كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Selasa, 01 Juli 2014

Siapa yang paling banyak utang? Sederhanakah?

Katanya Jokowi gak punya utang..nyatanya? mm...Mungkin saat yang tepat beralih dukungan ke Prabowo-Hatta.Sumber resmi KPU


@Nanik S Deyang :
Hello , ada yg sudah dapat berita berapa jumlah kekayaan Jokowi yg tadi dibacakan di KPK. KAlau Pak Prabowo dari tadi malam saya tahu yaitu Rp 1,6 T , gak jauh beda dengan tahun 2009 .....sy pengin lihat kekayaan Capres "miskin" yg bisa memasang atribut di setiap sudut kota dan desa, yg bisa memasang baliho di semua tempat startegis, yg bisa memasng iklan di halaman satu hampir semua koran besar, yg bisa memasang iklan hampir di semua portal, yg bisa masang iklan di semua TV, dan yg bisa ngapain aja....
___

Ha..ha.....ayo yg ngomong pak PS punya hutang besar mana nih???? KPK sudah selidiki sampai ke rumahnya dan hutangnya hanya 28 juta. Paling itu juga utang kartu kredit buat traktir oang-orang ...hoeeeeee ini KPK lho yg ngomong ...
Jokowi hutangnya malah 2 miliar...ha..ha...orang sederhana lebih banyak utangnya tenyata ..KPK lho ya yg ngomong.....mau bully apalagi??? Pada gelap mata makanya bikin kartun aneh-aneh , spanduk aneh2, berita aneh-aneh..

Baca Selanjutnya

PRABOWO YANG HUMANIS


"Buat saya itu 1.000 teman terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak. Tapi saya tidak punya musuh," demikian diungkapkan Prabowo kepada Perempuan sepuh yang duduk di kursi roda itu..

Di Hotel Borobudur itu...

Capres dari koalisi Merah Putih Prabowo Subianto akhirnya datang memenuhi undangan Indonesian Council on World Affairs (ICWA) di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (30/6). Prabowo diminta untuk mengutarakan pandangannya mengenai politik luar negeri dan kepentingan nasional di hadapan perwakilan kedutaan besar negara asing di Indonesia.

Kedatangan Prabowo langsung mendapat sambutan para tamu yang hadir di situ.. Prabowo yang datang mengenakan batik cokelat dan berkopiah itu kemudian menyapa dan menyalami sejumlah orang yang sudah ada di ruangan. Prabowo, dengan gembira menyapa para tamu yang hadir untuk memberi salam.

Pada satu kesempatan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu sempat melihat sosok perempuan. Usia perempuan itu sudah 97 tahun dan duduk di kursi roda.
Tiba-tiba mantan Pangkostrad itu berjalan menemui perempuan yang duduk di kursi roda itu Siapa perempuan sepuh itu ?

Saat bertemu Herawati, Prabowo sempat menunjukkan raut wajah terkejut, sebelum akhirnya tersenyum.

Prabowo memberi hormat dengan mengangkat dua tangannya lalu bertungkup kedua tangannya ke hadapan perempuan itu yang ternyata adalah Herawati Diah, tokoh pers perempuan Indonesia. Herawati merupakan istri almarhum Burhanuddin Mohammad Diah (BM Diah), pendiri Harian Merdeka dan pejuang kemerdekaan.

Lalu tak lama Prabowo menyalami Herawati sambil berlutut dan memegang tangan perempuan yang mengenakan baju berwarna merah itu. Setelah bersimpuh di hadapan Herawati sambil berjabat tangan, Prabowo bangkit dan saling cium pipi kanan dan kiri.

Tentu saja polah Prabowo sempat mendapat perhatian hadirin yang datang. Namun Prabowo tidak bisa lama2 bercengkerama dengan pendiri koran berbahas Inggris pertama di Indonesia, The Indonesian Observer, itu. Karena ada tugas yang harus dilaksanakan Prabowo yang kemudian menuju tempat duduknya sebelum kemudian berorasi mengenai pandangannya.

