كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Minggu, 12 Februari 2012

Perbanyak lah tawassul kepada para wali, karena lewat mereka lah kita bisa menyampaikan hajat kita kepada Allah SWT

By 'ala Kulli haal

قال القطب الإرشاد عبد الله بن علوي الحداد
Berkata wali qutub habib abdullah alhaddad
: إن الأخيار إذا ماتوا لم تفقد منهم إلا أعباؤهم وصورهم
Sesungguhnya wali akhyar itu bila mereka wafat, hilanglah beban beban mereka, dan badan mereka
وأما حقائقهم فموجودة فهم أحياء في قبورهم
adapun hakikatnya mereka tetap ada dan hidup dalam kubur mereka
وإذا كان الولي حيا في قبره فإنه لم يفقد شيئا من علمه وعقله وقواه الروحانية
Bila wali itu hidup dalam kuburnya, maka sama sekali tidak berkurang sedikit pun ilmu nya, akal nya dan kekuatan ruhaniahnya
بل تزداد أرواحهم بعد الموت بصيرة وعلما وحياة روحانية وتوجها إلى الله تعالى،
Bahkan arwah-arwah mereka itu bertambah kuat dalam penglihatan,ilmu dan kekuatan roh mereka setelah wafat,dan mereka selalu menghadap kepada Allah
فإذا توجهت أرواحهم إلى الله تعالى في شيء قضاه سبحانه وتعالى وأجراه إكراما لهم
Bila arwah-arwah mereka menghadap kepada Allah untuk meminta sesuatu, maka langsung Allah qabulkan dan memberi tambahan pahala kepada mereka karena memuliakan mereka,
فأهل البرزخ من الأولياء في حضرة الله
Ahlul barzah dari para wali Allah itu berada di hadrat Allah
،فمن توجه إليهم وتوسل بهم فإنهم يتوجهون إلى الله تعالى في حصول مطلوبه
Maka siapapun sama ada aswaja,wahabi,syi'ah dan lai lai  yang bertawajjuh dan bertawassul kepada mereka, maka pasti mereka akan menyampaikan tawajjuh nya kepada Allah untuk menunaikan segala yang di hajatkan

وعن أبي المواهب : ومعلوم أن الأولياء أحياء في قبورهم إنما ينقلون من دار إلى دار
Dari abul mawahib : sudah dketahui bahwa wali-wali itu hidup dalam kubur mereka, mereka cuma pindah dari satu alam ke alam lain
ومن الأولياء من ينفع مريده الصادق بعد موته أكثر مما ينفعه حال حياته
Dari sbagian wali-wali ada yang membri manfaat setelah wafatnya lebih bnyak dari waktu hidupnya kepada orang yang benar mencintainya,
ومن العباد من يتولى تربيته بنفسه غير واسطة
Ada juga yang langsung menuntut muridnya yang masih hidup itu tanpa wasitah, padahal ia telah wafat
ومنهم من تولاه بواسطة بعض أوليائه ولو ميتا في قبره فيربي مريده وهو في قبره ويسمع صوته من القبر
Ada jg yg menuntun muridnya dgn lwt wasitah sbagian wali-walinya,walawpun ia sudah wafat dalam kuburnya, dan dapat mendengar suaranya lewat kuburnya
الولي في الدنيا كالسيف في غمده فإذا مات تجرد منه فيكون أقوى في التصرف
Wali itu waktu di dunia seperti pedang yang masih dalam sarung atau kompangnya, apabila wafat, maka pedang itu tercabut dari sarungnya, maka jadilah lebih kuat pada makam TASHARRUFNYA,
وقال الإمام فخر الرازي الأشعري وتبعه الكوثري الماتريدي والداجوي : إن تلك النفوس لما فارقت أبدانها فقد زال الغطاء والوطاء وانكشف لها عالم الغيب
Berkata imam razi dan mengikutinya imam kautsari: bahwsanya itu jiwa-jiwa para wali, manakala terpisah dari badan, maka hilanglah penutup dan beban nya, dan terbukalah alam gaib

Catatan penting :
Kami para ma'asyiru ahlissunnah waljama'ah al asy'ari dan maturidi menerima dengan yakin seyakin nya semua qaul
wali qutub imam kami panutan kami,peganggan kami yaitu habib abdullah alhaddad,dan yang mengikuti beliau seperti abul mawahib, imam arrazi,

Adapun ulama yang menolak mereka, dan tidak percaya dgn qaul mereka ini,walawpun itu ibnu taimiyah, muhammad bin abd wahab,atau imam manapun,walaupun alim nya bagaimanapun,maka kami tidak akan memegang imam itu,

Yang kami pegang adalah qaul panutan kami, ikutan kami, bukan yang lain,

Ikutilah jalan para wali Allah, jalan orang yang di beri nikmat makrifat tertinggi, jalan kebenaran hakiki, jalan orang yang dekat dengan Allah,

jangan ikuti jalan yang sesat sekalipun dia itu seorang di katakan imam besar,terkenal ataupun di katakan syaikhul islam, seperti ibnu taimiyah, muhammad bin abd wahab dan yang sefaham dengan mereka, jangan kita ikuti,
Krn ibnu taimiyah dan muridnya, muhammad bin abd wahab dan muridnya sampai albani, bin baz dan lain lain mereka bukan ikutan kita, panutan kita, oke...

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)