كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Senin, 06 Februari 2012

APAKAH ALBANI AHLI HADIST??? TERNYATA TIDAK!!!

By  'aLa Kulli Haal

Setelah SAYA SENDIRI meneliti ternyata banyak hadist hasan yang di dhoifkan albani.

Hadist ini dalam sunan nasa-i nmr 24,
أخبرنا عبيد الله بن سعيد قال أنبأنا معاذ بن هشام قال حدثني أبي عن قتادة عن عبد الله بن سرجس أن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال : لا يبولن أحدكم في جحر قالو لقتادة : وما يكره من البول في الجحر قال : يقال إنها مساكن الجن

حكم الألباني ضعيف

Albani menghukum kan hadist dalam sunan nasai ini dhoif, kiat teliti apakah hadist ini dhoif atau tidak?

Rawi 1
Ubaidullah bin sa'iid
Beliau termasuk TSIQOH kata Abu hatim, Abu dawud, dan Nasa-i sendiri, dan beliau memang murid Mua'zd bin hisyam.

Rawi 2
Mu'azd bin hisyam.
Beliau dari tabi'ut tabi'in, beliau termasuk orang yang di percaya, tapi tidak terlalu tsiqoh, tapi imam Darimi dan Ibnu qani mengatakan beliau adalah tsiqoh.

Rawi 3
Ayah beliau hisyam bin abi abdillah.
Beliau dari tabi'in, beliau adalah tsiqoh dan seorang amirul mu'minin fil hadist kata imam Zahabi dan Ibnu hajar.

Rawi 4
Qotadah bin di'amah.
Beliau adalah tsiqoh yang ulung dan seorang hafizh kata Ibnu hajar dan Zahabi.

Rawi 5
Abdullah bin sarjusi adalah seorang sahabat nabi, seluruh sahabat itu adil dan dapat di percaya dalam riwayatnya.

Menurutku hadist ini termasuk HASAN, bukan dhoif seperti yang dikatakan albani.
Jikalau dhoif itu disebabkan karena ada MU'AZD BIN HISYAM yang sebagian peneliti hadist mengatakan beliau ada wahm, maka itu salah besar, karena beliau adalah termasuk tsiqoh, sebabnya karena beliau adalah anak hisyam seorang amirul mu'minin fil hadist, tentu buah itu jatuh tak jauh dari pohonnya, karena kata arab AL WALAD SIRRU ABIHI.
Jadi Albani telah salah dalam menghukum hadist disni, apa masih bisa dipegang toh, hehe...
Dan memang gurunya imam Nasa-i adalah Ubaidullah bin sa'id.
Dalam riwayat Ahmad pun hadist ini dikeluarkan dari sanad yang sama.
Dan banyak lagi yang mengeluarkan hadist ini.
Seperti Ibnu jarud, Ruyani, bahkan dari Mustadrak hakim juga ada, dan hadist ini pun bisa mencapai derajat SHOHIH.

Jadi menurutku betul sekali apa yang dikatakan oleh ulama ahli hadist zaman sekarang, bahwa Nasiruddin Albani bukan ulama hadist, karena dia tak tau mana yang dhoif, mana yang hasan dan mana yang shohih.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)