Usai menyampaikan gagasannya di forum yang dihadiri para duta besar negara-negara sahabat, capres Prabowo itu sempat mencari sosok perempuan sepuh yang duduk di kursi roda tadi. Namun ternyata beliaunya sudah pulang. (meninggalkan tempat acara)

Ibu Herawati sendiri mengaku sudah lama mengenal sosok Prabowo dan keluarga besarnya. Lulusan universitas di Amerika Serikat ini mengaku sudah sering bertemu dengan mantan Danjen Kopassus itu. "Sudah lama kenal dengan Prabowo, saya kenal dari ibunya, semuanya," ujar tokoh yang pernah berkiprah sebagai penyiar di radio Hosokyoku itu.

Herawati Diah, jurnalis perempuan pertama Indonesia, yang memulai kariernya saat usia 22 tahun pada 1940-an.

Kepada Herawati, Prabowo sempat melontarkan sebuah ungkapan.
"Buat saya itu 1.000 teman terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak.
Tapi saya tidak punya musuh," begitu ucap Prabowo.

Baca Selanjutnya

Wow Diam2 Prabowo Sudah Menyelamatkan Aset Bangsa Dari Tangan Asing


Konsesi lahan tambang batubara seluas 10.000 hektar di Kutai Timur yang semula akan dikuasai oleh pihak asing Churchill Mining Plc asal Inggris akhirnya dapat direbut oleh PT Kaltim Nusantara Coal (KNC). Kuasa Hukum KNC Homan Paris mengungkapkan pihaknya memenangkan gugatan hingga ke tingkat peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung perihal konsesi tambang batubara tersebut.

Atas kekalahan ini, pihak Churchill di Indonesia yang menggunakan nama PT Ridlatama Tambang Mineral, PT Ridlatama Trade Powerindo, PT Investmine Nusa Persada dan PT Investama Resources melakukan gugatan Arbitrase di ICSID Singapura. Pihak Churchill tidak menerima dan menggugat pemerintah Indonesia atas kerugian telah kehilangan izin usaha pertambangan dengan nilai US$ 1 miliar di Arbitrase Internasional.

Setelah dicari tahu siapkah pemilik PT Kaltim Nusantara Coal, ternyata perusahaan tersebut adalah milik pengusaha nasional Prabowo Subianto. Bukan sesuatu yang terlalu mengejutkan, seperti yang kita tahu dia adalah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, dia juga salah satu kandidat Presiden yang akan maju di Pemilu 2014 nanti.

Jiwa nasionalis Prabowo sendiri selalu terlihat saat dia menyampaikan orasi-orasi politiknya saat berkampanye, atau saat dia menyampaikan pemaparan tentang visi-misinya di setiap seminar yang diadakan. Prabowo selalu mengutuk keras para komprador-kompr

ador, antek-antek asing yang tidak lain adalah orang Indonesia yang rela menjual aset dan kekayaan bangsanya kepada pihak asing.

Kejadian perebutan konsesi lahan batu bara di Kutai tadi adalah salah satu contoh kecil perjuangan melawan neoliberalisme. Semoga saja jika Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden Indonesia di Pemilu 2014 nanti banyak aset-aset dan kekayaan bangsa yang di kuasai oleh pihak asing dapat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan dikelola sebaik-baiknya untuk kemakmuran Rakyat Indonesia.

Disaat Prabowo Subianto sudah berbuat untuk bangsa, kita hanya baru bisa mencelanya.
Baca Selanjutnya

SETIAP HARI BANYAK YANG PINDAH, DARI KANDANG KE GEDUNG


PDI-Perjuangan Kaltim Pun Berlabuh Ke Prabowo

Tepat pada hari Jum'at 27 Juni 2014, Gubernur LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kalimantan Timur beserta seluruh jajaran Bupati dan Walikota LIRA di 14 Kabupaten Kota di Kaltim mendatangi Posko Koalisi Merah Putih Kaltim untuk menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Hatta. Kedatangan mereka di sambut dengan sumringah oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak yang juga merupakan Ketua Koalisi Merah Putih Kaltim.

