كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Kamis, 21 Juni 2012

KAJIAN: Syekh Albani Versus Imam Nawawi


By Kaheel Baba Naheel
EPISODE VI

KAJIAN: Syekh Albani Versus Imam Nawawi

Scan kitab FATAWA AL ALBANI hlm.615


Terjemah



[PEMBACAAN BASMALAH ATAS HIDANGAN]



PERTANYAAN:”Bagaimana sifat bacaan Basmalah atas hidangan makan?”


SYEKH MENJAWAB:”Telah datang sebuah hadits dari Nabi shalallahu alaihi wasallam bahwa nabi pernah bersabda:”


“Wahai anak muda, jika kamu hendak makan, ucapkanlah “BISMILLAH”.

Kemudian makanlah dengan tangan kananmu!
Dan makanlah apa yang ada disandingmu!

Dalam hadits ini menunjukkan bahwa SUNNAH nya baca basmalah atas hidangan, yaitu (redaksinya):


“BISMILLAH” saja.


Dan juga hadits marfu’ yang senada dengan itu yang bersumber dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha yang berbunyi:


“Jika salah satu dari kalian akan makan sebuah hidangan, hendaklah mengucapkan “BISMILLAH”, namun jika lupa dari awal makan, maka ucapkanlah:

“BISMILLAH FI AWWALIHI WA AKHIRIHI”

Alhafidz (ibnu hajar?) menuturkan:


“Adapun pendapat Imam Nawawi mengenai ini yang tertuang dalam kitab AL ADZKAR- BAB ETIKA MAKAN- yaitu:


Sifat basmalah dari hal yang paling penting yang harus diketahui adalah:

LEBIH AFDHOL nya seorang itu mengucapkan:
“BISMILLAHIR ROHMANNIRROHIIM”.

Namun bila dia mengucapkan “BISMILLAH” saja, maka dia sudah cukup dan dia juga sudah mendapatkan ke SUNNAHAN. Saya (alhafidz) disini belum pernah tahu dalil khusus mengenai ”YANG PALING UTAMA” dalam mengucapkan basmalah atas hidangan.



SAYA (syekh albani) BERPENDAPAT:


“Tidak ada yang paling utama daripada ke SUNNAHAN nya nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. “SEBAIK BAIKNYA PETUNJUK ADALAH PENTUNJUKKNYA NABI MUHAMMAD saw”.


Jika tidak ada lagi ketetapan dari nabi mengenai basmalah atas hidangan kecuali dengan redaksi bacaan “BISMILLAH” ?? maka tidak boleh bagi seorang menambah-nambahi lagi, dengan alasan tambahannya itu lebih utama dari redaksi ucapan nabi (bismillah) karena hal itu menyelisihi apa yang telah saya singgung tadi, yaitu sebuah hadits yang berbunyi:”

“SEBAIK BAIKNYA PETUNJUK ADALAH PENTUNJUKKNYA NABI MUHAMMAD shalallahu alaihi wasallam”.


Semoga bermanfaat

Salam Aswaja !!



©Scan Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║


Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)