كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Selasa, 11 Juni 2013

Syeikh Bouty dan Partai Islam




Syekh Buty pernah diajak buat Partai Islam oleh Presiden Hafez al Assad, "Anda adalah pemuka Islam yang disukai rakyat Suriah, kenapa tidak membuat partai berbasis Islam, supaya aspirasi Muslim tersalurkan, karena mungkin mereka tidak suka partai sekuler seperti partai Baath.

Syekh Buty menjawab,"Oke, mungkin saya istiqamah pada Islam, mungkin saya bisa jadi teladan yang baik dalam berpolitik, dan saya yakin dalam setahun saya bisa mendapat jutaan pendukung. Tapi, apa saya bisa memastikan orang-orang yang mengikuti partai Islam saya benar-benar mencerminkan akhlak Islam? Kalau pun ketika saya hidup mereka menjadi seperti saya, apa anda bisa yakin kalau saya sudah mati mereka tetap seperti itu? Kalau mereka berbuat salah, Islam yang dibawa-bawa!

Padahal Islam bukan diwakili oleh partai! Kemudian, kalau saya menjadi ketua partai, saya akan merasa menzhalimi umat Islam lainnya yang tidak masuk partai saya. Kalau suatu saat anggota partai saya berbuat salah, orang partai lain menghujat anggota partai saya, saya pastinya akan mendukung anggota saya dan membelanya, sedangkan saya tahu dia salah, dan orang partai lain yang benar, tapi karena dia orang partai saya, saya membela dia! Saya jadi sangat dholim! Biarlah saya berdakwah seperti ini, tanpa bawa-bawa partai. Kalau mau berdakwah , jangan sampai kamu dipolitiki, kalau mau berpolitik kamu harus tahu agama, tapi jangan dekati mimbar."

Sumber

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)