Pada pukul 14.00 WITA, acara penyerahan surat dukungan di Posko dimulai dengan ditandai pembacaan ikrar kesetiaan kepada Prabowo-Hatta oleh seluruh Pengurus LIRA yang hadir. Bersama rombongan LIRA, juga hadir beberapa mantan pengurus DPD PDI-Perjuangan Kaltim yang ikut bergabung menyatakan dukungan kepada Prabowo-Hatta, serta tokoh tetua adat Kaltim yang ikut mendo'akan kemenangan bagi Pasangan Nomor Urut 1 ini.

Dalam sambutannya, Ketua Koalisi Merah Putih Awang Farouk Ishak menyatakan antusias dan rasa gembira dengan dukungan LIRA dan sebagian mantan Pengurus DPD PDI-Perjuangan Kaltim. LIRA dalam pandangan Gubernur adalah organisasi yang selama ini getol melaporkan korupsi dan kesewenangan aparatur pemerintah daerah kepada instansi hukum dan atau kepada pejabat yang berwenang di atasnya. Artinya, dukungan LIRA adalah simbol dukungan dan kepercayaan bagi integritas Prabowo-Hatta dalam menjalankan pemerintahannya

nanti

Sementara Ismed Soerya, Gubernur LIRA Kaltim menyatakan bersyukur dan bangga bisa bergabung dengan Koalisi Merah Putih. Ia mewakili seluruh anggota LIRA yang berjumlah sekitar 5000 orang di Kaltim, memberikan harapan kepada Prabowo Hatta, agar slogan "menutupi kebocoran negara" tidak hanya jadi janji manis, tapi juga menjadi program, agar Pemerintah Daerah bisa juga menegakkan integritas pelayanan kepada rakyat. "LIRA secara nasional akan menjadi mitra Prabowo-Hatta dalam menjalankan roda pemerintahan yang bebas korupsi dan berorientasi pada kesejahteraan," tegas Ismed dalam rilis yang diterima Piyungan Online.

Selain sebagai Gubernur LIRA Kaltim, Ismed Soerya adalah mantan aktivis mahasiswa yang banyak terlibat dalam pengorganisasian buruh. Saat menjadi mahasiswa, Ismed pernah menjadi Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI); salah satu sayap Partai Rakyat Demokratik (PRD) -organisasi yang pernah digawangi Budiman Sujatmiko- dan sejak tahun 2010 menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI-Perjuangan Kaltim. Sepekan sebelum menyatakan dukungannya, Ismed sempat menghubungi Bambang Prayitno mantan Ketua PP KAMMI Teritorial Kalimantan yang merupakan sahabat karibnya sejak kuliah, yang sudah terlebih dahulu terlibat menjadi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta.

Ketika dimintai pendapatnya atas masuknya Ismed menjadi salah satu pendukung Prabowo, Bambang Prayitno menyatakan kegembiraannya. "Dukungan Ismed adalah bukti bahwa rasionalitas itu menyebar dan menular. Ismed saya yakin akan membawa gerbong kelompok LIRA, kelompok-kelompok buruh dan seluruh unsur serta pemilih PDI-Perjuangan di Kaltim untuk mengalihkan dukungannya ke Prabowo-Hatta. Dan ini isyarat kemenangan yang jelas," terangnya
Baca Selanjutnya

BUKTI SLOGAN JOKOWI BERSIH JUJUR SEDERHANA MERAKYAT PALSU


Pura – pura bergaya hidup sederhana atau sederhana yang direkayasa, itu namanya kemunafikan. Munafik adalah sifat terkeji dan terbejat. Seburuk – buruknya pemimpin adalah pemimpin munafik.

