كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Sabtu, 28 Juni 2014

Survei Puspol Indonesia: 52,1 Persen Mahasiswa Pilih Prabowo


Jakarta, Aktual.co - Pusat Studi Sosial Politik Indonesia (Puspol Indonesia) mengadakan survei dari tanggal 16 sampai dengan 23 Juni 2014 di 23 kampus dengan jumlah sampel mahasiswa sebanyak 1.000 responden.

Sampling survei ini menggunakan teknik  random sampling. Kategori kampus nya terdiri dari kampus negeri maupun kampus swasta yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat.

Karakteristik responden adalah mahasiswa dengan kategori aktivis dan non aktivis. Latar belakang program studinya juga beragam baik berlatar belakang ilmu sosial maupun ilmu eksakta.

Ubedilah Badrun , Direktur Puspol Indonesia mengatakan, survei ini menggunakan pendekatan mix approach (pendekatan campuran) antara kuantitatif dengan kualitatif dengan metode survei Explanatory Survey yaitu suatu metode survei dengan tujuan ditemukannya penjelasan yang lebih mendalam atau menemukan alasan responden menentukan pilihan. Margin of error survei ini adalah 2.47 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil Survei Puspol Indonesia tentang “Capres-Cawapres 2014 versi Mahasiswa” adalah, dari 1000 responden mahasiswa ditemukan bahwa pengetahuan responden tentang Capres-Cawapres 2014 mayoritas mahasiswa mendapatkan informasi dari media televisi sebesar 61.8 persen, dari Radio 3.8 persen, media online 32.05 persen, lain-lain sebesar 2.35 persen.

Data ini menunjukan bahwa pemilih mahasiswa yang mayoritas adalah pemilih pemula mendapatkan informasi tentang capres-cawapres lebih banyak karena menonton televisi.

Dari 1000 responden mahasiswa ditemukan bahwa mayoritas mahasiswa sebesar 52.1 persen (521 mahasiswa) memilih Capres-Cawapres Prabowo-Hatta, sebesar 33.4 persen (334 mahasiswa) memilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, dan sebesar 14.5 persen (145 mahasiswa) abstain.

Dari 1000 responden mahasiswa ditemukan bahwa alasan mahasiswa memilih pasangan Prabowo-Hatta karena sikap tegasnya dengan persentasi jawaban tertinggi sebesar 70  persen,  sedangkan untuk pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dipilih mahasiswa karena sikap merakyat dengan jumlah persentase tertinggi sebesar 30.2 persen.

Dari 1000 responden  mahasiswa menilai bahwa kedua pasangan capres-cawapres tersebut tidak sesuai dengan idealitas mahasiswa, mereka secara mayoritas  menghendaki Capres-Cawapres memiliki karakteristik sebagai berikut: Tegas, 25.9 persen; Jujur, 17.5 persen; Adil 9.6 persen; Tidak Korupsi, 8.8 persen; Berani, 8.1 persen; Amanah, 7.9 persen; Merakyat, 7.1 persen; Cerdas, 4.3 persen; Lainnya (termasuk sederhana), 3.8 persen; Utamakan Pendidikan Bangsa, 2.6 persen; Bertanggung jawab, 1.6persen; Menegakkan Hukum, 1.4 persen; dan Disiplin, 1.4 persen.

Ari Purwanto

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Anda sopan kamipun segan :)