كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Rabu, 17 April 2013

Buat para penggemar berita arrahmah.com dan voa-islam.com

Peter Parker dan Arrahmah.com


Buat para penggemar berita arrahmah.com dan voa-islam.com Kalau saya bilang website di atas garbage/sampah tentu anda tidak terima. Tapi ada baiknya anda coba google dari Media lain seperti Republika.co.id, Mirajnews, Radio Silaturrahim, dsb. Kira-kira ada tidak berita “bombastis” seperti dari situs tsb? Kalau tidak ada jangan percaya begitu saja. Khawatirnya cuma fitnah dan hasutan belaka untuk membuat kita marah dan menzalimi satu kaum… Mengadu-domba sesama Muslim.


Asbabun Nuzul dari Al Hujuraat 6 meminta kita mewaspadai berita dari orang2 fasiq. Orang fasiq di situ, Walid bin Uqbah, itu bukan orang kafir. Tapi justru mukmin kepercayaan Nabi. Dia dipercaya Nabi memungut zakat satu kaum yg nilainya milyaran rupiah. Tak mungkin tugas memungut uang banyak diserahkan kepada orang yg tak dipercaya bukan?


Nah ternyata orang yang kita percaya Mukmin terpercaya itulah Orang Fasiqnya.


Sementara Harits dan kaumnya yang difitnah itu justru orang2 yang kafir dan baru masuk Islam. Sehingga banyak orang Islam, termasuk Walid mengira mereka masih kafir dan ingin membunuhnya.


“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. ” [Al Hujuraat 6]


Imam Ahmad dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang Jayyid melalui Harits bin Dharar Al Khuza’i yang telah menceritakan:

“Aku datang menghadap kepada Rasulullah saw. lalu beliau mengajakku masuk Islam, lalu aku menyatakan diri masuk Islam di hadapannya. Dan beliau menyeruku untuk mengeluarkan zakat, maka aku berikrar kepadanya akan mengeluarkan zakat, lalu aku berkata: ‘Wahai Rasulullah! Bolehkah aku kembali kepada kaumku, aku akan ajak mereka masuk Islam dan menunaikan zakat.

Maka barang siapa yang memperkenankan hal itu aku akan mengumpulkan harta zakatnya, lalu engkau mengirimkan utusanmu kepadaku dalam jangka waktu yang cukup supaya orang tersebut dapat membawa semua harta zakat yang telah aku kumpulkan kepadamu.’”

Setelah Harits berhasil mengumpulkan harta zakat kaumnya, waktu yang telah dijanjikan telah tiba, ternyata Rasulullah saw tidak mengirimkan utusannya. Setelah ditunggu-tunggu ternyata tidak juga muncul, maka Harits menduga bahwa Rasulullah saw marah terhadap dirinya, lalu ia mengumpulkan semua orang-orang kaya kaumnya, dan berkata kepada mereka:

“Sesungguhnya Rasulullah saw. dulu telah menentukan waktu untuk mengirimkan utusan kepadaku supaya mengambil zakat yang berhasil aku kumpulkan ini. Aku yakin bahwa Rasulullah tidak akan menyalahi janjinya, menurut dugaanku tiada yang menghalangi beliau untuk datang kepadaku melainkan beliau marah kepadaku. Maka sekarang marilah kita berangkat untuk menyerahkannya langsung kepada Rasulullah saw.”

Pada saat bersamaan Rasulullah saw. mengirim Walid bin Uqbah untuk mengambil harta zakat yang ada pada Harits. Hanya saja ketika Walid sampai di tengah jalan, ia kembali lagi menghadap Rasulullah saw. dan melapor, “Sesungguhnya Harits menolak untuk membayarkan zakatnya kepadaku, bahkan dia hampir saja membunuhku.”

Maka Rasulullah saw. kembali membentuk utusannya yang baru untuk dikirimkan kepada Harits. Tetapi ketika para utusan itu baru keluar dari Rasulullah, tiba-tiba datanglah Harits bersama dengan teman-temannya dan berpapasan dengan para utusan itu. Lalu Harits bertanya kepada mereka, “Hendak ke manakah kalian diutus?”