Berikut ini BUKTI – BUKTI ketidakjujuran Jokowi :

Kesaksian dari mantan Sekda Solo Supradi Kertamenawi sebenarnya bukan informasi baru sebab sudah sejak dua tahun lalu kebobrokan Solo di masa kepemimpinan Jokowi sudah tercium, akan tetapi baru sekaranglah ada kesaksian dari “orang dalam” sendiri.

Bila mengurus kota Solo saja gagal maka tentu kegagalan yang sama juga terulang kembali ketika Jokowi memimpin Jakarta, dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sebagai akuntan negara menemukan 86 kebocoran pada APBD Jakarta Tahun 2013 mencapai Rp. 2trilyun; dan kebocoran ini belum termasuk kerugian akibat memasukan Bus TransJakarta berkarat oleh seorang mantan timsesnya, Michael Bimo Putranto, yang menggerus keuangan negara hingga Rp. 3,7trilyun. Selain itu BPK juga menemukan banyak realisasi belanja yang tidak didukung dengan bukti pertanggung jawaban (nota, kuitansi yang dilengkapi identitas perusahaan, dan lain sebagainya).

Beberapa temuan tersebut antara lain:

1. Pembuatan sistem informasi berupa e-surat, e-dokumen, e-harga, e-budgeting, sistem belanja hibah dan bansos, e-aset, e-fasom-fasum, e-pegawai melanggar ketentuan pengadaan barang dan jasa. Hasil atau output dari kegiatan tersebut tidak sesuai kesepakatan hingga merugikan keuangan daerah hingga Rp. 1,42miliar.

2. Kartu Jakarta Sehat/KJP bermasalah dan merugikan keuangan daerah sebesar Rp. 13,34miliar karena penerimanya banyak yang ganda, yaitu sebesar 9.006 nama.

3. Biaya Operasional Pendidikan untuk Sekolah Negeri senilai Rp. 1,54trilyun tidak dicatat dan tidak ada dokumen sebagai bukti pertanggungjawa

ban, dan hasil pengujian pada 11 sekolah negeri terindikasi kerugian senilai Rp. 8,29miliar, artinya kerugian keuangan daerah yang sebenarnya masih jauh lebih besar.

4. Penyaluran dana Hibah BOP swasta sebesar Rp. 6,05miliar tidak sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak efektif (boros), misalnya sekolah menerima BOP padahal tidak pernah mengajukan proposal tapi dana tersebut tidak dimanfaatkan, dan selain itu ada manipulasi Surat Keterangan Tidak Mampu yang merugikan keuangan daerah sebesar Rp. 2,19miliar.

5. Realisasi program penataan kampung tidak efektif (boros); selain itu sebanyak 90 rumah didirikan di atas lahan dengan peruntungan drainase tata air dan jalan (melanggar rencana tata ruang). Selain itu dari targer Rp. 214miliar hanya terealisasi sebesar Rp. 75miliar.

6. Pengadaan bus TransJakarta tahun 2013 (kasus Michael Bimo Putranto) tidak wajar dan tidak sesuai ketentuan alias melanggar hukum yang berlaku.

7. Pencairan uang cadangan di Dinas PU pada akhir 2013 senilai Rp. 110,04miliar tidak wajar sebab sebesar Rp. 104,62miliar ditransfer ke rekening pribadi kepala seksi di kecamatan, kepala seksi di sudin, dan kepala bidang. Pencairan dana ini tidak punya pertanggung jawaban dan pekerjaan pembangunan jalan tidak sesuai spesifikasi teknis dengan total kerugian Rp. 6,73miliar.
Mengenai laporan BPK dapat dilihat di:

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/06/20/1358519/Laporan.Keuangan.DKI.2013.Dinilai.Wajar.Dengan.Pengecualian.

http://jakartabagus.rmol.co/read/2014/06/20/160298/BPK:-Sistem-Online-dan-KJP-Jokowi-Tak-Sesuai-Ketentuan,-Negara-Rugi-Miliaran-

