sepulangnya dari Amerika Serikat.

Dalam Pidatonya lagi Bung Karno berkata : "Jangan Dengarkan Asing !!", Kalimat inilah yang membuat saya menjadi tertarik membahasnya. Ini adalah sebuah kalimat yang cukup menarik dan sangat berbobot dari seorang Proklamator. Kalimat ini cukup berharga bagi generasi-genera

si penerus bangsa ini sebagai modal untuk menguatkan NKRI.

Pada tahun 1960, Sukarno membuat kebijakan yang menggemparkan perusahaan minyak asing, terutama kaum kapitalis yang didalangi Amerika dan sekutunya.

Saat itu Bung Karno memanggil Ir Djoeanda. Ir. Juanda diperintahkan untuk menyusun soal konsesi minyak. Soekarno berkata kepada Ir Juanda. "Kamu tau?, sejak 1932 aku berpidato di depan Landraad soal modal asing ini? soal bagaimana perkebunan-perkebunan itu dikuasai mereka, jadi Indonesia ini tidak hanya berhadapan dengan kolonialisme tapi berhadapan dengan modal asing yang memperbudak bangsa Indonesia, saya ingin modal asing ini dihentiken, dihancurleburken dengan kekuatan rakyat, kekuatan bangsa sendiri, bangsaku harus bisa maju, harus berdaulat di segala bidang, apalagi minyak kita punya, coba kau susun sebuah regulasi agar bangsa ini merdeka dalam pengelolaan minyak" jelas Sukarno di depan Ir. Djuanda.

Tak lama kemudian Ir.Djuanda menyusun surat yang kemudian ditandangani Sukarno. Surat itu kemudian dikenal UU No. 44/tahun 1960. isi dari UU itu amat luar biasa dan memukul MNC (Multi National Corporation). "Seluruh Minyak dan Gas Alam dilakukan negara atau perusahaan negara". Inilah yang kemudian menjadi titik pangkal kebencian kaum pemodal asing pada Sukarno, Sukarno pun menjadi sasaran pembunuhan karakter dari kelompok mafia dan cukung-cukong yang paling diincar nomor satu di Asia. Tapi Sukarno tak takut, di sebuah pertemuan para Jenderal-Jenderalnya Sukarno berkata :

"Buat apa memerdekakan bangsaku, bila bangsaku hanya tetap jadi budak bagi asing, JANGAN DENGARKEN ASING, JANGAN MAU DICEKOKI KEYNES, INDONESIA UNTUK BANGSA INDONESIA..!!". Ketika laporan intelijen melapori bahwa Sukarno tidak disukai atas UU No. 44 tahun 1960 itu Sukarno malah memerintahkan ajudannya untuk membawa paksa seluruh direktur perusahaan asing ke Istana. Mereka takut pada ancaman Sukarno. Dan diam ketakutan.

Pada hari Senin, 14 Januari 1963 pemimpin tiga perusahaan besar datang lagi ke Istana, mereka dari perusahaan Stanvac, Caltex dan Shell. Mereka meminta Sukarno membatalkan UU No.40 tahun 1960. UU lama sebelum tahun 1960 disebut sebagai "Let Alone Agreement" yang memustahilkan Indonesia menasionalisasi perusahaan asing, ditangan Sukarno perjanjian itu diubah agar ada celah bila asing macam-macam dan tidak memberiken kemakmuran pada bangsa Indonesia atas investasinya di Indonesia maka perusahaannya dinasionalisasikan.

Para boss perusahaan minyak itu meminta Sukarno untuk mengubah keputusannya, tapi inilah jawaban Sukarno "Undang-Undang itu aku buat untuk membekukan UU lama dimana UU lama merupaken sebuah fait accomply atas keputusan energi yang tidak bisa menasionalisasikan perusahaan asing. UU 1960 itu kubuat agar mereka tau, bahwa mereka bekerja di negeri ini harus membagi hasil yang adil kepada bangsaku, bangsa Indonesia" mereka masih ngeyel juga, tapi bukan Bung Karno namanya ketika didesak bule dia malah meradang, sambil memukul meja dan mengetuk-ngetukkan tongkat komando-nya lalu mengarahkan telunjuk kepada bule-bule itu Sukarno berkata dengan suara keras :"Aku kasih waktu pada kalian beberapa hari untuk berpikir, kalau tidak mau aku berikan konsesi ini pada pihak lain negara..!" waktu itu ambisi terbesar Sukarno adalah menjadikan Permina (sekarang Pertamina) menjadi perusahaan terbesar minyak di dunia, Sukarno butuh investasi yang besar untuk mengembangkan Permina. Caltex disuruh menyerahkan 53% hasil minyaknya ke Permina untuk disuling, Caltex diperintahkan memberikan fasilitas pemasaran dan distribusi kepada pemerintah, dan menyerahkan modal dalam bentuk dollar untuk menyuplai kebutuhan investasi jangka panjang pada Permina.

