كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Selasa, 01 Juli 2014

PRABOWO YANG HUMANIS


"Buat saya itu 1.000 teman terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak. Tapi saya tidak punya musuh," demikian diungkapkan Prabowo kepada Perempuan sepuh yang duduk di kursi roda itu..

Di Hotel Borobudur itu...

Capres dari koalisi Merah Putih Prabowo Subianto akhirnya datang memenuhi undangan Indonesian Council on World Affairs (ICWA) di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (30/6). Prabowo diminta untuk mengutarakan pandangannya mengenai politik luar negeri dan kepentingan nasional di hadapan perwakilan kedutaan besar negara asing di Indonesia.

Kedatangan Prabowo langsung mendapat sambutan para tamu yang hadir di situ.. Prabowo yang datang mengenakan batik cokelat dan berkopiah itu kemudian menyapa dan menyalami sejumlah orang yang sudah ada di ruangan. Prabowo, dengan gembira menyapa para tamu yang hadir untuk memberi salam.

Pada satu kesempatan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu sempat melihat sosok perempuan. Usia perempuan itu sudah 97 tahun dan duduk di kursi roda.
Tiba-tiba mantan Pangkostrad itu berjalan menemui perempuan yang duduk di kursi roda itu Siapa perempuan sepuh itu ?

Saat bertemu Herawati, Prabowo sempat menunjukkan raut wajah terkejut, sebelum akhirnya tersenyum.

Prabowo memberi hormat dengan mengangkat dua tangannya lalu bertungkup kedua tangannya ke hadapan perempuan itu yang ternyata adalah Herawati Diah, tokoh pers perempuan Indonesia. Herawati merupakan istri almarhum Burhanuddin Mohammad Diah (BM Diah), pendiri Harian Merdeka dan pejuang kemerdekaan.

Lalu tak lama Prabowo menyalami Herawati sambil berlutut dan memegang tangan perempuan yang mengenakan baju berwarna merah itu. Setelah bersimpuh di hadapan Herawati sambil berjabat tangan, Prabowo bangkit dan saling cium pipi kanan dan kiri.

Tentu saja polah Prabowo sempat mendapat perhatian hadirin yang datang. Namun Prabowo tidak bisa lama2 bercengkerama dengan pendiri koran berbahas Inggris pertama di Indonesia, The Indonesian Observer, itu. Karena ada tugas yang harus dilaksanakan Prabowo yang kemudian menuju tempat duduknya sebelum kemudian berorasi mengenai pandangannya.

Usai menyampaikan gagasannya di forum yang dihadiri para duta besar negara-negara sahabat, capres Prabowo itu sempat mencari sosok perempuan sepuh yang duduk di kursi roda tadi. Namun ternyata beliaunya sudah pulang. (meninggalkan tempat acara)

Ibu Herawati sendiri mengaku sudah lama mengenal sosok Prabowo dan keluarga besarnya. Lulusan universitas di Amerika Serikat ini mengaku sudah sering bertemu dengan mantan Danjen Kopassus itu. "Sudah lama kenal dengan Prabowo, saya kenal dari ibunya, semuanya," ujar tokoh yang pernah berkiprah sebagai penyiar di radio Hosokyoku itu.

Herawati Diah, jurnalis perempuan pertama Indonesia, yang memulai kariernya saat usia 22 tahun pada 1940-an.

Kepada Herawati, Prabowo sempat melontarkan sebuah ungkapan.
"Buat saya itu 1.000 teman terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak.
Tapi saya tidak punya musuh," begitu ucap Prabowo.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)