كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Sabtu, 16 Juni 2012

ISRA' MI'RAJ RASULULLAH SAW (part.I)




Suatu ketika Nabi saw di hijr ismail dekat baitullah dalam keadaan tidur miring, tiba-tiba didatangi malaikat Jibril dan Mikail yang ditemani malaikat lain. Kemudian membawa Nabi mendatangi air zam-zam lalu membaringkannya dan membuka (menyigar) dari lekuk bawah leher hingga perut bagian bawah.

Kemudian Jibril berkata pada Mikail:
"datangkanlah sebokor (tempat atau wadah) air zam-zam supaya aku membersihkan hatinya dan melapangkan dadanya".
Lalu Jibril mengeluarkan hati Rasulullah kemudian membasuhnya tiga kali dan menghilangkan kotoran dihatinya. Sedangkan Mikail melayaninya dengan membawa tiga bokor air zam-zam.

Kemudian Jibril mendatangkan satu bokor dari emas yang penuh dengan ilmu hikmah dan iman lalu menuangkan di dalam dada Nabi dan memenuhkan sifat pemaaf, ilmu, yaqin, dan islam. Kemudian menutup dadanya kembali lalu mematenkan antara dua pundak (katf) dengat cap kenabian (khatam an-nubuwah).

Setelah itu Nabi didatangkan buraq yang dihiasi dengan kendali. Buraq adalah hewan berwarna putih yang lebih tinggi melebihi himar dan lebih pendek daripada bighal yang kakinya mampu meloncat dengan jarak kira-kira sampai batas mata memandang, yang selalu menggerak-gerakkan kedua kupingnya.

Buraq tatkala naik gunung kedua kaki belakangnya naik dan ketika turun maka yang naik adalah kedua kaki depannya. Ia mempunyai dua sayap dipahanya (bukan seperti seperti hewan berkaki empat atau sifat burung) yang posisinya memperkokoh kakinya.

Kemudian Jibril mendatangi buraq lalu meletakkan tangan dipenglihatannya lalu berujar:
"Apakah engkau tak merasa malu, wahai buraq! Demi Allah tidaklah yang menaikimu adalah mahluk yang mulya disisi Allah daripada dia (Muhammad)".
Seketika itu ia nampak bercucuran peluh dan menjadi tenang hingga Nabi menaikinya. Begitupula para Nabi sebelumnya juga pernah menaiki buraq ini.

Lalu berangkatlah mereka, Jibril disebelah kanan Nabi, sedang Mikail disebelah kirinya hingga sampai pada tempat yang didekatnya ada pohon kurma. Jibril berkata pada Nabi:
"turunlah, dan shalatlah", kemudian Nabi mengerjakannya. Kemudian Nabi menaiki buraq lagi, namun Jibril berkata:
"tahukah kamu dimana engkau sholat?"
Nabi menjawab: "tidak",
jibril meneruskan: "engkau shalat ditanah madinah yang dimana tempat hijrah".
Kemudian berangkat lagi dan shalat ditanah madyan dekat pohonnya Musa. Lalu berangkat dan berhenti sholat di gunung thursina, yang dimana Allah berfirman pada Musa.

Lalu berangkat sampai daerah yang nampak rumah penduduk syam dan shalat disitu, Yaitu daerah bait al-lahm yang dimana Isa dilahirkan oleh maryam. Ketika dalam perjalanan, Nabi melihat jin ifrit yang membawa obor. Jibril bertanya:
"apakah aku belum mengajarkan beberapa kalimat ketika kamu mengatakannya, maka padamlah api obornya dan terjungkir pada mulutnya?",
Nabi menjawab:
"iya, (sudah)", lalu berdoa (lihat hal.7). Nampak ifrit terjungkir pada mulutnya dan padamlah obornya.

KEJADIAN-KEJADIAN.
>Kemudian Nabi, Jibril, dan Mikail meneruskan perjalanan hingga sampai pada suatu kaum yang sehari menanam dan menuai (panen) besoknya, tatkala ditunai maka tanamannya kembali lagi. Nabi berkata:
"wahai jibril! Apa ini?",
Jibril menjawab:
"mereka adalah mujahidun di agama Allah swt, amal kebaikannya dilipatgandakan tujuh ratus, dan tiap sesuatu yang mereka nafkahkan maka Allah pasti menggantinya".

>Kemudian Nabi mendapati harum wangi semerbak yang dikatakan Jibril sebagai bau siti masyitah yang kerjaannya menyisir rambut putrinya Fir'aun dan anaknya.
Kisahnya: suatu ketika Masyitah menyisir rambut putrinya fir'aun, tiba-tiba sisir jatuh dan masyitah berkata:
"Bismillah, semoga fir'aun celaka".
Sang anak berkata:
"apakah kamu mempunyai Tuhan selain ayahku?",
"iya",
"apakah aku boleh memberi kabar ayahku?",
"iya",
kemudian sang anak melaporkan pada ayahnya, fir'aun. Kemudian firaun memanggil masyitah lalu berkata:
"apakah kamu punya tuhan selainku?",
"iya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah".
Lalu firaun memerintah memanggil suami masyitah dan kedua putranya agar mau kembali pada agamanya, namun masyitah dan suaminya menolaknya. Akhirnya firaun mengancam bila tak mau kembali pada agamanya maka akan membunuhnya. Didatangkan bokor besar dari tembaga yang diisi air lalu dipanaskan, kemudian memerintahkan pada punggawanya agar memasukkan masyitah, suaminya, dan juga anaknya.