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/06/20/1810185/BPK.Penataan.Kampung.Kumuh.Jokowi.Serobot.Lahan.Negara

http://m.detik.com/news/read/2014/06/20/124517/2614168/10/bpk-laporan-keuangan-dki-jakarta-tahun-2013-wajar-dengan-pengecualian

Kegagalan dan bobroknya kinerja Jokowi selama memimpin Jakarta yang belum diulas oleh BPK sebenarnya masih sangat banyak sekali, antara lain:

1. Sistem Kartu Jakarta Sehat Jokowi yang gagal hingga menyebabkan kematian banyak warga Jakarta dan menimbulkan kekacauan luar biasa pada puskesmas dan rumah sakit mitra KJS hingga Kementerian Kesehatan turun tangan mengganti sistem ala Jokowi dengan INA-CBG yang disiapkan untuk BPJS.

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/03/09/16385850/Ditolak.Empat.RS.Pasien.Akhirnya.Meninggal

http://matamata.com/news/2014/02/20/062959/tolak-pasien-dirawat-di-icu-pengguna-kjs-meninggal-di-rumah-sakit/

2. Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Korporasi/Corporate Social Responsibility/CSR yang kacau dan digunakan untuk kepentingan politik sebagaimana pernah disampaikan Faisal Basri, pendiri Indonesia Corruption Watch/ICW:
“Saya sudah duga pasti [CSR] akan bermasalah. Namanya gubernur [Jokowi] kan orang politik, nanti kan takutnya dibawa untuk kepentingan pemilu, kepentingan politik, kepentingan partai, gimana.”

http://www.merdeka.com/jakarta/faisal-basri-kelola-dana-csr-ahok-salahgunakan-kekuasaan.html

3. Jokowi terlalu sering menggunakan hari-hari kerja untuk urusan partai dan urusan pribadi sehingga pekerjaan Jokowi harus dikerjakan oleh Wakil Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sebagaimana disampaikan oleh Fadjroel Rahman seorang aktivis dan Ahok sendiri.

http://nasional.kompas.com/read/2014/03/13/1535306/.Katanya.Jokowi.Mau.Melayani.Publik.Kok.Malah.ke.Blitar.

http://news.detik.com/read/2013/09/16/144627/2359944/10/2/ahok-mengeluh-jokowi-sering-cuti

4. Relokasi pedagang kaki lima/PKL di Tanah Abang ke Blok G Pasar Tanah Abang masih menyisakan persoalan besar dan sama sekali tidak menyelesaikan masalah, terbukti banyak PKL yang gulung tikar sebagaimana kesaksian Tarmiji, Koordinator Komunitas Pasar Tanah Abang.

http://m.inilah.com/read/detail/2109619/pedagang-tanah-abang-gugat-pernyataan-jokowi

5. Mangkraknya pembangunan monorel akibat ketidaksiapan Pemprov DKI dan kontraktor terpilih padahal sudah ada groundbreaking dan MRT sudah menjadi pengetahuan umum sehingga tidak saya carikan refernsi lagi.

6. Prijanto, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengungkap bahwa salah satu keluhan anak buah Jokowi di Balai Kota adalah Jokowi tidak paham persoalan administrasi dan banyak berkas menumpuk belum ditandatangan dan Jokowi hanya peduli untuk meletakan batu pertama pada sebuah proyek supaya dikenang sebagai gubernur yang peduli pada rakyat (95% pekerjaan Jokowi tahun 2014 adalah kegiatan seremonial seperti peresmian dimulainya proyek dan peresmian proyek).

http://m.okezone.com/read/2014/05/21/500/988237/prijanto-heran-jokowi-tak-paham-administrasi

7. Revitalisasi Waduk Pluit sudah berhenti sejak November 2013 sampai sekarang karena Pemprov DKI hanya memusatkan pembangunan Taman Waduk Pluit, sementara sebelum revitalisasi berhenti, pengerukan baru dilakukan pada wilayah waduk seluas 20 hektar dari total luas 60 hektar dan pada kedalaman 1 meter dari total kedalaman waduk 10 meter. Tidak heran apabila hari ini Waduk Pluit mulai ditutupi enceng gondok yang membuktikan tingkat kekotoran Waduk Pluit.

