كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Senin, 06 Februari 2012

MELURUSKAN PEMAHAMAN ISTIWA YANG DISALAH PAHAMI OLEH WAHABI

By 'aLa Kulli Haal

Demi Allah ini bukan copas dari link manapun dan mari kita simak penjelasan dibawah ini.

الرحمن على العرش استوى
Ayat ini menunjukkan beberapa faidah :

Allah mengkhabarkan dirinya istawa atas arsy

Jika khabar itu datangnya dari selain Allah dan Rasulnya, maka ada kalanya benar, ada kalanya salah.

Adapun ayat diatas, nyata kebenaran nya, jadi namanya bukan khabar, tapi insya.

Insya terbagi 2, ada tholabi dan gairu tholabi.

Dalam ayat diatas tidak ada tholab, tapi kalau diteliti lebih dalam ada beberapa tholab didalam nya?
Contohnya begini :
الرحمن على العرش استوى

1. Amar : Allah mengkhabarkan bahwa dirinya istawa atas arsy, karena itu isi ayat ini wallahu a'lam: suruhan percaya bahwa Allah istawa atas arsy.

2. Nahyun : Dalam zhahir ayat memang jelas istawa, dan kita harus percaya itu, tapi kita di larang mempercayainya dengan takwil-takwil yang tidak cocok dengan Allah apalagi sampai menjadi mujassimah, musyabbihah.

3. Istifham : Jangan sampai tergambar dihati kita pertanyaan sepert ini, apakah benar Allah itu istiwa ya?
Pokoknya jangan sampai ada keraguan dengan ayat alquran.

Dalam ayat diatas juga ada takdim ta'khir.

Ayat ini bnyak sekali diulang dalam AlQur'an, kebanyakannya didahulukan kalimat istawa nya, seperti dalam surah alfurqan.
Kenapa dalam thoha ini di akhirkan istawanya? Alasan paling utama adalah untuk menyamakan akhir ayat, ayat lain di Furqan.
ثم استوى على العرش الرحمن
Ayat di Thoha
الرحمن على العرش استوى

Contoh lain
Di ayat lain smuanya di dahulukan nama nabi Musa dari nabi Harun.
رب موسى وهارون
Adapun di Thoha
رب هارون وموسى
Dari sini dapat kita faham bahwa istawa itu diakhirkan untuk penyamaan akhir ayat saja, dan ini sesuai dengan ilmu BADII' yaitu pembagusan ibarat, lil fashilah.
Mungkin saja ada faidah lain pada takdim ta'khirnya, misalnya ayat ini akan terulang-terulang dalam beberapa surah lain, nah mungkin si pendengar ini ( orang-orang kafir ) mengingkari kekuasaan Allah dalam membangkitkan smua manusia nanti di hari kiamat, lalu Allah katakan kepada mereka dengan berulang-ulang, bahwa ia kuasa menciptakan langit bumi dan arsy, artinya mudah banget untuk Allah mengembalikan semua makhluQ nanti dihari kiamat.

Atau mungkin juga takdim ta'khir disini untuk mentakhsish.
Dan kenapa disini dibawa ibarat dengan arrahman yaitu sifat, bukan Allah yaitu zat.
Artinya istawa Allah di ARSY itu bukan haqiqat, tapi majaz.
Menurutku disini adalah MAJAZ MURAKKAB.
الرحمن على العرش استوى
Ayat ini adalah khabariah, tapi karena datangnya dari Allah maka menjadi insya'iyah, jadi disini maksudnya Allah bukan mengkhabarkan bahwa Ia bersemayam di arsy, tapi Ia mau menampakkan kekuasaannya.
كما قال علي : إظهارا لقدرته لا مكانا لذاته

الرحمن على العرش استوى
Pada kaif dan kamm nya, ayat ini tidak bisa di nafikan dari beberapa sisi qadhiyah dan natijah, tidak bisa setengah-setengah, harus secara keseluruhan di imani, dan jangan ada keraguan, untuk supaya keselamatan aja cukup dengan TAFWIDH.
Karena pada muqaddam dan taalinya hubungan nya sangat kuat.
Kalau tidak kita TAFWIDH maka akan bahaya, contohnya pada sebuah muqaddam dan taalinya.
Allah bersemayam di arsy, setiap yang bersemayam dibatasi oleh tempat dan ruang, setiap yang punya tempat dan ruang, maka itu baharu, natijah nya Allah itu baharu.
Lalu pada dalalah iltizam nya, setiap yang baharu itu melazimi mati, berhajat kepada sesuatu, berwarna-warna, dll... Yang tidak layak untuk Allah.
Ini adalah takwil sesat yang di lakukan para wahabi, hehe...

Padahal dalalah yang cocok untuk Allah sudah diterangkan dalam AlQur'an
ليس كمثله شيء
Dalalah kandungan ayat ini melazimkan Allah tidak sama dengan makhluQ dalam sifat, zat dan af'al.

Jadi intinya ayat
الرحمن على العرش استوى

Jika untuk kalangan yang rasikh dalam ilmu, cukup di tafwidh saja,karena mereka ini sudah tahu faidah yang terkandung dalam khabar ini, untuk mereka di namakan lazimul faidah.

Tapi jika menimbulkan tasyabbuh kepada orang awam, maka harus di takwilkan dengan yang sesuai untuk Allah.
Karena ayat ini untuk orang awam masih belum sampai kepada muqtadhol hal mereka untuk mendapatkan lazim faidah khabariah insya-iyahnya.

Wassalam dari santri tahfizh AlQur'an Darussalam Tanjung Rema Martapura Kalimantan Selatan.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)