Mereka menjawab: “Kami diutus untuk menemuimu.” Harits kembali bertanya, “Mengapa?” Mereka berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw. telah mengutus kepadamu Walid bin Uqbah, lalu ia melaporkan bahwa kamu tidak mau membayar zakat kepadanya dan bahkan kamu hendak membunuhnya.”

Harits berkata, “Tidak, demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan membawa perkara yang hak, aku tidak pernah melihatnya dan belum pernah pula aku kedatangan dia.”

Ketika Harits datang menghadap Rasulullah saw. lalu Rasulullah saw. berkata kepadanya, “Kamu tidak mau membayar zakat, dan bahkan kamu bermaksud untuk membunuh utusanku.” Harits menjawab, “Tidak, demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan membawa perkara yang hak.” Maka ketika itu juga turunlah firman-Nya:


“Hai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita…” (Q.S. Al Hujurat, 6) sampai dengan firman-Nya, “Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Al Hujurat, 8) Rijal (para perawi) hadis ini semuanya terdiri dari orang-orang yang tsiqah (dapat dipercaya).

Imam Thabrani telah mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui hadis Jabir bin Abdullah, Alqamah bin Najiyah dan Umu Salamah. Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis serupa melalui jalur Al Aufi yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a.

Baca selengkapnya di: sini


Contoh berita yang aneh dari Media Wahabi di atas misalnya ini:

Voa Islam Assad


Di satu berita katanya Assad mengaku sebagai Tuhan seperti Fir’aun. Memaksa orang menyembah Assad dan berkata: “Laa ilaaha illa Assad”. Tidak ada Tuhan selain Assad:


Anehnya di Media yang sama dimuat berita dan Foto Bashar Assad sedang sholat Ied di Masjid Sunni dgn cara Sunni. Di sampingnya adalah Ulama Sunni, Syekh Ahmad Hassoun yang puteranya tewas dibunuh pemberontak Suriah:


Di Media lain juga diberitakan Bashar Assad sedang sholat:

Presiden Assad Shalat Ied di Damascus





Kira-kira masuk akal tidak jika Assad mengaku Tuhan dan memaksa rakyatnya untuk berkata “Laa ilaaha illa Assad”? Apa rakyatnya tidak akan berontak? Apa para Ulama Aswaja seperti Syekh Al Buthi dan Syekh Ahmad Hassoun tidak akan marah padanya?

Jika Assad mengaku sebagai Tuhan, kenapa dia masih sholat?

Orang yang berpikiran sehat dan memiliki keadilan tentu akan paham bahwa berita itu tidak benar.

Salah satu dari 2 berita di Voa Islam itu pasti ada yang salah.

Fitnah satu lagi adalah bahwa Khaddafi mengaku sebagai Tuhan seperti FIr’aun. Fitnah yang klise!


Padahal Khaddafi ini Muslim Sunni (Maliki) dan masih sholat. Bahkan sebagai Imam!



K. H. Muhammad Arifin Ilham
Alhamdulillah, sudah 3 kali ke Libya, & 2 kali sholat berjamaah di lapangan Moratania & Lapangan Tripoli sholat berjamaah yg dihadiri 873 ulama seluruh dunia & rakyat Libya, dengan Imam langsung Muammar Qoddafy, bacaan panjang hampir 100 ayat AlBaqoroh, sebagian besar jamaah menangis, sebelumnya syahadat 456 muallaf dari suku-suku Afrika, & dakwah beliau selalu mengingatkan tentang ancaman Zionis & Barat, Pemimpin Arab boneka AS, selamatkan Palestina, Afghannistan & Irak… Inilah kesanku pada almarhum, sahabatku FIllah.

FB Arifin Ilham Qaddafi

FB Arifin Ilham Qaddafi





Dari contoh berita di atas, di mana kedua Media tsb tidak melakukan Tabayyun thd Assad dan Khaddafi yang mereka fitnah, kita tahu apakah mereka media yang adil atau tidak.

Dalam surat Al Hujuraat ayat 6 kita harus tabayyun thd orang yang kita tuduh, dalam hal ini Assad dan Khaddafi. Bukan mempercayai fitnah begitu saja.


Media Massa yang baik juga meliput dari semua pihak yang terlibat. Cover both sides of the story. Bukan cuma dari 1 sisi atau 1 kelompok saja.