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/11/18/0739134/Krisis.Anggaran.Pengerukan.Waduk.Pluit.Terhenti.

8. Ketika masih berada di Solo, Jokowi berkata bahwa mengatasi banjir Jakarta sangat mudah, namun di tangannya banjir besar lima tahunan di Jakarta berubah menjadi banjir setiap tahun, sebagaimana kesaksian berikut:

a. Jack (40), warga RT 03/03, Gang Lima, Kampung Pulo yang bekerja sebagai tukang ojek motor mempertanyakan alasan banjir besar lima tahunan menjadi banjir tahunan.

b. Achmad Zukri, Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyampaikan rasa heran atas banjir besar tahun 2014 padahal intensitas curah hujan lebih rendah daripada 2013 karena hujan di Jakarta lebih banyak terdistribusi secara merata di semua wilayah dan tidak terpusat pada daerah tertentu saja dan hujan tidak selebat tahun 2013 sebab hujan sudah dicicil sejak malam tahun baru.

c. Hadi Widodo, petugas pintu air Manggarai menyatakan bahwa kondisi banjir tahun ini separah banjir besar 2007. Fakta lain bahwa saat ini kita sedang mengalami banjir besar walaupun intensitas dan curah hujan ada pada kondisi normal adalah jebolnya tanggul kali sekretaris, Jakarta Barat. Terakhir kali tanggul ini jebol adalah tahun 2002.

http://www.rmol.co/read/2011/06/28/31483/Walikota-Solo:-Kelihatannya-Nggak-Sulit-sulit-Amat-Atasi-Macet-dan-Banjir-Jakarta-

http://m.okezone.com/read/2014/01/19/500/928349/warga-protes-banjir-lima-tahunan-kok-jadi-tiap-tahun

9. Terjadi duplikasi anggaran pada Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp. 700miliar dan mark up sebesar Rp. 500miliar dan ICW kecewa karena Jokowi terlihat tidak peduli pada fakta kerugian keuangan daerah sebesar Rp. 1,2trilyun tersebut.

http://m.tribunnews.com/metropolitan/2014/04/13/icw-nilai-langkah-jokowi-tak-lapor-indikasi-korupsi-disdik-dki-ke-penegak-hukum-tidak-tepat

10. Pelayanan bus TransJakarta mulai menurun drastis setelah berada di tangan Jokowi, terbukti sejak Juni 2013 sampai hari ini, sudah tidak terhitung bus TransJakarta yang mogok atau terbakar/meledak karena pengadaan bus-bus TransJakarta baru dimenangkan oleh perusahaan fiktif dan menjadi bahan untul “diproyekin” oleh tim sukses Jokowi, yaitu Michael Bimo Putranto dan David Herman Jaya.

http://m.kompasiana.com/post/read/645777/2/jokowi-kami-tidak-ra-popo-.html

Kebobrokan hasil kinerja dari pemerintahan Jokowi di Jakarta juga dijelaskan oleh mantan timses Jokowi bernama Nanik S. Deyang, wartawati senior bahwa sejak Desember 2012, Jokowi sudah nafsu mau jadi presiden dan itulah sebabnya dia rancang dalam setahun akan memaksakan untuk membuat “proyek monumental” yang akan dibicarakan orang meski sebenarnya ala kadarnya.
Baca Selanjutnya

Senin, 30 Juni 2014

Widji Thukul, Semoga Kau Membaca Tulisan Ini



Oleh: Andi Arief


MELIHAT MetroTV berulang memperdagangkan kehilangan Widji Thukul dalam acara untuk memenangkan Jokowi dan statement Jokowi yang seolah-olah menyukai sajak-sajak Thukul dan meminta Thukul harus ditemukan, inilah saatnya saya saya akan berterus terang.