Bung Karno tidak berhenti begitu saja, ia juga menggempur Belanda di Irian Barat dan mempermainkan Amerika Serikat, Sukarno tau apabila Irian Barat lepas maka Biak akan dijadikan pangkalan militer terbesar di Asia Pasifik, dan ini mengancam kedaulatan bangsa Indonesia yang baru tumbuh. Kemenangan atas Irian Barat merupakan kemenangan atas kedaulatan modal terbesar Indonesia, di barat Indonesia punya lumbung minyak yang berada di Sumatera, Jawa dan Kalimantan sementara di Irian Barat ada gas dan emas. Indonesia bersiap menjadi negara paling kuat di Asia.

Hitung-hitungan Sukarno di tahun 1975 akan terjadi booming minyak dunia, di tahun itulah Indonesia akan menjadi negara yang paling maju di Asia , maka obesesi terbesar Sukarno adalah membangun Permina sebagai perusahaan konglomerasi yang mengatalisator perusahaan-perusahaan negara lainnya di dalam struktur modal nasional.

Modal Nasional inilah yang kemudian bisa dijadikan alat untuk mengakuisisi ekonomi dunia, di kalangan penggede saat itu struktur modal itu diberi kode namanya sebagai 'Dana Revolusi Sukarno". Kelak empat puluh tahun kemudian banyak negara-negara kaya seperti Dubai, Arab Saudi, Cina dan Singapura menggunakan struktur modal nasional dan membentuk apa yang dinamakan Sovereign Wealth Fund (SWF) sebuah struktur modal nasional yang digunakan untuk mengakuisisi banyak perusahaan di negara asing, salah satunya apa yang dilakukan Temasek dengan menguasai saham Indosat.

Berangkat dari fakta sejarah ini ada beberapa poin yang bisa kita petik menjelang Pilpres mendatang. Apa kaitannya?.

Seandainya Bu Mega meresapi pesan Bung Karno ini, dan pesan "Jangan Dengarkan Asing" tadi mungkin Bu Mega akan berfikir seribu kali untuk mencalonkan Jokowi sebagai presiden Indonesia periode 2014-2019.

Kok gitu?? Karena saat Jokowi jadi walikota Solo, dia dipuji setinggi langit oleh sebuah lembaga di London sebagai walikota terbaik diseluruh dunia. Pujian yang sangat luar biasa tingginya. Disaat angka kemiskinan di Solo yang terus meningkat selama dipimpin Jokowi. Justru sang walikota dinobatkan sebagai walikota terbaik di dunia.

Tak hanya lembaga di London yang memuji-muji Jokowi, tetapi banyak lagi pihak asing lainnya yang turut memuji Jokowi. Diantaranya bebeapa duta besar dari Benua Amerika yang juga memuji sosok Jokowi dalam acara diplomatic corps gathering.

"Sangat populer, sangat berkarisma," ujar Duta Besar Cile untuk Indonesia Eduardo Ruiz Amusen di sela sesi foto pada akhir acara tersebut di Oasis Restaurant, Jakarta Pusat.

Sejumlah dubes lain tertawa mendengar ucapan Amusen soal Jokowi itu. Ada dubes yang bertepuk tangan. Jokowi hanya senyum-senyum mendapat komentar tersebut, dengan sesekali menggeleng-gelengkan kepala.

Lalu, ketika Jokowi serta sejumlah duta besar berjalan keluar restoran, Duta Besar Paraguay untuk Indonesia Cesar Esteban Grillon tiba-tiba berbalik badan menghadap para wartawan. Dia mengangkat kedua jempol tangan ke arah Jokowi yang berdiri di depannya.

