كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Senin, 13 Februari 2012

Kritikan pedas buat yang menentukan awal bulan dengan hisab

By Ala Kulli Haal

Hadist pualing shohih yang menyatakan bahwa menentukan puasa dan hari raya itu harus melihat bulan, bukan menentukan nya dengan hisab.
وبسندي المتصل إلى الإمام مالك عن نافع عن عبد الله عمر : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر رمضان فقال : لا تصوموا حتى تروا الهلال ولا تفطروا حتى تروه. فإن غم عليكم فاقدروا له
Dgn sanadku sampai ke imam malik, beliau dari imam nafi, beliau dari ibnu umar ( ini di namakan silsilah emas atau paling shohih sanad ), bahwa Rasulullah SAW menyebut-nyebut tentanng bulan ramadhan.
Lalu Beliau bersabda : JANGANLAH KAMU PUASA KECUALI KAMU SUDAH JELAS MELIHAT HILAL ( BULAN TSABIT )
Dan JANGANLAH KAMU BERHARI RAYA IDUL FITRI KECUALI KAMU SUDAH JELAS MELIHAT NYA (BULAN TSABIT )
jika ada penghalang atas penglihatan kamu itu, maka pergunakanlah hitungan atau hisab.

Jumhur ulama fiqh, imam syafi'i,maliki , hanafi, ahmad bahwa maksud hisab disni adalah menyempurnakan sya'ban 30 hari, begitu juga dengan ramadhan 30 hari.
Bukan dengan hisab ilmu sembarangan, karena ada hadist shohih lain nya mengatakan untuk menyempurnakan 30 hari.
Ini hadist nya :
وبسندي المتصل إلى الإمام مالك عن ثور بن زيد الديلي عن عبد الله بن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر رمضان فقال : لا تصوموا حتى تروا الهلال ولا تفطروا حتى تروه. فإن غم عليكم فأكملوا العدد أو العدة ثلاثين
Dari imam malik dari abdullah bin dinar dari abdullah bin abbas
bahwa Rasulullah SAW menyebut-nyebut tentang bulan ramadhan.
Lalu beliau brsabda : JANGANLAH KAMU PUASA KECUALI KAMU SUDAH JELAS MELIHAT HILAL (BULAN TSABIT)
Dan JANGANLAH KAMU BERHARI RAYA IDUL FITRI KECUALI KAMU SUDAH JELAS MELIHAT NYA (BULAN TSABIT)
jika ada penghalat atas penglihatan kamu itu, maka sempurnakan lah hitungan bulan 30 hari.
Dalam ayat alquran
ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون
Jadi keputusan yang paling benar soal awal ramadhan dan awal syawal, kita ikut pemerintah aja,
Karena sekarang pemerintah sudah punya alat yang canggih untuk melihat bulan dan menentukan awal puasa dan syawal.
Jikalau ada yang menggunakan hisab, tapi hisabnya tidak nyambung dengan yang sesuai para imam mujtahid, maka itu tdk bisa di ikut, dan jika mereka hari raya duluan, sedangkan pemerintah tidak memutuskan pada hari itu hari raya, karena bulan tidak terlihat, maka mereka wajib membayar qodha puasa,
Karena ibadah adalah :
بما ظن المكلف ونفس الأمر

Dalam qaidah fiqh
الأصل العدم

Mafhum nya :
gunakan dulu ru'yatul hilal
Jangan langsung memakai hisab, jika bulan di hari 29 itu tidak terlihat, maka pergunakanlah hisab, alias menyempurnakan bulan 30 hari,ini menurut imam mazhab 4.

Solosinya bagaimana?
Jika ada perbedaan pada penetapan awal syawal, misalnya saja :
Ada satu Golongan yang sudah menentukan duluan awal syawalnya pada hari selasa tgl 30 agustus 2011
Apakh boleh di ikuti ?
Jwbnx : kita tetap ikut keputusan pemerintah yang resmi, jika pemerintah sudah bisa melihat bulan pada sore senin nya dengan jelas dan melebihi 18 menit atau 4 derajat lebih,maka 1 syawal jatuh pada hari selasa tanggal 30 agustus 2011, dan seluruh ummat islam berhari raya waktu itu.
Tapi jika bulan tidak terlihat, dan pemerintah tidak memutuskan bahwa hari selasa tgl 30 agustus 2011 bkn 1 syawal,maka kita wajib ikut pemerintah untuk menyempurnakn bulan 30 hari, dan jika ada yang berhari raya di waktu itu, maka dia wajib manqodha puasanya.
Ikutilah pemerintah
ياأيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولى الأمر منكم

Inilah yang bisa saya sampaikan, jika ada kekurangan harap di sempurnakan, jika ada kesalahan harap di koreksi

Tapi menambah dan mengkoreksi nya harus dengan ilmu, bukan dengan atau nafsu.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Anda sopan kamipun segan :)