Saya akan menepati janji bercerita tentang Widji Thukul.

Sejak peristiwa 27 Juli 1996 kami kesulitan mencari dimana keberadaan penyair rakyat yang populer puisinya sampai ke jalan-jalan menjadi teriakan aktifis kiri, tengah sampai kanan yaitu: “hanya satu Kata lawan!”

Suatu saat di milis Apa Kabar yang waktu itu merupakan media yang tak lagi bisa dikontrol oleh Orde Baru, ada puisi Thukul yang memberi signal dia masih hidup. Pertengahan 1997 akhirnya kami mampu bertemu Thukul.

Setiap orang tidak sama dalam mengatasi represi, banyak kawan kami yang mundur, menghilang, ada yang terkena gangguan jiwa tapi mayoritas yang terkonsolidasi makin teguh iman perjuangannya. Mereka yakin peristiwa 27 Juli 1976 itu pertanda senjakala usia diktator Soeharto.

Laporan majalah Tempo tentang 2013 tentang Widji Thukul ada kekeliruan besar. Disebutkan Widji Thukul menempati kontrakan di Tanah Tinggi. Itu Keliru.

Widji Thukul bersama saya dan beberapa kawan berpindah-pindah di dua tempat. Pertama, di rumah susun Cawang, dan kedua di rumah susun Apron Kemayoran.

Thukul adalah obor bagi kami. Dia penyair yang tidak hanya menjadikan puisi sebagai bentuk perlawanan. Baginya berorganisasi adalah perlawanan sesungguhnya.

Dia aktif dalam aksi-aksi buruh.

Seperti juga Thukul, ada rekan kami Lukman yang juga bukan berbasis student tapi hasil dari pengorganisiran buruh, seorang buruh bergabung dan memipin perjuangan.

Thukul yang kembali bersama kami pertengahan 1997 adalah Thukul yang baru. Saya melihat dia mengalami perubahan besar.

Kalau dasarnya represi 1996, rasanya sulit bisa menjelaskan Thukul 1997 yang kehilangan spirit dan progresif.

Karena aktifitas progresif Thukul bertahun-tahun di berbagai kota dan demonstrasi tak mungkin dengan gampang mengubah dirinya menjadi sosok yang kehilangan spirit.

Thukul dalam setiap rapat dan diskusi tidak lagi bersemangat, bahkan saat akan pengambilan gambar pembacan puisinya yang akan dikirim ke pembukaan Kongres DSP di Australia, harus melakukan pengulangan berkali-kali karena Thukul bukan hanya tidak menjiwai tapi juga tak lagi hapal salah satu puisinya.

Perubahan yang terjadi pada dirinya membuat saya dan kawan-kawan tidak memberikan tugas berat pada Thukul untuk melakukan pengorganisiran di hampir 50 titik lebih di Jakarta yang kami lakukan.

Saat 1 dolar AS tembus Rp 18 ribu, Thukul kami tempatkan sebagai divisi penggandaan selebaran, majalah dan lain-lain.

Belum 24 jam rapat selesai, Thukul izin pada saya yang waktu itu memimpin untuk izin bertemu keluarganya yang menurut dia belum pernah disambangi sejak 27 Juli 1996.

Sejak itulah Thukul tidak pernah berkomunikasi lagi dengan organisasi.

Kemana Thukul setelah 27 juli 1996 sampai bertemu kami pertengahan 1997?

Dia bercerita pada saya (mungkin juga yang lain) bahwa dirinay ditampung oleh jaringan yang posisinya juga kontra terhadap Orde Baru.

Berpindah-pindah rumah dan berpindah-pindah propinsi, kata Thukul.

Kepergian Thukul pada 1997 itu jauh dari masa-masa penangkapan-penangkapan tertutup yang dilakukan sekitar Februari sampai Maret 1998.

