كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Senin, 10 Maret 2014

Diserang Gerombolan Bercadar, Warga Bantul Minta Pesantren Ditutup






VIVAnews - Warga di Kampung Nitipuran, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, berencana akan menutup Pesantren, TK, SD, Darusunnah sebangai buntut penyerangan rumah warga oleh gerombolan bercadar, bercelana congklang, dan membawa senjata tajam berupa linggis dan samurai, Minggu. Warga menduga lebih kurang 50 penyerang itu adalah walimurid yang anaknya disekolahkan di pesantren itu.

Juru bicara warga sekaligus tokoh masyarakat kampung Nitipuran, Joko Budiyanto mengatakan di kampung itu terdapat sekitar 1.500 warga sudah dewasa dan siap memberikan persetujuan jika TK-SD Darusunnah tersebut ditutup selamanya.

"Warga sudah terancam dan tidak lagi nyaman tinggal berdekatan dengan Darusunnah yang pimpinannya tidak bersedia bermusyawarah atas atas penyerangan rumah warga," katanya, Senin 3 Maret 2014

Menurut dia, jika berpatokan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka ada toleransi dan ada aturan yang harus ditaati bersama. Apalagi ini melanggar dengan mengerahkan gerombolan masa bercadar dan bersajam.

"Selama 3 tahun lebih pesantren itu berdiri sama sekali tidak pernah ada pelajaran Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, apalagi menggelar upacara bendera. Ajaran yang diberikan adalah ajaran garis keras," katanya.

Selain perusakan rumah milik Agus Windarto dan Sri Rejeki, beberapa orang juga diancam oleh tiga pelaku yang menggunakan senjata tajam. Mereka mengalungkan senjata ke leher korban dan ditanya apa agamanya. Setelah menjawab, korban diminta bersyahadat. "Ini jelas ancaman pembunuhan," ujar Joko.

Meski nantinya ada mediasi antara warga dengan pimpinan pesantren, warga tetap akan menuntut penutupan kegiatan belajar mengajar. "Bagaimana mereka bersedia diajak bermusyawarah jika mereka menganggap warga Nitipuran ini semua kafir. Pasti tidak ada solusi yang terbaik," katanya.

Sri Rejeki, salah satu korban mengaku, perusakan rumah kemungkinan terjadi karena walimurid tak terima saat ditegur warga. "Mereka kalau mengantar anak lewat Gang Blorok Madu dan tak pernah mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rendah. Meski di kanan-kirinya banyak warga di teras. Mereka juga tidak pernah menegur warga," kata Sri.

Teguran kepada wali murid dari siswa TK-SD Darusunnah dilakukan sudah berkali-kali namun tetap nekat mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Bahkan ada wali murid yang justru menantang warga.

Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan, kepolisian telah melakukan mediasi dengan pimpinan SD-TK Darusunnah. Mereka bersedia bermusyawarah dengan warga. "Saya sendiri yang langsung menemui pimpinan pesantren dan menyatakan bersedia untuk bermediasi dengan warga,"katanya

Meski demikian polisi juga minta kepada pengurus pesantren untuk terbuka dan membantu polisi dalam mengungkap kasus perusakan dua rumah warga. "Meski nantinya ada kesepakatan bersama namun proses hukum tetap berjalan." (umi)

Sumber

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)