كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Kamis, 16 Februari 2012

DALIL SAHIH DAN ISTIDLAL TENTANG SUNNAH NYA TAWASSUL

DALIL SAHIH DAN ISTIDLAL TENTANG SUNNAH NYA TAWASSUL

Jika tulisanku ini bagus, maka yang bagus-bagus itu semuanya dari Allah,tapi jika tidak bagus, maka mohon di maklumi, karena aku bukan santri lulusan luar negri seperti yaman, mekah, madinah, mesir bahkan bukan lulusan luar daerah, seperti di daerah jawa, madura, maupun yang lain nya.
Aku cuma anak santri di madrasah kampung di martapura banjarmasin, jadi wajar aja kalo banyak salahnya, hehehe...

Hadist ini dkeluarkan oleh Turmudzi dan ibnu majah.

Sebelumnya aku mau menerangkan tentang jarh wata'dilnya dulu, agar tidak ada keraguan lagi dalam memakai hadist ini.

حدثنا محمود بن غيلان
Mahmud bin gailan, jarh wata'dilnya, dikatakan oleh
Imam ahmad bin hanbal : beliau shohibul hadist
Imam nasa-i dan ibnu hajar: beliau tsiqoh
Imam zahabi : beliau hafizh
و أحمد بن منصور بن سيار
Ahmad bin manshur, jarh wata'dilnya
Imam daru qutni, ibnu abi hatim, maslamah, khalili, ibnu hibban semuanya mentsiqohkan beliau, Imam zahabi mengatakan: hafizh.
قالا حدثنا عثمان بن عمر
Usman bin umar, jarh wata'dilnya dari Ahmad bin hanbal: seorang yang sholeh Yahya, Darimi, Ibnu hibban, semuanya mentsiqohkan
حدثنا شعبة
Semua ulama muhadditsin ittifaq bahwa syu'bah bin hajjaj adalah amirul mu'minin dalam ilmu hadist
عن أبي جعفر المدني
Abu ja'far umair bin yazid,
Yahya bin mu'in,nasa-i, thobrani, ibnu hibban mengatakan bahwa beliau tsiqoh dan dipercaya
عن عمارة بن خزيمة بن ثابت
Umarah bin khuzaimah , Nasa-i, ibnu hibban mentsiqohkan beliau, dan beliau cuma sedikit meriwayatkan hadist,
عن عثمان بن حنيف
Beliau adalah seorang sahabat, dan semua sahabat udul, dan tidak ada jarh sedikitpun, oke..
أن رجلا ضرير البصر أتى النبي صلى الله عليه وسلم
Bahwa seorang laki-laki ( dhoriral bashar ini imam mubarakfuri memaknakan ) yang buta atau lemah penglihatan matanya, mendatangi Rasulullah,
فقال : ادع الله لي أن يعافيني
Ia meminta kepada Rasulullah agar mendoakan nya kepada Allah untuk disembuhkan matanya tadi,
فقال : إن شئت دعوت ،وإن شئت صبرت فهو خير لك
Rasulullah menjawab, jika kamu memilih aku doakan, maka aku doakan, tapi jika kamu mau sabar dan ridho apa adanya, maka itu lebih baik,
Imam mubarakfuri menambahkan ( bhw Allah berfirman, apabila aku memberi bala kepada hambaku, lalu ia sabar, maka Allah gantikan itu dengan surga )
قال : فادعه
Lalu laki-laki tadi menjawab : doakan aja, agar aku dsembuhkan,

قال : فأمره أن يتوضأ فيحسن وضوءه
Lalu Rasulullah menyuruh nya berwudhu dengan sesempurna wudhunya, lalu sholat hajat 2 rakaat,
ويدعوا بهذا الدعاء
Dan membaca dengan ini doa
: اللهم إني أسألك وأتوجه إليك بنبيك محمد نبي الرحمة إني توجهت بك إلى ربي في حاجتي هذه لتقضى لي اللهم فشفعه في
Ya ALLAH, aku meminta kepadaMu dan bertawassul kepadaMu, ba litta'diyah kata imam mubarakfuri, DENGAN LEWAT nabi engkau muhammad nabi yang di utus rahmatan lil alamin, aku meminta pertolongan dengan lewat engkau ya nabi muhammad, kepada tuhanku pada hajatku ini, tuqdho sigot majhul, maksudnya kata imam mubarakfuri untuk supaya hajatku ini cepat dikabulkan dengan lewat pertolongan tawassul kepada nabi Muhammad, ya Allah terimalah wasilahnya nabi Muhammad untuk kesembuhanku.
Dalam riwayat lain kata imam mubarakfuri, maka sembuhlah mata orang tadi sketika itu juga.
قال أبو إسحاق والترمذي : هذا حديث صحيح

Syarah ibnu majah oleh imam suyuthi
والحديث يدل على جواز التوسل والاستشفاع بذاته المكرم في حياته
Imam suyuthi mengatakan hadist ini menunjukkan atas bolehnya tawassul dan meminta tolong dengan lewat Rasulullah pada waktu hidupnya
-وبعد مماته كما روى الطبراني في الكبير في باب ما أسند عثمان بن حنيف بحديث طويل -
Adapun waktu wafatnya Rasulullah, maka ada riwayat la ba'sa pada sanadnya tentang cerita usman bin hanif, yang sudah masyhur di mu'jam kabir thobrani, dengan hadist yang panjang, terlalu panjang kalau dibahas lagi.

Dipandang dari hadist ini, di fikiran kita, ini cuma khabar biasa, yaitu diketahui lalu di abaikan, oo.. tidak begitu, hadist ini memang benar khabar, tapi bermakna insya, insya pada hadist ini adalah AMAR, yaitu suruhan bertawassul, lalu amar apa dsni? Yaitu amar sunnah seperti ijma ulama

JADI TAWASSUL ITU TIDAK SYIRIK, TAPI DI SUNNAHKAN KARENA RASUL MENYURUH LAKI-LAKI INI , DAN HADIST NYA PUN SAHIH LIZATIH.

Karena salah satu dalil agama islam sekarang adalah termasuk didalam nya QIYAS, maka boleh di qiyaskan tawassul kepada para wali, ulama sholihin, para syuhada, KARENA MEREKA WARATSATUL ANBIYA wewaris ilmu nya Rasulullah SAW.
Dan bolehnya tawassul ini juga di IJMA kan oleh para ulama, seperti imam Gozali, imam Suyuthi, imam Mubarakfuri, imam Ibnu hajar, imam Syaukani dll.

Naah inilah dalil hukum sunnah nya tawassul.

MALAHAN YANG MELARANG DAN TIDAK MEMBOLEHKAN TAWASSUL LAH YANG TAK ADA DALILNYA, coba aja tanya kepada para wahabi dimana aja, pasti mereka diam karena tak punya dalil untuk pelarangan tawassul, kecuali dalil-dalil dengan pahaman yang ngawur alias dangkal, hehe... kacian deh wahabi...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)