"Dia baik, sangat baik. Pasti menang dia," ujar Grillon merujuk pada pengusungan Jokowi sebagai bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Inilah salah satu faktor mengapa Megawati memajukan Jokowi sebagai capres dari PDIP, bukan dirinya sendiri, atau anaknya atau yang lainnya. Inilah strategi politik yang di mainkan Megawati yang lebih 'menjual' figur Jokowi ketimbang program dan visi-misi. Dimana-mana PDIP hanya menjual slogan 'Jokowi merakyat', Jokowi blusukan, Jokowi pakaiannya murah, Jokowi ini, Jokowi itu, dst, dst..... bukan menawarkan Program. Itu sebabnya saat baru diusung, Jokowi belum punya program dan visi-misi apapun dan baru disusun kemudian.

Namun ada yang aneh dari perkataan megawati saat menyampaikan kepada Jokowi saat memutuskannya untuk maju sebagai capres dari PDIP.

Megawati berkata kepada Jokowi "Saya pesan ke Pak Jokowi, sampeyan tak jadikan capres. Tapi jangan lupa ingat capresnya saja, Anda adalah petugas partai yang harus melaksanakan apa yang ditugaskan partai," ucap Mega dalam pidatonya saat deklarasi koalisi PDIP, Partai Nasdem, dan PKB di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta.

Ini adalah pernyataan aneh. Silakan garis bawahi kalimat "Tapi jangan lupa ingat capresnya saja, Anda adalah petugas partai yang harus melaksanakan apa yang ditugaskan partai"

Mengamati pidato Mega ini Taslim Chaniago politisi PAN menilai, justru pernyataan tersebut menunjukkan kalau Jokowi merupakan presiden boneka Megawati.

"Kalau terpilih sebagai presiden Jokowi hanya jadi boneka Megawati dan PDIP saja. Itu artinya apa pun kebijakan Jokowi harus sesuai perintah Megawati. Jokowi tidak punya kewenangan saat memimpin negeri," kata Taslim.

Taslim juga menilai pernyataan Megawati tersebut menunjukkannya belum legowo menunjuk Jokowi sebagai capres PDIP. "Sepertinya Megawati tidak pede elektabilitasnya lebih rendah dibandingkan Jokowi. Megawati masih menganggap dirinya jadi presiden. Cuma badan saja yang tidak jadi presiden.

Saya menangkap, apa yang disampaikan Megawati itu membuktikan bahwa Megawati ingin menjadi presiden," ujarnya.

Padahal, lanjut Taslim, siapa pun presiden terpilih tidak boleh disetir. Kalau terpilih jadi presiden, Jokowi tidak boleh disetir oleh siapa pun. Temasuk partai yang mengusungnya.

Demi ambisinya Bu Mega tak peduli lagi dengan apa yang disampaikan Bung Karno sang Proklamator yang tak lain adalah Bapaknya sendiri. ia bersikap masa bodoh demi ambisi pribadinya. Dan akhirnya ia mencapreskan Jokowi demi kemenangan semu.

Dan anehnya para Relawan Jokowi-JK pun ikut menjadikan pujian-pujian Asing tadi sebagai bahan 'jualnya' dalam berkampanye.

Benar-benar bertolak belakang dari apa yang mereka lakukan dengan apa yang soekarno katakan. Jika Bung Karno mengatakan : "Jangan Dengarkan Asing !!", Kubu PDIP, Mega dan Jokowi justru berbangga-bangga dengan ucapan Asing.

Disisi lainnya untuk menyudutkan Prabowo lagi-lagi kubu Jokowi dan PDIP tak segan-segan mengambil rujukan dari asing, misalnya tentang isu pelanggaran HAM Prabowo, Prabowo yang di pandang miring oleh Amerika, salah satunya adalah berita bahwa Prabowo Subianto sebagai capres tak mendapat restu dari pihak Amerika Serikat sebagaimana yang diberitakan New York Times pada 26 Maret 2014.

Direktur Eksekutif Political Communication Institute (Polcomm), Heri Budianto menilai sikap AS yang tidak merestui Prabowo sebagai capres membuktikan campur tangan pihak asing khususnya AS, sangat kuat terhadap hasil Pilpres 2014.