Kami tidak tahu kemana Thukul sebenarnya.

Namun saya menjadi saksi sekitar dua bulan sejak saya dikeluarkan dari tahanan Polda Metro Jaya tahun 1998. Bertempat di coffee shop sebuah hotel di bilangan Cikini, saya bertemu Thukul sekitar 1 jam lamanya.

Saya senang karena artinya Thukul masih ada. Perlu diketahui Kontras dan Ikohi di awal-awal tidak memasukkan Thukul sebagai daftar orang hilang.

Lalu dimana Thukul? Saya yakin dia masih ada dan masih hidup. Entah di mana. Namun, saya masih menyimpan jelas nama yang disebut Thukul adalah nama Stanley, nama yang tak asing bagi dunia pers dan Tempo. Sampai saat ini saya belum pernah bertemu Stanley untuk menanyakan kabar itu. [***]

Andi Arief adalah mantan Ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), sempat ditangkap dan diamankan oleh Tim Mawar Kopassus. Kini bertugas sebagai Staf Khusus Presiden.


Baca Selanjutnya

Kalau Prabowo jadi Presiden, pengusaha susah NYOGOK


 By Nanik S Deyang

Kalau Prabowo jadi Presiden, pengusaha susah NYOGOK . Pengusaha juga takut karena tidak bisa menginjak -injak atau merebut hak rakyat. Pengusaha takut karena tidak bisa melakukan monopoli/oligarki, dan berbagai konspirasi, sehingga semua ekonomi diatur di tangan kelompok mereka yg disebut konglomerat. Pengusaha takut karena mereka tidak bisa membuat kartel, sehingga dengan seenaknya mereka membuat harga, dan rakyat harus bisa terima berapapun harga yg dibuat oleh para pengusaha .

7 tahun saya pernah menjadi wartawan yg khusus meliput aktivitas konglomerat bareng dengan Nina Mussolini-Hansson , jadi kami tau seperti apa polah tingkah mereka menguasai Indonesia dan rakyat hanya jadi penonton. Itulah yang membuat 80 persen kekayaan Indonesia dikuasai manusia 1 persen yg terdiri dari kawan-kawan Sofyan Wanandi.

Jadi sangat wajar kalau manusia seperti dia dan kawan-kawannya itu (yg satu persen) itu menentang habis dengan berbagai cara, agar Prabowo tidak menjadi Presiden . Apakah rakyat akan diam? Mau terus jadi kere dan hanya mereka yang 1 persen itu yg nguasai Indonesia dengan hidup super mewah dan kaya raya? Kalau kita merasa masih susah , dan kita pilih Jokowi berarti kita membiarkan yang 1 persen itu terus menguasai perekonomian Indonesia.

Tolong sadarkan semua saudara-saudara kita semua, kalau mereka tidak memberikan suaranya pada Prabowo , maka berarti dia ingin Indonesia di tangan para konglomerat ini, dan kita tetap akan hidup megap-megap, karena semua harga terus naik, dan pendapatan kita tidak meningkat.

7 Tahun meliput mereka, menorehkan luka yg dalam di bathin saya, bagaimana mereka semua bisa seenak perut mengatur perekonomian Indonesia. Jadi jangan ajari saya dengan sesuatu yg saya lebih tau. Hany segelintir manusia yg bisa menjadi wartawan yg punya spesialisasi meliput konglomerat, dan saya salh satunya saat itu (era tahun 1990-an), jadi kalau ada yang bicara soal diri saya , memfitnah saya, maka saya hanya mau bilang, "Darah saya sudah lama bergolak melawan sakit melihat dominasi konglomerat di negeri ini. Jangankan fitnah kalian , semua apa yg saya miliki akan saya pertaruhkan untuk melihat keadilan ekonomi di negeri ini”

http://www.merdeka.com/peristiwa/sofyan-wanandi-pengusaha-takut-kalau-prabowo-jadi-presiden.html

Baca Selanjutnya