كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Kamis, 26 Juni 2014

Mulai Semakin Terkuak, Ada Agenda Kuat Settingan Amerika Kepada Prabowo


Pengamat politik Umar S. Bakry mengatakan, permintaan Duta Besar Amerika Serikat Robert O Blake agar pemerintah Indonesia mengusut dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) Prabowo Subianto merupakan bentuk intervensi asing terhadap kedaulatan Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan AS karena sudah berpihak pada Pemilu Presiden 2014. Dia pun menduga ada agenda setting dalam masalah ini karena permintaan AS dianggap sarat dengan muatan politis.
“Pemerintah Indonesia harusnya membuat statement bahwa masalah ini adalah masalah dalam negeri. Negara manapun tidak dapat campur tangan. Kita tidak boleh didikte, tidak diajari untuk menentukan apa yang terbaik untuk bangsa kita.” kata Umar saat dihubungi, Selasa (24/6).
Umar menilai, sebagai negara besar dan

super power, AS pasti mempunyai kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.“Tidak bisa dibantah AS punya kepentingan strategis.
Untuk memelihara kepentingan itu, AS tentu akan ikut bermain bagaimana menentukan masa depan kepemimpinan di Indonesia. Umar juga mengatakan, sudah bukan rahasia lagi jika selama ini AS selalu ikut campur tangan dalam masalah dalam negeri di berbagai negara.
Sebelumnya diberitakan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert Blake mengatakan pemerintah Indonesia harus menyelidiki tuduhan keterlibatan calon presiden Prabowo Subianto dalam pelanggaran atas hak asasi manusia (HAM) pada dasawarsa 1990-an.
Meski demikian, Blake buru-buru menambahkan jika pemerintahnya tidak memihak calon tertentu. “Namun, kami menganggap serius dugaan pelanggaran HAM dan menyerukan pemerintah Indonesia untuk sepenuhnya menyelidiki tuduhan tersebut,"ujar Blake lewat surat elektronik kepada Wall Street Journal.


Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)