Dengan adanya penolakan pihak AS tersebut, Heri yakin memberi berpengaruh terhadap langkah Prabowo di Pilpres 2014 ini.

"Tak direstui Prabowo jadi capres buktikan pengaruh AS di Indonesia kuat. Saya melihat apa yang diberitakan New York Times tersebut sebagai bentuk pengaruh yang kuat dari AS," jelas pengajar di Fisip Universias Mercu Buana ini.

Heri mengatakan, alasan AS tidak merestui Prabowo sebagai capres dikarenakan sikap dan karakteristiknya yang keras, tanpa kompromi. Ini jelas bertentangan dengan kepentingan AS di Indonesia.
"Itu bisa jadi sebagai alasan asing untuk menghambat, sebab Prabowo memiliki sikap tegas soal asing," katanya.

Mengikat ini semua, ada pesan lainnya dari Bung Karno yang patut untuk kita renungkan. Dalam suatu kesempatan Bung Karno berpesan sbb:

"Ingatlah... ingatlah... ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing itu.
Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu."
Baca Selanjutnya

Joko Widodo Bungkam Ditanya Kasus Korupsi Bus Transjakarta

Setelah keluar dari KPK, Jokowi langsung masuk ke mobilnya.

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Joko Widodo, yang saat ini maju menjadi calon presiden dengan nomor urut 2, memilih bungkam saat ditanya para wartawan terkait kasus bus TransJakarta berkarat.

Setelah memberi klarifikasi terkait harta kekayan kepada KPK, Kamis 26 Juni 2014, tidak sepatah kata pun keluar dari mulut Joko Widodo saat ditanya soal dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta.

Berkali kali wartawan yang berdesakan dan disela-sela pengawalan ketet polisi menanyakan kasus bus karatan. Joko Widodo langsung masuk ke mobilnya, Toyota Innova putih yang sudah menunggunya. Jokowi hanya bersedia bicara terkait pesetruan Ahok dengan Menpora, Roy Suryo.

Kehadiran Jokowi di KPK ini disambut aksi demonstransi dari Banteng Keadilan Rakyat. Ratusan massa aksi yang menggelar demonstrasi di depan Gedung KPK menuding Joko Widodo telah berbohong terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Bus TransJakarta.

"Jokowi bohong, Jokowi belum pernah melapor ke KPK," teriak masa aksi di depan Gedung KPK saat Jokowi tengah memberi keterangan usai klarifikasi.

Demonstran mempertanyakan pernyataan Jokowi bahwa dirinya telah melaporkan kasus bus ini ke KPK. Pernyataan Jokowi dibantah juru bicara KPK, Johan Budi yang memastikan KPK belum pernah menerima laporan soal dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta dari Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta maupun dari Pemprov DKI Jakarta.

"Tidak pernah," ungkap Johan Budi SP.

Sebelumnya Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan TransJakarta dan BKTB pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2013.

Dalam proyek senilai Rp 1,5 triliun tersebut, Kejaksaan juga menetapkan pihak lain sebagai tersangka, yakni Direktur Pusat Teknologi dan Sistem Transportasi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Prawoto.

Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan, seperti Michael Bimo Putranto, teman dekat dan bekas tim sukses Joko Widodo. Dia sudah diperiksa oleh jaksa pidana khusus Kejaksaan Agung.

Joko Widodo mengaku belum tahu alasan Bimo ikut terlibat dalam pengadaan bus TransJakarta dan BKTB ini. Sebab, dia tak mau menelusuri lebih jauh posisi Bimo dalam pengadaan bus itu. (ren)


Baca Selanjutnya

Nusron Nuduh Prabowo menghina Kh. abdurahman wahid, berdasarkan sumber dari wartawan amerika, ternyata justru Nusron yg Su'ul Adab


¤ SU'UL ADAB [Kurang Ajar] TOKOH-TOKOH MUDA NU (Pendukung Jokowi-Kalla) TERHADAP KYAI-KIYAI SEPUH (KHOS) ¤ ~

* Akibat dari Su'ul Adab Nusron, Kyai NU menjawab mengapa kenapa mereka mendukung PRABOWO-HATTA.

¤ Rois Syuriah PWNU Jatim KH. Miftachul Akhyar menilai pernyataan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid sangat provokatif memecah belah kalangan kaum Nahdhiyyin.