Anak masyitah yang masih menyusu berkata:
"aduh ibuku, menceburlah engkau dan janganlah mundur, sungguh engkau berada pada kebenaran".
Kemudian mereka menceburkan diri pada bokor yg berisi air yang mendidih.
*sang periwayat mengatakan: ada 4 anak yang masih digendong (menyusu) mampu berbicara, yaitu anak ini (anak masyitah), anak yang menjadi saksi pada Nabi yusuf, anak yang bersaksi pada wali Juraij, dan isa bin maryam.

>Kemudian Nabi tiba pada satu kaum yang dipukul kepalanya hingga pecah lalu kembali utuh lagi begitu seterusnya tak ada henti-hentinya. Nabi bertanya:
"wahai jibril! Siapakah mereka?",
"mereka adalah orang yang keberatan melakukan shalat wajib".

>Lalu tiba lagi pada kaum yang arah depannya (wajah) ada penutupnya dan arah belakangnya begitu pula. Mereka digiring sebagaimana unta dan kambing, mereka makan berupa makanan kayu berduri (dlari'), zaqum, bara api dan batu jahanam. Nabi berkata:
"siapa mereka wahai Jibril?",
"mereka adalah golongan yang tak mau menyedekahkan hartanya (zakat), Allah tidaklah berlaku dzalim pada mereka".

>Kemudian tiba didaerah kaum yang tangan kanannya ada wadah berisi daging yang matang dan tangan kirinya ada daging mentah yang menjijikkan. Mereka malah makan daging yang mentah dan meninggalkan yang matang. Nabi bertanya:
"apa ini wahai jibril?",
"(perbuatan) ini adalah cerminan seorang lelaki dari umatmu yg telah mempunyai istri halal, namun suka mendatangi wanita lain yg nakal dan menginap disampingnya hingga masuk pagi. Dan perempuan yang mempunyai suami halal namun malah suka mendatangi lelaki hidung belang lalu menginap sampai pagi menjelang".

>Kemudian tiba pada kayu dipinggir jalan,tak ada orang yang melewatinya kecuali terbakar baik berupa pakaian atau lainnya.
"apa ini wahai jibril?",
"ini adalah gambaran kaum dari umatmu duduk di tengah jalan lalu mencegat (orang yang melewatinya)",
kemudian Nabi membaca: walaa taq'uduu bikulli shiratin tuu'aduuna wa tashudduuna 'an sabiilillah (janganlah kalian duduk dijalan lalu mengancam dan menghalang2i di jalan Allah).

>Dan Nabi melihat laki-laki berenang di sungai darah dan dilempari dengan batu. Nabi bertanya:
"apa ini wahai jibril?",
"ini adalah gambaran orang memakan riba".

>Kemudian tiba pada sosok lelaki yang telah mengumpulkan seikat kayu bakar namun tak mampu mengangkatnya, namun lelaki itu malah menambahi momotannya. Nabi bertanya:
"apa ini wahai jibril?",
"ini adalah perwujudan seorang lelaki dari umatmu yang diserahi amanat oleh manusia, namun tak mampu melaksanakannya. Dan dia selalu berkeinginan menanggung amanat tsb".

>Lalu Nabi sampai pada suatu kaum yang lidah dan mulutnya di gunting memakai gunting dari besi. Tatkala telah digunting maka lidah dan mulutnya kembali seperti sedia kala, begitu seterusnya tak henti-henti. Nabi bertanya:
"siapa mereka wahai jibril?",
"mereka adalah pengkhotbah isinya fitnah, yaitu pengkhotbah dari umatmu yang berkata sesuatu namun tak melakukannya".

>Lalu Nabi berjalan lagi bertemu suatu kaum yang kukunya dari tembaga dan menggaruk-garuk wajah dan dadanya. Nabi berkata:
"siapa mereka wahai jibril?",
"mereka adalah orang yang makan daging manusia dan senang membicarakan aibnya".

>Kemudian sampai di batu kecil yang mengeluarkan sapi jantan yang besar lalu sapi itu ingin masuk kembali namun tak mampu.
"apa ini wahai Jibril?",
"ini adalah gambaran seorang laki-laki dari umatmu yang berbicara besar lalu menyesalinya, namun tak mampu mencabutnya".
[Qishah al-mi'raj: 3-11, karya syeh ahmad ad-dardiri]

Bersambung insylh

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)