كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Senin, 13 Februari 2012

Kenang-kenangn terakhir dari seorang teman

Kenang-kenangn terakhir dari seorang teman

Pecahan Sifat 20 (Dua Puluh)
1. Sifat Nafsiah,
Terbagi atas satu Sifat, yaitu
Sifat Ujud.
Arti Nafsiah : diri Dzat. Adanya
tidak dikarenakan sesuatu.
Adanya berdiri bagi Dzat,
tidak memberi bekas kepada
alam.
Maksudnya : Adanya Allah
Ta’ala tidak ada yang
mengadakannya. Adanya
tetap berdiri pada Dzat.
2. Sifat Salbiah,
Terbagi atas lima Sifat, yaitu :
- Qidam
- Baqo
- Mukhalafatuhu Ta ’ala
lilhawadist
- Qiyamuhu Ta’ala binafsih
- Wahdaniyat
Arti Salbiah : Tidak berdiri
kepada Dzat dan tidak
member bekas kepada alam.
Berdiri kepada khabar
(begitulah keadaan Allah
Ta ’ala).
3. Sifat Ma’ani,
Terbagi atas tujuh Sifat, yaitu :
- Qudrat
- Iradat
- Ilmu
- Hayat
- Sama ’
- Bashar
- Kalam
Arti Ma’ani : Tiap-tiap sifat
yang maujud berdiri kepada
Dzat yang Ujud. Mewajibkan
baginya suatu hukum berdiri
kepada Dzat, member bekas
ke segala yang baharu.
Maksudnya : Sifat yang tujuh
macam ini (Qudrat sampai
Kalam) walaupun ada kepada
diri kita, jangan kita sangka
kepada kita berdirinya Sifat
ini, melainkan berdirinya
kepada Dzat Allah Ta ’ala.
Maksud mewajibkan suatu
hukum ialah jangan kita
sangka yang sampai ke
sesuatu benda itu Dzat Allah
Ta ’ala, tetapi kekuasaan Allah
Ta’ala.
4. Sifat Ma’nawiyah,
Terbagi atas tujuh Sifat, yaitu :
- Qodirun
- Muridun
- ‘Alimun
- Haiyun
- Sami ’un
- Bashirun
- Mutakallimun
Arti Ma’nawiyah : Nama.
Nama ini berdiri kepada Dzat.
Tidak member bekas kepada
segala yang baharu.
Maksudnya : Maksudnya kalau
kita katakana Qudrat, artinya
Kuasa Allah Ta ’ala. Sedangkan
kalau kita katakan Qodirun
artinya Yang Kuasa Allah
Ta ’ala.
Kesimpulannya : Qudrat
artinya Kuasa Allah Ta ’ala.
Karena dapat Allah Ta’ala
menjalankan KekuasanNya
maka dikatakanlah Dia Yang
Kuasa. Dan kalaupun
dijalankanNya KekuasaanNya
itu kepada sesuatu tidak
berkurang sedikitpun
Kekuasaan yang ada padaNya.
Inilah paham Yang Kuasa
tidak memberi bekas kepada
alam, hanya berdiri kepada
Dzat.
Maksudnya Yang punya
namalah Yang Kuasa.
5. Sifat Istiqna,
Terbagi atas sebelas Sifat,
yaitu :
- Ujud
- Qidam
- Baqo
- Mukhalafatuhu Ta’ala
lilhawadist
- Qiyamuhu Ta’ala binafsih
- Sama’
- Bashar
- Kalam
- Sami ’un
- Bashirun
- Mutakallimun
Arti Istiqna : Kaya Allah Ta’ala
dari tiap-tiap barang yang
lainnya.
Maksud kaya pada Allah Ta’ala
ialah tidak ada dikehendaki
sesuatu apapun untuk diriNya.
Misalnya : Allah Ta ’ala tidak
berkehendak kepada yang
dijadikanNya, karena Dia ADA
MEMANG.
Allah Ta ’ala tidak
berkehendak kepada tempat,
karena Dia berdiri dengan
sendiriNya.
Allah Ta ’ala tidak
berkehendak kepada sifat,
karena Dia mempunyai sifat.
Semua ini menunjukkan
kekayaan Allah Ta ’ala.
6. Sifat Iftiqor,
Terbagi atas 9 Sifat, yaitu :
- Qudrat
- Iradat
- Ilmu
- Hayat
- Qodirun
- Muridun
- ‘Alimun
- Haiyun
- Wahdaniyat
Arti Iftiqor : Berkehendak
tiap-tiap barang yang lain
kepadaNya.
Maksudnya : Tidak terlepas
kita dari pada Allah. Tidak ada
satu hamba pun didalam
dunia ini yang tidak dijadikan
Allah. Tidak ada gerak yang
lain, selain yang digerakkan
Allah Ta ’ala. Tidak ada yang
dapat memberi rezeki selain
rezeki dari pada Allah Ta ’ala.
Tidak ada alam yang lain
tempat kita selain alam Allah
Ta ’ala.
Inilah yang dimaksud
berkehendak tiap-tiap barang
yang lainnya kepadaNya.
7. Sifat Jalal,
Terbagi atas 5 Sifat, yaitu :
- Ujud
- Qidam
- Baqo
- Mukhalafatuhu Ta ’ala lil
hawadist
- Qiyamuhu Ta’ala binafsih
Arti Jalal : Kebesaran Allah
Ta ’ala
Maksudnya : Tidak ada satu
hubungan kepada yang lain
untuk mengadakan Dia. Ini
salah satu menunjukkan
KEBESARANNYA.
8. Sifat Jamal,
Terbagi atas 6 Sifat, yaitu :
- Sama ’
- Bashar
- Kalam
- Sami ’un
- Bashirun
- Mutakallimun
Arti Jamal : Ke elokan Allah
Ta ’ala.
9. Sifat Kahar,
Terbagi atas 4 Sifat, yaitu :
- Qudrat
- Iradat
- Ilmu
- Hayat
Arti Kamal : Kekuasaan Allah
Ta ’ala
10. Sifat Kamal,
Terbagi atas 5 Sifat, yaitu :
- Qodirun
- Muridun
- ‘Alimun
- Haiyun
- Wahdaniyat
Arti Kamal : Kesempurnaan
Allah Ta ’ala
Segala yang ada didalam alam
ini keluaran Allah Ta ’ala, tidak
ada keluaran yang lain.
Ini semua didapat dari sifat
KaharNya yang tsb diatas.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)