¤ Sebelumya, Nusron Wahid saat mengumpulkan kader GP Ansor se-Jatim bertemu cawapres Jusuf kallah di Gelora Pancasila Surabaya, '' KYAI-KYAI SEPUH PENDUKUNG PRABOWO-HATTA ADALAH PELUPA SEJARAH MASA LALU.''

‪#‎Menanggapi‬ Su'ul Adab Nusron Wahid, Kyai Mifthah sangat mengecam dan akhirnya menjelaskan bahwasannya DUKUNGAN 99 KYAI KHOS NU JATIM KEPADA PASANGAN NO. 1 PRABOWO-HATTA tidak bisa dinafikan begitu saja, SELAMA INI PARA KYAI SEPUH SUDAH MELAKUKAN TABAYYUN DAN ISTIKHARAH Memutuskan untuk mendukung pasangan no. 1 tersebut, diyakininya dukungan kpd PRABOWO-HATTA membawa bangsa Indonesia lebih baik.

¤ Di jelaskannya, bahwa pilihan para Kyai dan Ulama sepuh NU didasari dg Ijtihat Politik yang panjang, KYAI SEPUH SEJATINYA SUDAH BEREMBUK DAN MEMIKIRKAN MANEFISTASI POLITIK ITU karena pasangan ini dinilai bisa membawa Indonesia lebih baik dan bermartabat.
‪#‎Kepp‬ Istiqomah... 99 Kyai dan Ulama Sepuh dan Khos Jawa Timur sudah menentukan Ijtihad untuk mendukung PRABOWO-HATTA.

¤ Monggo... Warga Nahdhiyyin.... Kami serahkan pilihan 9 Juli nanti mau ikut siapa dan membawa Indonesia yg bagaimana ???? Terserah anda. *Refrensi. SuaraJatim. Islamofobio.com
Baca Selanjutnya

Selasa, 24 Juni 2014

Sungguh akan menyesal, jika anda masih mentertawakan kata “Bocor”


Ngopo.com
Pilpres tahun 2014 ini semakin hari semakin banyak mengundang komentar dari berbagai kalangan, baik itu di dunia maya maupun di dunia nyata, dari desa sampai ke kota-kota, dari dalam negeri sampai luar negeri. Setelah sebelumnya status Facebook yang ditulis oleh Prayudhi Azwar, seorang mahasiswa PhD yang sedang belajar Monetary Economics di The University of Western Australia (UWA). Kini muncul lagi sebuah tulisan warga Indonesia dari benua eropa, tepatnya adalah dari Belanda, oleh seorang wanita bernama Tasniem Fauzia. Berikut ulasannya :

10407000_513797057916_8108719900847534131_n

Jika anda masih tertawa mendengar kata bocor yang selalu didengung-dengungkan oleh capres nomer 1, maka sungguh, anda akan menyesal, karna anda berarti sedang menertawakan keadaan negara anda sendiri yang sedang menangis, anda berarti belum mengerti tentang keadaan pedih negara kita saat ini.

Saya memang cuman Ibu rumah tangga, tapi saya mau membaca.
Mari teman-teman kita perbanyak membaca supaya kita bisa mengerti duduk permasalahan bangsa kita saat ini yang sangat urgent.

Saat ini Indonesia memang sudah merdeka, tapi mengapa rakyatnya masih miskin? Mengapa bangsa kita kok selalu tertindas di negeri yang kaya raya ini ? Ini karna kita sedang dijajah, tapi memang bukan dalam bentuk penjajahan fisik seperti jaman dulu, penjajahan yang ada sekarang ini adalah dalam bentuk korporatokrasi internasional di negara-negara berkembang salah satunya Indonesia.

Negara kita sudah puluhan tahun dijajah oleh korporatokrasi asing, dan kita memang butuh pemimpin yang berani melawan korporatokrasi asing ini.