Walhasil, Qaddafi jatuh dan diganti dengan pemerintah Boneka AS yang bersalaman dengan Hillary Clinton. Minyak Libya diambil perusahaan minyak AS dan Inggris:

Hillary dan Abdurrahim Al Kaib
Hillary Clinton dan dan PM Libya Abdurrahim Al Kaib http://kabarislam.wordpress.com/2013/03/27/khilafah-berdiri-di-libya


Ada pun Suriah, pemerintah Boneka dengan Ghassan Hitto (Warga Negara AS) sbg Perdana Menteri sudah siap mengganti Assad yang anti AS dan Israel seperti Qaddafi: Ghassan Hitto has been chosen as the prime minister of an interim government by Syria's opposition

http://kabarislam.wordpress.com/2013/04/12/mujahidin-wahabi-bughot-untuk-zionis-yahudi

Tidak pantas juga Media Islam Wahabi menuding para Ulama dari Ketua MUI, Ketua NU, Ketua Muhammadiyyah, dsb sebagai “PEMBELA ALIRAN SESAT”:


Rupanya, ada banyak tokoh yang mengklaim dirinya sebagai tokoh Islam yang membela paham sesat Syiah. Mulai dari Ketua MUI Umar Syihab, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Ahmad Syafi’ie Ma’arif, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, dan sebagainya. Berikut Voa-Islam tampilkan pendapat mereka mengenai ajaran Syiah:

Ulama itu adalah Pewaris Nabi. Bagaimana mungkin Ulama dari MUI, NU, dan Muhammadiyyah disebut sebagai PEMBELA ALIRAN SESAT? Itu sama dengan menganggap Ulama tidak adil. MUI (Majelis Ulama Indonesia) adalah perwakilan Ulama dari seluruh ormas Islam terbesar di Indonesia (NU, Muhammadiyyah, DDII, Persis, dsb). NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia. Muhammadiyyah adalah ormas Islam terbesar ke2 di Indonesia. Bagaimana mungkin mereka meragukan keadilan PARA ULAMA tersebut?

Kepada siapa lagi kita bertanya kalau bukan kepada Ulama?

“..Bertanyalah kepada Ulama (Ahli Zikir) jika kamu tidak mengetahui” [An Nahl 43]

Khawarij pertama meragukan keadilan Nabi. Khawarij berikutnya menganggap Khalifah Ali tidak benar dan membunuhnya. Khawarij sekarang juga menuduh jumhur Ulama tidak adil bahkan ada yang membunuhnya juga seperti Syekh Al Buthi dan beberapa Ulama Aswaja lain di Suriah:


Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: 
Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1761)
Baca selengkapnya di: sini


Nasehat terutama buat saya sendiri yang faqir ini:


“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Maa-idah:8]
Baca selengkapnya di: sini


Nabi selalu berlaku adil. Saat ada yang dituduh, Nabi tak percaya begitu saja pada pelapor. Tapi tabayyun terhadap yang dituduh. Saat menjadi hakim, Nabi menanyakan masalah ke semua pihak yang bertikai secara adil. Mendengar dari saksi yang ADIL. Ada pun orang pembohong/pendusta, tidak boleh jadi saksi.


Bila dua orang yang bersengketa menghadap kamu, janganlah kamu berbicara sampai kamu mendengarkan seluruh keterangan dari orang kedua sebagaimana kamu mendengarkan keterangan dari orang pertama. (HR. Ahmad)

Hendaknya kita senantiasa menjadi orang yang senang membuat perdamaian. Karena ISLAM itu seakar dengan kata SALAM / DAMAI.



“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia”. (An-Nisa: 114
)

Jangan mengadu-domba manusia agar saling bunuh dengan berita (baca: Fitnah) yang kita buat. Takutlah pada api neraka untuk orang yang gemar membuat fitnah dan mengadu domba:


“Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak dapat masuk surga seorang yang gemar mengadu domba.” (Muttafaq ‘alaih)

Allah Ta’ala berfirman: “Jangan pula engkau mematuhi orang yang suka mencela, berjalan membuat adu domba.” (al-Qalam: 11)
Baca selengkapnya di: sini

Sumber

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)