Apa itu Korporatokrasi asing? Korporatokrasi adalah sebuah sistem kekuasaan yang di kontrol oleh korporasi besar, bank internasional dan pemerintahan. (Noam Chomsky, Media Control, Second Edition: The Spectacular Achievements of Propaganda, 2002)

Korporatokrasi adalah pengendalian suatu negara adidaya di suatu negara berkembang, salah satunya dengan memberikan bantuan pinjaman uang dan menguasai kekayaan alamnya. Korporatokrasi besar tersebut akan dengan leluasa mengarahkan kebijakan suatu negara demi mendapatkan keuntungan maksimal. (Bisa di-google dengan memasukkan kata sandi “Corporatocracy in Indonesia”, ngenes banget kondisi kita saat ini)

Bayangkan, di foto ini kita bisa lihat kekayaan sumber daya alam di Indonesia yang telah dikuasai oleh korporatokrasi internasional.

Kalau dulu sebelum kita merdeka tanggal 17 Agustus 1945, kolonialisme adalah berbentuk penyiksaan fisik, sekarang ini di jaman globalisasi, penjajahan kepada negara-negara berkembang adalah bentuk dominasi negara asing dan negara adidaya di negara-negara berkembang. Kekayaan kita dikuras dan digerus terus oleh pihak asing, uangnya mengalir ke asing, dan negara kita tidak dapat apa-apa.

Kalau jaman VOC dan jaman penjajahan Belanda dulu ada Amangkurat I dan Amangkurat II yang berkhianat kepada negara dengan menjadi antek Belanda, untuk memperkaya dirinya sendiri, sekarang pun tidak ada bedanya. Ada elite-elite politik yang memang berkhianat dan menjadi antek aseng.

Ditambah lagi ini terjadi karna pemimpin saat ini yang kurang tegas dengan kekuatan negara asing. Harus ada pemimpin yang berani untuk melawan korporatokrasi dunia yang berusaha mengacak-ngacak kesatuan negara kita.

Indonesia harus bisa belajar dari negara-negara bermartabat seperti Malaysia, Iran, Venezuela, Argentina, Bolivia, China, Ekuador dan India yang berani menolak untuk bergantung kepada asing, menolak tawaran pinjaman dari IMF dan World Bank yang sangat mengikat dan merugikan negara.

Indonesia merindukan pemimpin yang berani dan tegas, seperti Soekarno dulu, yang tidak tunduk kepada asing.Mari teman-teman kita berdoa, semoga Indonesia masih bisa diselamatkan.

Nasib bangsa ini ditentukan oleh pemimpinannya. Ke mana dia akan membawa kita 5 tahun ke depan. Jika Prabowo Subianto menjadi presiden kita 2014-2019 nanti, insya Allah Indonesia akan bisa keluar dari cengkraman dan kungkungan korporasi asing di negara kita, tidak ada lagi penjualan kekayaan alam, mulai dari hasil hutan, laut, pertambangan, dan energi ke pihak asing yang merugikan negara. Karna dia 100% bisa dibuktikan kesetiaannya kepada negara, tidak ada korporatrokrasi asing yang mem-back up dia saat ini. Dia hanya mengabdi untuk negara dan rakyat Indonesia. Bukan untuk negara asing.

20 Juni 2014
Nijmegen, Belanda

Baca Selanjutnya

Prabowo Pernah Hadir di Pertemuan Ulama Internasional

 REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamidy Banyuanyar Pamekasan KH Rofii Baidhowi menyambut hangat kedatangan capres Prabowo Subianto di pesantrennya, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (24/6). Prabowo hadir bersama Ketua Tim Pemenangan Nasional Mahfud MD untuk bersilaturahmi dengan para ulama, kyai, dan masyarakat di sana.

Rofii mengatakan bukan kali pertama bertemu dengan Prabowo. Ia menyebut sudah sekitar tujuh tahun mengenal mantan Danjen Kopassus itu. "Sudah sering ketemu di Surabaya, di Jakarta," ujar dia, saat memberikan sambutan di depan ribuan santri dan masyarakat yang hadir.

Sekitar dua tahun lalu, Rofii pun mengatakan pernah bertemu dengan Prabowo. Saat itu pertemuan tidak sengaja terjadi di luar negeri. "Ketemu di suatu tempat di Timur Tengah, di situ pertemuan ulama internasional," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Rofii mengatakan hadir beberapa ulama besar. Antara lain Syeikh Ali Jum'ah dari Mesir, Ramadhan Al-Buthi dari Suriah, dan Habib Umar bin Hafiz dari Yaman. Selepas isya di sela acara makan malam, Rofii tidak menyangka melihat sosok Prabowo. "Tahu-tahu di tengah pertemuan ulama internasional itu ada Haji Prabowo Subianto," kata dia.

Karena itu Rofii menegaskan silaturahimnya dengan Prabowo bukan yang pertama kali. Ia mengatakan, Prabowo tidak hanya datang sowan kepada kyai dan ulama ketika dalam momentum menghadapi Pemilu Presiden, 9 Juli mendatang. Rofil mengatakan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu sudah jauh-jauh hari sering bersilaturahmi dengan alim ulama.

Dalam silaturahim itu, para kyai dan ulama menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Hatta Rajasa. Mereka ingin membantu pasangan nomor urut 1 itu untuk menjadi pemimpin Indonesia dalam pemilu yang akan datang. "Semoga Bapak Haji Prabowo-Hatta diberi kemenangan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Menang yang barakah," kata Rofil.


Baca Selanjutnya

Sabtu, 21 Juni 2014

Pengamat: Ide Penghapusan Kolom Agama di KTP Ancam Elektabilitas Jokowi-JK


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Konsep Indonesia (Konsepindo) Budiman Hidayat menilai ide penghapusan kolom agama di kartu tanda penduduk (KTP) yang dilontarkan pasangan capres dan cawapres nomor urut dua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, bakal mengancam elektabilitas pasangan ini ke depan.

Bukan itu saja, sejumlah isu keagamaan yang dilemparkan tim sukses Jokowi-JK, dianggap banyak yang inkonsisten dan merupakan blunder dalam elektabilitas pasangan ini dalam Pilpres 2014 mendatang.
"Ide dan isu keagamaan yang dilemparkan timses Jokowi-JK, bisa membuat masyarakat antipati dan mengancam elektabilitas Jokowi-JK," kata Budiman kepada Warta Kota, Jumat (20/6/2014) malam.

Budiman memaparkan gagasan penghapusan kolom agama di KTP dengan alasan untuk kebebasan beragama, seperti yang dilontarkan Direktur Megawati Institute Siti Musdah Mulia adalah hal yang naif.
Ide ini, katanya, justru dikecam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Sekjen PBNU, KH Marsudi Syuhud. Padahal PBNU, katanya, merupakan lembaga Islam terbesar di Indonesia yang dikenal sangat tenggang rasa dan penuh toleransi dengan agama lain.

Menurut Budiman, kecaman PBNU atas ide itu sangat logis dan mewakili masyarakat luas dari semua agama. Alasannya: jika kolom agama dihapus di KTP, masyarakat bisa direpotkan. Contoh ketika kecelakaan di mana keluarga korban belum bisa dihubungi, sementara korbannya meninggal dan harus dikebumikan.

"Dasar tata cara pengurusan jenazahnya bagaimana, jika tidak berdasar agama di KTP," tanyanya. Belum lagi, tambahnya, penanganan jenazah pada setiap agama sangat berbeda.

Budiman menjelaskan hal lain soal isu keagamaan yang dianggap inkonsistensi dari timses dan pendukung Jokowi-JK di antaranya ide penghapusan Perda Syariat di seluruh wilayah di Indonesia terkecuali Aceh,
 Gallery of Rouges dari Wimar Witoelar yang memaparkan gambar teroris dan Prabowo, hingga penyebaran intel dari timses Jokowi JK di setiap masjid karena dikhawatirkan masjid dijadikan tempat kampanye, merupakan bentuk langkah yang mengundang antipati masyarakat.

"Nanti masyarakat akan terlanjur memahami bahwa capres nomor urut dua itu, justru sebagai ancaman bagi kehidupan keagamaan," katanya.

Ia menjelaskan tim suksesk Jokowi - JK seharusnya mengerti mereka wajib merangkul massa muslim dan massa non muslim dengan isu keagamaan yang plural dan tidak membenturkan antara Islam dan non-Islam.

"Tapi ini malah tidak dan membenturkan semua itu serta mengabaikan pluralisme itu semua," kata Budiman.
Ke depan, Budiman menyarankan agar Jokowi-JK serta timses dan pendukungnya lebih jeli lagi dalam menawarkan ide dan isu keagamaan yang tidak membuat masyarakat baik muslim maupun non muslim justru diundang untuk menjadi antipati kepada mereka.

Baca Selanjutnya